Logo
>

Emas Jatuh ke Level Terendah Sepekan, Tekanan Pasar Meningkat

Tekanan terhadap emas semakin nyata oleh data ekonomi AS yang menunjukkan pasar tenaga kerja memulai tahun dengan performa lebih kuat

Ditulis oleh Pramirvan Datu
Emas Jatuh ke Level Terendah Sepekan, Tekanan Pasar Meningkat
Ilustrasi emas perhiasan. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Harga emas jatuh tajam pada Kamis, menembus titik terendah hampir dalam satu pekan, seiring data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang solid meredam ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve. Penembusan level psikologis USD5.000 per ons memperdalam tekanan jual, memicu aksi lepas posisi yang masif di pasar logam mulia.

Emas spot merosot 2,8 persen menjadi USD4.938,69 per ons pada pukul 01.42 WIB, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 6 Februari di awal sesi, demikian laporan Reuters dari Bengaluru, Kamis Jumat 13 Februari 2026. Sementara itu, emas berjangka AS untuk kontrak April ditutup turun 2,9 persen ke USD4.948,4 per ons.

Fawad Razaqzada, analis di City Index dan FOREX.com, menekankan bahwa volatilitas tinggi memaksa banyak pelaku pasar memasang batas kerugian (stop-loss) di bawah USD5.000 dan di atas USD5.100 per ons. Ketika harga menembus level itu, penjualan otomatis berantai memicu kejatuhan harga dalam hitungan jam.

Tekanan terhadap emas semakin nyata oleh data ekonomi AS yang menunjukkan pasar tenaga kerja memulai tahun dengan performa lebih kuat dari ekspektasi. Data Rabu mencatat nonfarm payrolls bertambah 130.000 pekerjaan sepanjang Januari, setelah kenaikan Desember direvisi turun menjadi 48.000. Tingkat pengangguran juga menurun menjadi 4,3 persen.

Klaim awal tunjangan pengangguran pekan yang berakhir 7 Februari tercatat menyusut menjadi 227.000, memperkuat indikasi ketahanan pasar tenaga kerja. Kondisi ini mendorong keyakinan The Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, menekan daya tarik emas karena logam mulia tidak menghasilkan imbal hasil.

Investor kini menantikan rilis data inflasi AS pada Jumat, yang diprediksi memberi petunjuk arah kebijakan moneter selanjutnya. Peter Grant, Vice President di Zaner Metals, memproyeksikan inflasi utama melambat dari 2,7 persen menjadi 2,5 atau bahkan 2,4 persen, yang berpotensi memicu spekulasi pemangkasan suku bunga dan menjadi katalis positif bagi logam kuning.

Logam mulia lain juga tertekan. Harga perak ambles 8,9 persen menjadi USD76,54 per ons setelah sebelumnya naik 4 persen pada perdagangan Rabu. Platinum turun 4,7 persen ke USD2.032,15 per ons, sementara paladium menyusut 3 persen menjadi USD1.648,12 per ons, mencerminkan sentimen risiko yang melebar di pasar logam mulia.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Pramirvan Datu

Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.