Logo
>

Distribusi Besar-besaran, IHSG Tembus Area Psikologis 7.600

IHSG ambles 4,32 persen ke 7.596,58 dengan 713 saham melemah dan transaksi Rp18,1 triliun, menembus support 7.600 di tengah tekanan jual merata dan distribusi pasar ekstrem.

Ditulis oleh Yunila Wati
Distribusi Besar-besaran, IHSG Tembus Area Psikologis 7.600
IHSG terus rontok ke level 7.000-an di sesi pertama perdagangan hari ini. (Foto Dok KabarBursa)

KABARBURSA.COM - Pada sesi pertama perdagangan Rabu, 4 Maret 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 7.596,58 atau terkoreksi sebesar 343,19 poin, setara dengan -4,32 persen. Penutupan ini sekaligus menempatkan indeks di bawah area psikologis 7.600, level yang sebelumnya menjadi zona konsolidasi dan support jangka menengah.

Tekanan jual berlangsung luas dan merata. Dari total saham yang diperdagangkan, hanya 63 saham menguat, sementara 713 saham melemah dan 37 saham stagnan. Rasio saham turun terhadap naik mencapai lebih dari 11 banding 1. Secara statistik, konfigurasi ini mencerminkan fase distribusi besar-besaran, bukan sekadar rotasi sektoral atau koreksi terbatas pada kelompok tertentu.

Sepanjang sesi pertama, nilai transaksi yang berhasil tercatat sekitar Rp18,1 triliun dengan frekuensi 2,12 juta kali transaksi dan volume 350,79 juta lot di seluruh pasar. Sedangkan pada pasar reguler, nilai mencapai Rp17,79 triliun dengan 345,25 juta lot dan frekuensi 2,12 juta kali. 

Tingginya nilai dan frekuensi transaksi di tengah pelemahan tajam menunjukkan tekanan jual aktif, bukan penurunan akibat likuiditas tipis.

Secara intraday, IHSG dibuka di 7.896,38 dan sempat menyentuh level tertinggi 7.897,81 sebelum bergerak turun hingga menyentuh level terendah 7.584,86. Pergerakan dari area pembukaan menuju penutupan memperlihatkan pola selling pressure berkelanjutan sepanjang sesi. Posisi penutupan yang mendekati low harian mempertegas dominasi distribusi hingga akhir sesi pertama.

Penembusan ke bawah 7.600 memiliki implikasi teknikal. Area tersebut sebelumnya berfungsi sebagai support horizontal sekaligus batas psikologis. Ketika level ini ditembus dengan breadth negatif ekstrem dan volume tinggi, probabilitas percepatan koreksi meningkat karena memicu aktivasi stop loss serta tekanan margin call pada portofolio berbasis leverage.

Luasnya pelemahan—ditunjukkan oleh 713 saham terkoreksi—mengindikasikan bahwa tekanan tidak terbatas pada saham lapis bawah, tetapi juga menjalar ke saham berkapitalisasi besar yang memiliki bobot signifikan terhadap indeks. Dalam struktur indeks berbasis kapitalisasi pasar, pelemahan big caps berkontribusi langsung terhadap penurunan indeks, yang kemudian diperkuat oleh efek domino pada saham lapis kedua dan ketiga.

Komposisi 713 saham melemah dari total 813 saham aktif menunjukkan lebih dari 85 persen partisipasi penurunan. Dalam kondisi normal, koreksi indeks tidak selalu disertai dominasi penurunan seluas ini. Amplitudo penurunan 4,32 persen dalam satu sesi juga berada di atas rata-rata volatilitas harian IHSG pada fase stabil yang umumnya di bawah 1 persen.

Dengan kombinasi penembusan area psikologis 7.600, tekanan jual merata, nilai transaksi tinggi, serta penutupan mendekati level terendah harian, pergerakan IHSG pada sesi pertama 4 Maret 2026 mencerminkan fase distribusi luas dengan intensitas tekanan yang terakumulasi dalam satu sesi perdagangan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79