Logo
>

GoTo Pangkas Komisi Ojol Jadi 8 Persen: Demi Ekosistem yang Lebih Adil

Kebijakan itu sebagai representasi kebangkitan ekonomi digital yang lebih inklusif dan berorientasi pada keberlanjutan sosial.

Ditulis oleh Pramirvan Datu
GoTo Pangkas Komisi Ojol Jadi 8 Persen: Demi Ekosistem yang Lebih Adil
GoTo Pangkas Komisi Ojol Jadi 8 Persen: Demi Ekosistem yang Lebih Adil. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk melalui lini transportasi digitalnya, Gojek, akhirnya menyatakan keselarasan penuh terhadap kebijakan pemerintah mengenai skema komisi ojek online. Momentum pengumuman itu bukan tanpa simbolisme. Dilakukan menjelang Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, perusahaan memandang kebijakan tersebut sebagai bagian dari denyut baru ekonomi digital nasional yang tengah bertransformasi.

Dalam formulasi terbaru yang diarahkan pemerintah, mitra pengemudi roda dua kini memperoleh porsi pendapatan sebesar 92 persen dari setiap transaksi perjalanan. Artinya, perusahaan hanya mengambil komisi 8 persen, jauh lebih ramping dibandingkan skema sebelumnya yang mencapai 20 persen.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung dalam konferensi pers di Kantor Pusat GoTo, Jakarta. Manajemen juga melontarkan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian terhadap kesejahteraan pekerja transportasi daring. Dukungan legislatif dari DPR RI turut diapresiasi karena dianggap memperkuat fondasi industri transportasi digital di Indonesia.

Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, menyebut kebijakan itu sebagai representasi kebangkitan ekonomi digital yang lebih inklusif dan berorientasi pada keberlanjutan sosial.

“Kebijakan ini merupakan cerminan nyata dari semangat Hari Kebangkitan Nasional di era digital,” ujar Hans.

Menurut dia, kesejahteraan mitra pengemudi tetap menjadi episentrum kebijakan perusahaan. Komitmen tersebut, lanjut Hans, sebelumnya telah diwujudkan melalui program Bakti GoTo untuk Negeri dan sederet inisiatif apresiasi terbaru bagi para mitra driver.

Sebagai implementasi kebijakan baru, Gojek memastikan akan menyesuaikan pola bagi hasil layanan GoRide mengikuti arahan pemerintah. Konsekuensinya jelas. Pendapatan perusahaan dari bisnis transportasi roda dua berpotensi tereduksi.

Namun manajemen memandang langkah tersebut sebagai investasi jangka panjang demi menjaga kesinambungan ekosistem digital nasional.

Di sisi lain, perusahaan juga dihadapkan pada dilema menjaga keseimbangan antara kesejahteraan mitra pengemudi dan keterjangkauan tarif bagi konsumen. Untuk layanan GoRide Reguler, yang memiliki basis pengguna terbesar, Gojek berupaya menahan agar tarif tidak mengalami lonjakan berarti.

Harapannya sederhana namun strategis. Ketika harga tetap kompetitif, volume pemesanan diyakini dapat bertahan stabil sehingga total pendapatan mitra pengemudi tetap terjaga.

Program GoRide Hemat Resmi Dihentikan

Dalam rangkaian restrukturisasi tersebut, Gojek juga memutuskan menghentikan Program Langganan GoRide Hemat untuk mitra pengemudi. Program itu sebelumnya diuji coba sejak November 2025 sebelum diperluas pada Februari 2026.

Setelah evaluasi selama tiga bulan, perusahaan menilai model berlangganan tersebut masih memerlukan formulasi yang lebih proporsional terhadap kesejahteraan pengemudi.

Karena itu, program tersebut akan segera dihentikan.

Ke depan, layanan GoRide Hemat juga akan mengikuti pola pembagian komisi 8 persen sebagaimana GoRide Reguler. Dampaknya, akan terdapat penyesuaian tarif secara moderat kepada konsumen. Meski demikian, perusahaan menegaskan kenaikan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan sensitivitas daya beli masyarakat.

Di tengah perubahan besar pada skema komisi, GoTo memastikan berbagai program kesejahteraan mitra tetap dilanjutkan. Beberapa di antaranya meliputi Bonus Hari Raya (BHR), kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, beasiswa pendidikan bagi keluarga mitra, program umrah gratis, Bursa Kerja Mitra Gojek, hingga layanan cek kesehatan gratis hasil kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan.

Perusahaan menyebut kebijakan tersebut sejalan dengan visi Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045, khususnya dalam memperluas pemerataan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja yang lebih berkualitas.

Meski lini transportasi roda dua diperkirakan mengalami tekanan pendapatan akibat pemangkasan komisi, GoTo tetap optimistis. Perusahaan menilai kekuatan utama mereka bertumpu pada ekosistem digital yang semakin terintegrasi.

Bisnis teknologi finansial, logistik, dan layanan pengantaran disebut masih memiliki prospek pertumbuhan yang menjanjikan. Diversifikasi usaha itulah yang diyakini mampu menjaga stabilitas perusahaan dalam jangka panjang.

Saat ini, GoTo masih berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memperoleh kejelasan teknis mengenai detail implementasi aturan dalam Peraturan Presiden yang tengah disiapkan pemerintah.

Hans menegaskan, sebagai perusahaan yang lahir dan tumbuh di Indonesia, Gojek akan terus menjaga komitmen untuk berkembang bersama para mitra pengemudi, pelanggan, dan masyarakat luas.

“Sebagai perusahaan yang lahir dan berkembang di Indonesia, Gojek senantiasa berkomitmen untuk terus maju demi mitra pengemudi yang lebih sejahtera, pelanggan yang terlayani lebih baik, dan Indonesia yang kita cintai bersama,” tutup Hans.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Pramirvan Datu

Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.