KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan Selasa, 9 September 2025.
IHSG di buka pada level 7.748,51 lalu indeks bergerak di level 7.712,39 atau terkoreksi 54,46 poin setara 0,70 persen, setelah sehari sebelumnya ditutup turun 1,28 persen ke posisi 7.766.
Pelemahan beruntun ini tidak lepas dari sentimen reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto yang diumumkan Senin, 8 September 2025.
Salah satu yang disorot pasar adalah pergantian Menteri Keuangan, di mana Sri Mulyani digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa.
Analis sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai pergantian ini menciptakan ketidakpastian kebijakan fiskal di mata investor.
“Pasar menilai hilangnya figur Sri Mulyani, yang selama ini menjadi simbol kredibilitas fiskal dan daya tarik investor global, meninggalkan kekosongan kepercayaan yang harus segera diisi Menkeu baru,” ujarnya kepada Kabarbursa.com, Senin, 8 September 2025.
Hendra menyebut Purbaya Yudhi memiliki rekam jejak panjang di bidang ekonomi, mulai dari Ketua Dewan Komisioner LPS hingga pengalaman di Danareksa.
Meski begitu, reputasi global Sri Mulyani tetap menjadi standar perbandingan di mata investor asing.
“Karena itu, langkah cepat yang perlu ditunjukkan adalah menjaga disiplin fiskal, mengkomunikasikan arah defisit APBN secara transparan, dan memastikan keberlanjutan kebijakan makro yang pro pasar,” jelasnya.
Dari sisi sektoral, infrastruktur memimpin koreksi dengan penurunan 1,86 persen, diikuti non-cyclical minus 1,42 persen, kesehatan minus 1,07 persen, serta keuangan minus 1,09 persen.
Hanya sektor barang baku (basic industry) dan transportasi yang bertahan di zona hijau dengan kenaikan tipis masing-masing 0,18 persen dan 0,10 persen.
Di jajaran emiten, saham Pakuan Tbk (UANG) melesat 24,71 persen ke 1.060, diikuti Lion Metal Works Tbk (LION) naik 21,59 persen ke 535, dan Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) yang menguat 20 persen ke 66. Sebaliknya, MNC Sky Vision Tbk (MSKY) ambles 14,81 persen ke 92, Ginting Jaya Energi Tbk (WOWS) turun 14,29 persen ke 90, Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) terkoreksi 13,71 persen ke 302, sementara Gudang Garam Tbk (GGRM) anjlok 11,11 persen ke 8.800.
Pada perdagangan kemarin, aksi jual asing tercatat masif dengan net sell Rp543 miliar, termasuk tekanan pada saham big cap BBCA senilai Rp1,2 triliun dan BMRI Rp362 miliar.
Secara teknikal, Hendra memperkirakan IHSG masih akan bergerak volatil di rentang 7.670–7.840 pada jangka pendek, seiring tren historis bulan September yang identik dengan weak seasonality. (*)