KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan koreksi pada perdagangan terakhir dengan penurunan sebesar 3,05 persen atau 224,91 poin ke level 7.137. Tekanan pasar masih dipengaruhi sentimen eksternal serta meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar menjelang sejumlah agenda ekonomi global.
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, mengatakan pergerakan IHSG saat ini masih berada dalam struktur tren menurun setelah indeks menembus area support penting di level 7.200.
“Secara teknikal IHSG masih bergerak dalam tren bearish setelah menembus area support tersebut dan membentuk lower low. Dalam jangka pendek indeks berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area psikologis 7.100 hingga 7.000,” kata Reza dalam riset harian yang dirilis Senin, 16 Maret 2026.
Penurunan IHSG juga terjadi di tengah arus dana asing yang tercatat melakukan penjualan bersih di pasar saham domestik. Pada perdagangan terakhir, investor asing membukukan net foreign sell sekitar Rp221,84 miliar di pasar reguler.
Secara keseluruhan, tekanan jual terlihat dominan di pasar saham. Sebanyak 629 saham tercatat mengalami penurunan harga, sementara 104 saham menguat dan 86 saham lainnya bergerak stagnan.
Dari sisi eksternal, pergerakan pasar turut dipengaruhi perkembangan global. Konflik geopolitik di Timur Tengah mendorong kenaikan harga energi yang meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi inflasi global.
Data komoditas menunjukkan harga minyak mentah menguat sekitar 3,11 persen, sementara harga emas turun 1,25 persen. Di sisi lain, harga minyak sawit mentah (CPO) naik sekitar 0,68 persen, sedangkan batu bara terkoreksi sekitar 0,15 persen dan nikel turun sekitar 2,71 persen.
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku pasar menjelang keputusan kebijakan suku bunga bank sentral pada pekan ini.
Di sisi lain, riset MNC Sekuritas juga menunjukkan bahwa secara teknikal IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi dalam jangka pendek.
Head of Research Retail MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebutkan bahwa posisi IHSG saat ini berada dalam fase koreksi lanjutan dalam struktur pergerakan gelombang teknikal.
“Posisi IHSG saat ini berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A. Hal ini membuka peluang bagi indeks untuk melanjutkan koreksi menuju rentang 6.991 hingga 7.140,” ujar Herditya dalam laporan riset Daily Scope Wave.
MNC Sekuritas juga mencatat bahwa area support terdekat IHSG berada di level 7.071 dan 6.971, sementara area resistance berada pada kisaran 7.527 hingga 7.678.
Selain itu, meningkatnya sikap wait and see dari investor juga diperkirakan terjadi menjelang periode libur panjang Idul Fitri. Ketidakpastian sentimen global serta pergerakan harga energi masih menjadi faktor yang diperhatikan pelaku pasar dalam jangka pendek.
Dalam kondisi pasar yang masih bergerak volatil, sejumlah sekuritas tetap memberikan rekomendasi trading pada beberapa saham tertentu. MNC Sekuritas mencatat saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), PT Petrosea Tbk (PTRO), serta PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) masuk dalam daftar saham yang dapat dicermati oleh pelaku pasar.
Rekomendasi tersebut diberikan dengan strategi buy on weakness maupun speculative buy, seiring pergerakan harga saham yang dinilai masih berada pada fase teknikal tertentu dalam struktur pergerakan pasar. (*)