KABARBURSA.COM – Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) bergerak liar sepanjang perdagangan Mei 2026. Setelah sahamnya sempat terbang ke area 525, DEWA mendadak berbalik tajam sebelum akhirnya mencoba rebound lagi ke level 484 pada perdagangan terakhir.
Di tengah pergerakan yang naik-turun cepat itu, perhatian tertuju pada aktivitas JP Morgan Sekuritas Indonesia (BK). Broker ini terlihat sangat aktif keluar-masuk saham DEWA dalam beberapa sesi penting sepanjang bulan berjalan.
Secara keseluruhan, BK masih lebih dominan melepas barang ketimbang mengoleksi. Data transaksi menunjukkan broker tersebut mencatat total net sell sekitar Rp32,56 miliar sepanjang Mei, dengan total net buy hanya sekitar Rp13,4 miliar.
Artinya, secara bersih BK masih membuang saham DEWA sekitar Rp19,16 miliar. Pasar membaca aksi ini sebagai trading momentum ketimbang akumulasi jangka panjang.
Aksi beli BK sebenarnya sempat terlihat agresif ketika DEWA mulai memanas di awal Mei. Pada 5 Mei 2026, saat saham naik 3,24 persen ke level 510, BK mencatat pembelian bersih senilai Rp1,4 miliar.
Pergerakan itu berlanjut pada 6 Mei dan 7 Mei. Di tanggal tersebut, BK memborong masing-masing Rp1,3 miliar dan Rp3 miliar saham DEWA, saat harga bergerak di area 520 hingga 515.
Namun situasi mulai berubah ketika pasar memasuki fase distribusi besar asing. Pada 8 Mei, saham DEWA anjlok 7,96 persen ke level 474. Di saat itu pula, BK tercatat melakukan net sell jumbo mencapai Rp15,7 miliar. Tekanan tersebut terjadi ketika asing juga melakukan distribusi besar dengan net foreign sell mencapai Rp22,93 miliar.
Saat itu, terlihat volume perdagangan DEWA melonjak hingga 5,13 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp252,19 miliar. Artinya, arena perdagangan DEWA sedang dipenuhi aksi keluar-masuk dana besar.
Setelah sempat mereda, BK kembali terlihat masuk pada 11 Mei dan 12 Mei. Bahkan pada 12 Mei, broker ini mencatat pembelian bersih sebanyak Rp5,8 miliar. Ketika itu, saham bergerak di area 466–474.
Momen tersebut sempat membuat pasar membaca adanya peluang rebound jangka pendek. Dan betul, sehari setelahnya, DEWA kembali naik 2,11 persen ke level 484 dengan nilai transaksi mencapai Rp210,31 miliar.
Namun di saat rebound itu pula BK memutuskan untuk melakukan net sell besar senilai Rp15,9 miliar.
Pola ini membuat arah DEWA terlihat sangat fluktuatif. Di satu sisi, saham mulai memantul dari area bawah setelah tekanan jual besar dalam beberapa hari terakhir. Tetapi di sisi lain, distribusi broker besar juga belum benar-benar berhenti.
Tekanan Asing Tinggi
Sepanjang bulan berjalan, DEWA memang menjadi salah satu saham dengan pergerakan paling agresif. Harga sempat naik dari area 494 menuju 525 hanya dalam beberapa sesi perdagangan sebelum akhirnya kembali turun ke area 468–474.
Arus dana asing juga masih menunjukkan tekanan. Setelah sempat mencatat net foreign buy Rp28,40 miliar pada 5 Mei, DEWA kemudian dibanjiri aksi jual asing berturut-turut.
Dalam lima hari perdagangan setelah lonjakan tersebut, net foreign sell DEWA tercatat melampaui Rp86 miliar. Tekanan terbesar terjadi pada 6 Mei dan 8 Mei ketika nilai jual bersih asing masing-masing mencapai Rp25,45 miliar dan Rp22,93 miliar.
Buy on Weakness?
Secara teknikal, posisi DEWA saat ini mulai memasuki fase tarik-ulur yang cukup sensitif. Harga memang berhasil rebound ke area 484, tetapi penguatan masih tertahan di sekitar MA60 yang kini menjadi resistance penting jangka pendek.
Selama saham masih mampu bertahan di atas area 458, ruang rebound teknikal dinilai masih terbuka. MNC Sekuritas melihat area 476 hingga 482 kini menjadi zona buy on weakness yang mulai diperhatikan pelaku pasar.
Jika volume kembali meningkat dan tekanan jual mulai mereda, DEWA berpeluang mencoba menguji area 540 hingga 595. Namun pola distribusi broker besar dan arus keluar asing masih menjadi faktor yang akan sangat menentukan arah saham ini dalam perdagangan selanjutnya.
Untuk perdagangan esok hari, pasar kemungkinan akan lebih fokus mengamati apakah tekanan jual BK kembali muncul setelah rebound dua hari terakhir. Sebab sejauh ini, kenaikan DEWA masih terlihat sebagai area tarik-ulur cepat antara trader momentum dan aksi distribusi pelaku besar.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.