Logo
>

Goldman Sachs Prediksi The Fed Pangkas Suku Bunga Dua Kali pada 2026

Situasi pasar keuangan global dalam beberapa waktu terakhir memang berada dalam fase penuh tekanan

Ditulis oleh Pramirvan Datu
Goldman Sachs Prediksi The Fed Pangkas Suku Bunga Dua Kali pada 2026
Ilustrasi Kantor The Federal. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Bank investasi global Goldman Sachs menunda proyeksi dimulainya siklus penurunan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed). Keputusan tersebut diambil di tengah meningkatnya risiko tekanan inflasi yang dipicu oleh eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Dalam laporan terbarunya, Goldman Sachs kini memperkirakan The Fed baru akan memangkas suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin pada September dan kembali pada Desember. Proyeksi ini berubah dari perkiraan sebelumnya yang menilai pelonggaran kebijakan moneter sudah akan dimulai pada Juni, kemudian dilanjutkan dengan pemangkasan tambahan pada September. Seperti dilansir reuters di Jakarta, Jumat 13 Maret 2026.

Situasi pasar keuangan global dalam beberapa waktu terakhir memang berada dalam fase penuh tekanan. Ketegangan geopolitik yang memanas setelah konflik antara Amerika Serikat dan Iran menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi terganggunya pasokan minyak dunia. Gangguan tersebut berisiko mendorong harga energi melonjak, memperkuat tekanan inflasi, sekaligus menambah lapisan ketidakpastian terhadap prospek perekonomian global.

Goldman Sachs menilai bahwa pada September mendatang kondisi ekonomi Amerika Serikat kemungkinan menunjukkan dinamika baru. Pelemahan lebih lanjut di pasar tenaga kerja diperkirakan mulai terlihat, sementara tekanan inflasi inti diharapkan bergerak lebih moderat. Kombinasi faktor tersebut dinilai dapat membuka ruang bagi bank sentral untuk mulai menurunkan suku bunga.

Meski demikian, lembaga keuangan tersebut juga menilai peluang pemangkasan lebih awal tetap terbuka. Skenario itu dapat terjadi apabila kondisi pasar tenaga kerja Amerika memburuk dengan laju yang lebih cepat dan lebih tajam dari proyeksi yang ada saat ini.

Laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat pada Februari yang relatif kurang menggembirakan turut memicu kekhawatiran bahwa dinamika pasar tenaga kerja mulai mengalami perlambatan. Di sisi lain, melambatnya pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) serta meningkatnya tensi geopolitik global juga dinilai dapat memperbesar kemungkinan bank sentral mengambil langkah pelonggaran lebih dini.

Goldman Sachs juga berpandangan bahwa apabila pelemahan pasar tenaga kerja berlangsung cukup dalam hingga mendorong kebutuhan pemangkasan suku bunga lebih cepat, kekhawatiran terhadap lonjakan harga minyak yang memicu inflasi kemungkinan tidak akan menjadi penghalang utama bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneternya.

Sementara itu, pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 41 persen bagi The Fed untuk memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada September.

Adapun dalam pertemuan kebijakan moneter berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada 17 hingga 18 Maret, The Fed secara luas diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuannya pada tingkat yang berlaku saat ini.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Pramirvan Datu

Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.