Logo
>

Harga Minyak Dunia Semakin Panas, Sentimen Positif untuk MEDC Dkk?

Ditulis oleh Yunila Wati
Harga Minyak Dunia Semakin Panas, Sentimen Positif untuk MEDC Dkk?

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - Harga minyak dunia semakin panas. Brent, misalnya, mencatatkan kenaikan sebesar 3,69 persen dan berada di level USD79,76 per barel. Kenaikan harga ini diperkirakan menjadi sentimen positif untuk saham MEDC, ENRG, WINS, LEAD, dan ELSA. Benarkah?

    Harga minyak mentah dunia mengalami lonjakan signifikan setelah pemerintah Amerika Serikat mengumumkan sanksi baru terhadap sektor energi Rusia. Sanksi ini dirancang untuk membatasi pendapatan Rusia dari sektor energi sekaligus melemahkan kemampuan negara tersebut dalam membiayai perang melawan Ukraina.

    Langkah AS ini menargetkan lebih dari 200 entitas dan individu yang terlibat dalam sektor energi Rusia. Perusahaan-perusahaan besar seperti Gazprom Neft dan Surgutneftegas, termasuk lebih dari 180 kapal tanker minyak, menjadi fokus sanksi baru tersebut.

    Dalam tindakan yang senada, Inggris juga mengumumkan sanksi terhadap Gazprom Neft dan Surgutneftegas pada hari yang sama.

    Sanksi ini diproyeksikan akan mengurangi volume ekspor minyak dari Rusia, negara yang dikenal sebagai salah satu pemasok energi terbesar dunia. Pengurangan pasokan ini memicu ketakutan akan kelangkaan minyak di pasar internasional, yang pada akhirnya mendukung kenaikan harga minyak secara global.

    Selain faktor geopolitik, cuaca dingin ekstrem yang melanda Amerika Serikat dan Eropa turut memberikan tekanan pada pasar energi. Kondisi ini meningkatkan permintaan bahan bakar untuk pemanas, sehingga mendorong harga minyak ke level yang lebih tinggi.

    Analis Stockbit Sekuritas Hendriko Gani, dalam paparannya pada Senin, 13 Januari 2025, menjelaskan, kenaikan harga minyak membawa dampak positif bagi sejumlah emiten di sektor minyak dan gas (migas), terutama produsen dan perusahaan penunjang migas. Emiten tersebut adalah Medco Energi Internasional (MEDC), Energi Mega Persada (ENRG), Wintermar Offshore Marine (WINS), Elnusa (ELSA), dan Logindo Samudramakmur (LEAD).

    Saham-saham ini diperkirakan mendapatkan sentimen positif dalam jangka pendek, seiring optimisme pasar terhadap potensi peningkatan pendapatan dan kinerja keuangan mereka.

    Sanksi baru ini mencerminkan dinamika pasar energi yang semakin kompleks dan pengaruh besar dari keputusan geopolitik terhadap stabilitas pasar global. Dengan kenaikan harga minyak yang diperkirakan akan terus terjadi, perhatian kini beralih pada langkah-langkah strategis yang diambil para pemain utama di industri ini untuk memanfaatkan peluang sekaligus menghadapi tantangan yang ada.

    Pergerakan Saham Emiten Minyak

    Lonjakan harga minyak ini tentu saja menjadi sentimen positif maupun negatif bagi beberapa emiten terkait. Sayangnya, hingga pukul 11.00 WIB pada Selasa, 14 Januari 2025, pergerakan saham MEDC kurang menyenangkan. Harga saham turun sebesar 20 poin atau sekitar 1,67 persen, ditutup di level Rp1.180.

    Penurunan ini terjadi setelah saham sebelumnya dibuka pada harga Rp1.200, yang juga merupakan harga penutupan pada perdagangan sebelumnya. Meski sempat menyentuh level tertinggi harian di Rp1.215, tekanan jual mendorong harga ke posisi terendah di Rp1.175.

    Walau begitu. volume transaksi tercatat cukup tinggi, dengan total 228 ribu lot yang diperdagangkan, menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp27,3 miliar. Rata-rata harga transaksi pada perdagangan ini berada di level Rp1.197.

    Saham MEDC masih memiliki ruang signifikan untuk pergerakan, mengingat batas atas harga (ARA) berada di Rp1.500, sementara batas bawah harga (ARB) berada di Rp900.

