KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi I perdagangan Selasa, 3 Maret 2026 dengan kenaikan tipis 0,03 persen atau 2 poin ke level 8.019. Sepanjang sesi, indeks bergerak dalam rentang 7.971 hingga 8.098, dan mencerminkan volatilitas intraday di tengah tarik-menarik sentimen sektoral serta pergerakan saham berkapitalisasi besar.
Secara statistik pasar, terdapat 394 saham menguat, 324 saham melemah, dan 240 saham stagnan. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,78 juta kali dengan nilai transaksi Rp18,17 triliun. Sedangkan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp14,32 triliun.
Komposisi ini menunjukkan dominasi jumlah saham yang menguat, namun kenaikan indeks tertahan oleh tekanan pada sejumlah saham berbobot besar.
Dari sisi sektoral, lima sektor berada di zona hijau dan enam sektor terkoreksi. Sektor energi mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,46 persen ke level 4.306, diikuti sektor industri naik 0,99 persen ke level 2.004 dan konsumer non primer menguat 0,91 persen ke level 761.
Sektor transportasi naik 0,11 persen ke level 2.071 dan keuangan bertambah 0,04 persen ke level 1.441. Kenaikan sektor energi dan industri menjadi penopang utama indeks di tengah tekanan sektor lain.
Sebaliknya, sektor bahan baku mencatat pelemahan terdalam sebesar 1,78 persen ke level 2.400. Sektor infrastruktur turun 0,49 persen ke level 2.152, properti melemah 0,20 persen ke level 1.031, konsumer primer turun 0,19 persen ke level 1.129, dan kesehatan terkoreksi 0,13 persen ke level 1.901.
Sementara, sektor teknologi tercatat di level 8.255 dengan pergerakan terbatas. Tekanan pada sektor bahan baku dan sejumlah saham defensif menahan ruang penguatan indeks secara agregat.
Pada indeks Kompas100, saham BULL memimpin penguatan dengan kenaikan 9,57 persen ke level 515, disusul TAPG naik 7,40 persen ke level 1.670 dan PTBA menguat 6,91 persen ke level 2.940. Di sisi lain, NCKL melemah 5,88 persen ke level 1.360, UNVR turun 5,33 persen ke level 2.130 dan BRIS terkoreksi 5,22 persen ke level 2.180.
Pergerakan ini menunjukkan rotasi minat ke saham energi dan komoditas, sementara tekanan terjadi pada saham konsumer dan perbankan syariah.
Secara teknikal intraday, IHSG sempat menguji area 8.098 sebelum kembali bergerak turun mendekati 8.000. Di sini, level 8.000 menjadi area psikologis yang dijaga pelaku pasar pada sesi I.
Rentang pergerakan yang relatif sempit dibanding lonjakan volatilitas pada hari-hari sebelumnya mencerminkan adanya fase konsolidasi jangka pendek.
Memasuki sesi II, pergerakan indeks berpotensi tetap bergerak dalam rentang yang sama selama belum terjadi peningkatan signifikan pada nilai transaksi maupun dorongan dari saham-saham berkapitalisasi besar.
Area 7.970–8.000 menjadi zona penyangga intraday, sementara area 8.080–8.100 menjadi batas atas yang perlu ditembus untuk membuka ruang penguatan lanjutan hingga penutupan.
Dengan struktur penguatan tipis dan komposisi sektor yang terbelah, arah IHSG hingga akhir sesi hari ini akan sangat ditentukan oleh konsistensi sektor energi dan industri dalam mempertahankan momentum, serta apakah tekanan pada sektor bahan baku dan saham defensif dapat mereda pada paruh kedua perdagangan.(*)