Logo
>

HAIS Catat Pendapatan 2025 Turun, Laba Jadi Rp87,12 Miliar

Pendapatan Hasnur Internasional Shipping turun 13,51 persen menjadi Rp880,58 miliar pada 2025.

Ditulis oleh Syahrianto
HAIS Catat Pendapatan 2025 Turun, Laba Jadi Rp87,12 Miliar
Ilustrasi: Kapal tangker yang tengah berlayar di laut. (Foto: Pexels/Morales Torres)

KABARBURSA.COM – PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS) melaporkan pendapatan sebesar Rp880,58 miliar pada sepanjang 2025, turun 13,51 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibanding pendapatan 2024 sebesar Rp1,02 triliun. 

Pendapatan HAIS ditopang oleh volume kargo yang diangkut armada selama 2025 sebesar 10,57 juta metrik ton (MT) atau menyusut 12,56 persen dibanding volume kargo tahun 2024 sebesar 12,09 juta MT. 

Adapun batu bara tetap menjadi komoditas dominan yang diangkut armada HAIS selain gypsum dan batu split. 

“Tahun 2025 kami manfaatkan sebagai periode untuk memperkuat fondasi bisnis. Fokus kami adalah menjaga kualitas pendapatan, memastikan arus kas operasional yang sehat serta meningkatkan keandalan operasional armada,” ujar Direktur Keuangan HAIS, Rickie, dalam siaran pers, Jumat, 13 Februari 2026.

Pada periode yang sama, perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp87,12 miliar, yang mencerminkan fase penguatan fundamental bisnis Perseroan.

Lebih lanjut, sepanjang 2025, perseroan mengelola volume angkutan kargo dengan pendekatan yang lebih selektif dan adaptif terhadap dinamika permintaan pasar. Penyesuaian volume angkutan dilakukan sebagai bagian dari strategi perseroan dalam menjaga kualitas pendapatan, efisiensi operasional, serta optimalisasi utilisasi armada pada rute dan pelanggan yang memberikan nilai tambah berkelanjutan.

Meskipun volume angkutan berada pada level yang lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya, perseroan tetap menjaga kesinambungan layanan kepada pelanggan utama, khususnya segmen batu bara. 

Fokus HAIS pada kuatlitas pendapatan tercermin dari portofolio kontrak jangka menengah dan panjang yang relatif stabil, visibilitas permintaan yang tetap terjaga, serta disiplin operasional yang mengedepankan keselamatan dan efisiensi.

“Strategi ini kami jalankan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan penciptaan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham,” tambah Rickie.

Dalam mendukung ketahanan kinerja dan pertumbuhan bisnis, pada 2025 Perseroan melakukan investasi strategis dengan menambah 4 set armada baru sehingga total armada Perseroan per Desember 2025 sebanyak 23 set tugboat dan barge. 

Penambahan armada ini berdampak pada pertumbuhan aset HIS pada 2025 sebesar 27,91 persen menjadi Rp1,53 triliun dari Rp1,20 triliun pada 2024 lalu.

Selain ekspansi armada, perseroan juga melanjutkan upaya memperkuat kapabilitas operasional dalam bisnis floating loading facilities (FLF) melalui entitas anak usaha PT Hasnur Resources Terminal, yang membuat perusahaan joint venture dengan PT Multi Guna Maritim bernama PT Hasnur Multi Sinergi, untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing di industri logistik maritim. Bisnis FLF ini ditargetkan dapat mulai beroperasi pada 2027 mendatang.

Memasuki tahun 2026, Perseroan mencermati tantangan eksternal yang masih membayangi industri logistik dan pelayaran komoditas, khususnya batu bara, antara lain wacana peningkatan Domestic Market Obligation (DMO), kebijakan pengendalian volume produksi batu bara nasional yang berdampak pada persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan tambang, serta dinamika harga batu bara global yang berada dalam tekanan.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, Perseroan mengedepankan pendekatan yang berhati-hati dan adaptif dengan fokus pada pengelolaan kapasitas armada secara selektif, penguatan hubungan jangka panjang dengan pelanggan utama, serta optimalisasi efisiensi operasional. 

Strategi ini diarahkan untuk menjaga kesinambungan kinerja di tengah volatilitas pasar, sekaligus memastikan fleksibilitas Perseroan dalam merespons perubahan kebijakan dan kondisi industri.

“Perseroan juga terus mengevaluasi peluang diversifikasi layanan dan penguatan model bisnis guna memperluas sumber pendapatan serta mengurangi ketergantungan pada satu komoditas. Dengan disiplin operasional dan fondasi keuangan yang terjaga, HIS memandang tahun 2026 sebagai periode pengelolaan risiko dan penyesuaian strategis untuk mendukung keberlanjutan usaha jangka panjang,” pungkas Rickie. (*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.