    Pun dengan saham WINS. Harga saham tercatat di level Rp412, mengalami penurunan sebesar 12 poin atau setara dengan 2,83 persen dibandingkan harga penutupan sebelumnya. Penurunan ini terjadi di tengah volume perdagangan harian yang mencapai 1,64 juta saham, di bawah rata-rata volume perdagangan yang biasanya berada di level 5,03 juta saham.

    Harga saham ELSA juga melemah tipis sebesar 2 poin atau 0,45 perseb, berada di level Rp446. Pergerakan saham ini dimulai dengan harga pembukaan di Rp450, sedikit lebih tinggi dari harga penutupan sebelumnya di Rp448.

    Sepanjang sesi perdagangan, harga saham ELSA sempat menyentuh level tertinggi harian di Rp452 sebelum mengalami tekanan jual yang membawa harga ke titik terendah di Rp444.

    Volume transaksi tercatat mencapai 44 ribu lot, dengan nilai transaksi sebesar Rp2 miliar. Rata-rata harga perdagangan hari ini berada di level Rp448, yang mencerminkan fluktuasi yang stabil meskipun ada tekanan jual.

    Saham ELSA masih memiliki potensi ruang pergerakan yang signifikan dengan batas atas (ARA) di Rp560 dan batas bawah (ARB) di Rp336.

    Setali tiga uang, LEAD mengalami hal serupa, turun signifikan sebesar 2,02 persen atau setara dengan 2 poin. Saat ini, LEAD berada di level Rp97.

    Sebelumnya, saham ini dibuka pada harga yang sama dengan penutupan sebelumnya, yaitu Rp99, namun tekanan jual sepanjang sesi perdagangan mendorong harga untuk mencapai titik terendahnya di Rp95, meskipun sempat bergerak sedikit lebih tinggi hingga Rp102.

    Volume transaksi yang tercatat sebanyak 43 ribu lot dengan nilai transaksi sebesar Rp415,1 juta menunjukkan likuiditas yang relatif rendah untuk saham ini. Rata-rata harga per transaksi hari ini tercatat di Rp97, yang mencerminkan pergerakan saham yang relatif stabil, meskipun terjadi penurunan kecil.

    Saham LEAD memiliki ruang pergerakan yang cukup terbatas dengan batas atas (ARA) di Rp133 dan batas bawah (ARB) di Rp65, memberikan indikasi adanya volatilitas yang bisa berkembang tergantung pada sentimen pasar yang ada.

    Hanya ENRG yang berada di zona hijau, di mana sedikit mengalami penguatan sebesar 2 poin atau 0,81 persen, ditutup di level Rp250. Harga pembukaan hari ini setara dengan penutupan sebelumnya, yaitu Rp248, dan sepanjang sesi perdagangan, saham ini sempat bergerak menuju level tertinggi harian di Rp256.

    Meskipun demikian, harga saham terendah yang tercatat berada di Rp248, mencerminkan fluktuasi tipis yang terjadi selama sesi tersebut.

    Volume perdagangan hari ini mencapai 422 ribu lot dengan nilai transaksi sebesar Rp10,6 miliar, menunjukkan minat yang cukup signifikan dari para pelaku pasar terhadap saham ENRG. Dengan rata-rata harga di Rp252, saham ini menunjukkan likuiditas yang sehat meskipun terdapat perubahan harga yang terbatas.

    Saham ENRG memiliki ruang pergerakan lebih luas dengan batas atas (ARA) yang tercatat pada Rp310 dan batas bawah (ARB) pada Rp186, yang memperlihatkan adanya volatilitas yang masih cukup tinggi.

    Jika sentimen pasar tetap mendukung atau ada faktor pendorong lain seperti pengumuman kinerja positif atau stabilitas harga komoditas energi, saham ENRG berpotensi terus menguat. Namun, pergerakan harga yang fluktuatif seperti ini juga menunjukkan adanya ketidakpastian yang bisa menjadi perhatian bagi investor yang lebih memilih kestabilan.

    Secara keseluruhan, saham ENRG masih menarik bagi investor yang berorientasi pada peluang jangka pendek dan long-term growth, apalagi dengan ruang pergerakan yang masih cukup lebar baik di sisi atas maupun bawah.(*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Yunila Wati

    Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

    Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

    Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79