Logo
>

Dolar AS Menguat di Tengah Guncangan Perdagangan Global

Pernyataan Trump soal tarif baru picu penguatan dolar dan guncang nilai tukar global dari Kanada, Jepang hingga Brasil.

Ditulis oleh Moh. Alpin Pulungan
Dolar AS Menguat di Tengah Guncangan Perdagangan Global
Dolar AS menguat usai Trump umumkan tarif 15–35 persen atas mitra dagang, ganggu kurs euro, yen, hingga dolar Kanada. Foto: KabarBursa/Abbas Sandji.

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada Jumat, 11 Juli 2025, setelah Presiden AS Donald Trump kembali memantik kegelisahan pasar dengan pengumuman tarif baru. Trump berencana mengenakan tarif menyeluruh sebesar 15 persen hingga 20 persen terhadap hampir seluruh mitra dagang AS.

    Di awal sesi Asia, mayoritas mata uang masih bergerak dalam kisaran sempit. Namun pernyataan terbaru Trump mendorong penguatan dolar, seiring meningkatnya ketidakpastian terhadap arah kebijakan perdagangannya.

    Salah satu mata uang yang paling terpukul adalah dolar Kanada. Nilainya turun lebih dari 0,5 persen menjadi 1,3726 per dolar AS, setelah Trump mengumumkan tarif 35 persen atas barang impor dari Kanada mulai 1 Agustus.

    Trump juga menyebut Uni Eropa bisa menerima surat berisi pemberitahuan tarif baru pada hari ini. Sinyal ini tentu mempersulit kelanjutan negosiasi dagang antara Washington dan blok tersebut.

    Nilai euro turun 0,25 persen menjadi USD1,1671 (sekitar Rp19.021) dan tercatat melemah hampir 1 persen dalam sepekan. Dolar Australia, yang cenderung sensitif terhadap risiko, juga melemah 0,31 persen ke USD0,6568 (sekitar Rp10.702), seiring memburuknya sentimen pasar secara umum.

    “Selama ini pasar cenderung mengabaikan isu tarif, tapi kasus Kanada… ini sesuatu yang menurut saya tidak diantisipasi pasar,” ujar analis pasar IG, Tony Sycamore, dikutip dari Reuters di Jakarta, Jumat.

    “Kanada jadi sasaran tembak, dan jelas ini bukan akhir pekan yang diharapkan. Maka wajar jika aset-aset berisiko mulai jatuh karena ada potensi eskalasi dari berbagai pihak,” lanjutnya.

    Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menyatakan masih ingin mencari jalan diplomatik terkait ancaman Trump untuk memberlakukan tarif 50 persen atas impor dari Brasil. Namun Lula menegaskan, jika tarif tersebut berlaku mulai 1 Agustus, maka Brasil akan membalas dengan langkah setimpal.

    Nilai real Brasil terakhir tercatat stabil di posisi 5,5321 per dolar AS, namun sepanjang pekan melemah 2 persen—penurunan mingguan terdalam dalam hampir lima bulan.

    Mata uang Inggris, pound sterling, turun 0,22 persen ke USD1,3551 (sekitar Rp22.099), menghapus kenaikan tipis di awal sesi. Dalam sepekan, sterling melemah lebih dari 0,6 persen.

    Dolar Selandia Baru ikut tergerus 0,32 persen ke USD0,6013 (sekitar Rp9.805), sedangkan yen Jepang melemah 0,13 persen ke 146,44 per dolar AS. Yen tercatat melemah lebih dari 1 persen secara mingguan, setelah Trump mengenakan tarif 25 persen atas Jepang di awal pekan.

    Meski reaksi pasar terhadap pengumuman tarif Trump kali ini tidak segejolak aksi jual besar-besaran pasca “Hari Pembebasan” April lalu, investor tetap gelisah. Tenggat 1 Agustus yang ditetapkan Trump menjadi titik genting yang diawasi ketat pelaku pasar global.

    Kondisi itu membuat dolar AS tetap ditopang permintaan. Indeks dolar terhadap sekeranjang mata uang terakhir naik 0,2 persen ke level 97,77, dan bersiap menutup pekan dengan kenaikan 0,8 persen.

    “Untuk saat ini, ketidakpastian ini justru menopang stabilitas dolar AS. Saya tidak akan heran jika kondisi ini bertahan dua pekan ke depan,” kata Ray Attrill, kepala riset valas National Australia Bank.

    Di pasar kripto, harga bitcoin terakhir naik 1,8 persen ke USD115.609,10 (sekitar Rp1,886 miliar), mendekati rekor tertinggi USD116.746,70 (sekitar Rp1,902 miliar). Sementara itu, ether melesat lebih dari 4 persen ke level tertinggi lima bulan di USD2.998,41 (sekitar Rp48,884 juta).(*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Moh. Alpin Pulungan

    Asisten Redaktur KabarBursa.com. Jurnalis yang telah berkecimpung di dunia media sejak 2020. Pengalamannya mencakup peliputan isu-isu politik di DPR RI, dinamika hukum dan kriminal di Polda Metro Jaya, hingga kebijakan ekonomi di berbagai instansi pemerintah. Pernah bekerja di sejumlah media nasional dan turut terlibat dalam liputan khusus Ada TNI di Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto di Desk Ekonomi Majalah Tempo.

    Lulusan Sarjana Hukum Universitas Pamulang. Memiliki minat mendalam pada isu Energi Baru Terbarukan dan aktif dalam diskusi komunitas saham Mikirduit. Selain itu, ia juga merupakan alumni Jurnalisme Sastrawi Yayasan Pantau (2022).