KABARBURSA.COM - PT Indika Energy Tbk (INDY) mengucurkan dana pinjaman Rp72 miliar kepada anak usaha PT Energi Makmur Buana (EMB), yang ditetapkan pada 28 Juni 2024.
”Fasilitas pinjaman dari perseroan tersebut diplot sebagai modal kerja, dan pembiayaan kegiatan operasional lainnya dari EMB,” tegas Adi Pramono, Corporate Secretary Indika Energy.
Pinjaman yang diberikan INDY kepada EMB diberi waktu sepanjang 5 tahun. Tingkat bunganya sebesar 8,4 persen per tahun. Pembayaran dilakukan setiap tahun pada tanggal 31 Desember.
Transaksi dilaksanakan selaras dengan langkah strategis perseroan untuk mengembangkan kegiatan usaha EMB sebagai implementasi dari program diversifikasi usaha, khususnya sektor kendaraan listrik. Yang tidak kalah krusial yaitu mendukung target perseroan untuk mencapai Net Zero 2050.
Transaksi itu, masih wilayah afiliasi. Pasalnya, ada hubungan kepemilikan saham antara perseroan dengan EMB. Di mana, EMB merupakan entitas anak dengan kepemilikan 51 persen secara tidak langsung oleh perseroan.
Oleh karena transaksi ini merupakan transaksi afiliasi yang tidak dikecualikan berdasar POJK 42/2020, transaksi wajib menggunakan pendapat kewajaran (fairness opinion) diterbitkan KJPP sebagai penilai independen terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
INVI Milik EMB
Terkait dengan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), EMB telah meluncurkan INVI di GIIAS 2023. INVI sendiri fokus produksi pada instruksi pendukung elektrifikasi kendaraan.
Hasil produksi INVI berupa bus listrik, infrastuktur pendukung seperti stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Selain meluncurkan INVI, Indika Energy juga menandatangani kerja sama dengan Daeyoung Chaevi yang merupakan industri pengisian baterai listrik untuk lokalisasi mesin KLBB di Indonesia.
Sebagai bagian dari kesepakatan ini, Indika Energy melalui EMB akan berperan sebagai mitra lokal dalam mendukung proses lokalisasi, termasuk manufaktur, penelitian, dan pengembangan komponen yang diperlukan untuk produksi mesin pengisian baterai listrik yang inovatif.
Wakil Direktur Utama dan Grup CEO PT Indika Energy Tbk, Azis Armand mengatakan, melalui langkah strategis ini, diharapkan produksi mesin pengisian baterai listrik lokal dan adopsi kendaraan listrik di Indonesia dapat meningkat, seiring dengan upaya pencapaian netral karbon.
“Peluncuran produk charging station INVI dan bus listrik ini menjadi bagian dari perjalanan Indika Energy untuk menghadirkan ekosistem kendaraan listrik yang komprehensif di Tanah Air,” kata Azis.
INVI juga memperkenalkan bus listrik KG Mobility (sebelumnya Edison Motors) yang memiliki kekuatan mesin hingga 320 kW dengan jarak tempuh lebih dari 350 km. Hal ini juga menjadi salah satu komitmen Indika Energy Group dalam mengakselerasi perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Sementara itu produk charging station dari INVI mengutamakan efisiensi, melalui mesin pengisi kendaraan berbasis listrik hingga daya 200 kW dengan teknologi terdepan Original Equipment Manufacture (OEM) yang memiliki 39 paten.
Kinerja Emiten Tambang
Emiten tambang INDY mencatatkan laba bersih sebesar USD20,11 atau sekitar Rp326,85 miliar pada 3 bulan pertama tahun 2024. Capaian ini mengalami penurunan 37,44 persen secara tahunan (year on year/yoy) dari tahun sebelumnya sebesar USD58,92 juta.
INDY membukukan penurunan pendapatan pada kuartal I 2024 itu sebesar 37,44 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Alhasil, sepanjang 3 bulan pertama 2024 ini, INDY memperoleh USD567,3 juta atau Rp9,21 triliun dari sebelumnya USD906,8 juta.
Besaran pendapatan tersebut berasal dari penjualan batu bara sebesar USD521,64 juta, yang juga turun secara tahunan dari USD818,35 juta. Pendapatan kontrak dan jasa senilai USD39,9 juta, dan perdagangan lainnya sebesar USD5,72 juta. Sementara itu, berdasarkan segmen operasi grup, pendapatan INDY dikontribusi oleh sumber daya energi sebesar USD522,39 juta, jasa energi sebesar USD27,3 juta, dan logistik dan infrastruktur senilai USD10,4 juta.
Hal itu terpengaruh oleh segmen bisnis utama INDY yang merosot di kuartal I 2024. Penjualan batu bara INDY turun 36,25 persen yoy dari USD818,35 juta menjadi USD521,64 juta. Itu terdiri dari penjualan batu bara ke pelanggan luar negeri sebesar USD379,68 juta dan dalam negeri sebesar USD141,96 juta. Pendapatan kontrak dan jasa ambles 49,23 persen yoy menjadi USD39,95 juta.
Beban pokok kontrak dan penjualan juga ikut turun 33,06 persen yoy menjadi sebesar USD473,76 juta. Maka demikian, laba kotor Indika Energy sebesar USD93,55 juta, turun 53,01 persen yoy.
Sementara itu, ekuitas INDY meningkat menjadi USD1,39 miliar dalam tiga bulan pertama tahun ini. Liabilitas juga naik sedikit menjadi USD1,74 miliar. Jumlah aset perusahaan pun tercatat sebesar USD3,13 miliar per kuartal I 2024. (*)