KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Selasa pagi, 17 Maret 2026 dengan penguatan. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG tercatat naik 60,49 poin atau sekitar 0,86 persen ke level 7.082,78.
Aktivitas perdagangan tercatat dengan volume sekitar 4,03 miliar lot dengan nilai transaksi mencapai Rp192,57 miliar dari sekitar 26.010 kali transaksi.
Penguatan IHSG pada awal perdagangan didorong oleh kenaikan sejumlah sektor saham. Sektor industri dasar mencatat penguatan terbesar sekitar 2,05 persen, disusul sektor infrastruktur yang naik sekitar 1,54 persen. Sektor energi turut menguat sekitar 1,28 persen, sementara sektor kesehatan naik sekitar 1,17 persen.
Selain itu, sektor barang konsumsi siklikal atau cyclical naik sekitar 1,10 persen dan sektor properti menguat sekitar 1,11 persen. Sektor keuangan juga mengalami kenaikan sekitar 0,60 persen, diikuti sektor teknologi yang naik sekitar 0,55 persen. Sementara sektor barang konsumsi non-siklikal atau non-cyclical mencatat kenaikan lebih terbatas sekitar 0,33 persen.
Di jajaran saham yang mencatatkan kenaikan signifikan, saham PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) melonjak 22,31 persen menjadi 318 per saham. Perusahaan ini bergerak di sektor properti dan pengembangan kawasan industri.
Saham PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII), perusahaan jasa keuangan yang bergerak di bidang pembiayaan, sekuritas, serta asuransi, juga menguat 22,07 persen menjadi 520 per saham.
Penguatan tajam juga terjadi pada saham PT Vastland Indonesia Tbk (VAST) yang naik 21,15 persen ke level 126 per saham. Vastland merupakan perusahaan yang bergerak di sektor properti dengan fokus pada pengembangan kawasan komersial dan pergudangan.
Sementara itu, saham PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) naik 18,09 persen menjadi 3.330 per saham. Perusahaan ini dikenal sebagai pengembang properti yang mengembangkan kawasan hunian dan komersial.
Kenaikan juga terjadi pada saham PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS) yang menguat 15,13 persen ke level 175 per saham. Perseroan ini bergerak di sektor pengelolaan kawasan industri serta properti logistik.
Di sisi lain, beberapa saham justru mengalami tekanan pada awal perdagangan. Saham PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA), perusahaan manufaktur aluminium dan produk logam, turun 14,52 persen menjadi 795 per saham.
Saham PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA), perusahaan yang bergerak di sektor ritel busana muslim dan gaya hidup, melemah 14,46 persen menjadi 71 per saham.
Tekanan juga terlihat pada saham PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) yang bergerak di sektor tekstil dan garmen. Saham ini turun 12,57 persen ke level 167 per saham..(*)