Logo
>

Laba ITMG Turun 36 Persen Kuartal I 2025, Sesuai Ekspektasi?

Analis menilai penurunan laba bersih ITMG pada kuartal pertama 2025 sejalan dengan ekspektasi pasar.

Ditulis oleh Syahrianto
Laba ITMG Turun 36 Persen Kuartal I 2025, Sesuai Ekspektasi?
Para pekerja Indo Tambangraya Megah di dalam situs tambang yang dimiliki dan dikelola. (Foto: Dok. ITMG)

KABARBURSA.COM - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melaporkan laba bersih sebesar USD65 juta pada kuartal I 2025, turun 36 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, namun meningkat 5,5 persen secara tahunan. Meskipun mengalami tekanan laba secara kuartalan, pencapaian ini dinilai masih sejalan dengan ekspektasi pasar. 

Berdasarkan estimasi dari Stockbit Sekuritas, laba kuartal ini telah memenuhi 21 persen dari proyeksi laba bersih tahun penuh 2025, baik dari pihak internal maupun konsensus analis.

Penurunan laba bersih ITMG tak lepas dari merosotnya pendapatan yang mencapai minus 26 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Hal ini terutama disebabkan oleh turunnya volume penjualan batubara sebesar 15 persen secara kuartalan, serta koreksi harga jual rata-rata (average selling price/ASP) sebesar 13 persen. 

Meski volume penjualan baru mencakup 22 persen dari proyeksi tahunan Stockbit Sekuritas, analis menilai hal ini masih dalam batas wajar mengingat tren musiman perusahaan yang biasanya mencatat kinerja operasional lebih rendah pada kuartal pertama.

Kinerja margin laba usaha ITMG juga mengalami tekanan. Margin laba usaha tercatat menyusut sebesar 860 basis poin dibandingkan kuartal IV 2024. Penurunan ini terjadi karena beban pokok pendapatan hanya turun 19 persen secara kuartalan (quarter on quarter/qoq), lebih rendah dibandingkan penurunan pendapatan, yang disebabkan oleh naiknya biaya pertambangan sebesar 4,8 persen. 

Di sisi lain, beban usaha turun 13 persen, namun penurunan tersebut kurang mampu menopang margin karena faktor negatif dari akun domestic market obligation (DMO) yang berbalik arah dari positif USD2,2 juta menjadi negatif USD1,2 juta.

Secara operasional, ITMG mencatat peningkatan produksi sebesar 1,9 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, dengan rasio pengupasan (stripping ratio) tercatat sebesar 8,8 kali, turun dari 9,9 kali pada kuartal IV 2024. Manajemen ITMG dijadwalkan akan memberikan penjelasan lebih lanjut dalam sesi earnings call pada Jumat, 16 Mei 2025.

“Secara umum, hasil kinerja kuartal pertama ini masih sesuai dengan ekspektasi kami, terutama karena pengaruh musiman yang biasa menekan kinerja pada awal tahun,” ujar Hendriko Gani, Investment Analyst di Stockbit Sekuritas.

Analisis Fundamental Indo Tambangraya Megah (ITMG)

Kinerja keuangan Indo Tambangraya Megah pada kuartal I 2025 mencerminkan tekanan dari sisi operasional, namun tetap menunjukkan fundamental yang kokoh dari sisi solvabilitas dan efisiensi manajemen. 

Dari sisi laba, ITMG mencatatkan penurunan laba bersih kuartalan sebesar 35,7 persen menjadi USD65 juta. Hal ini seiring dengan penurunan pendapatan 25,5 persen secara kuartalan menjadi USD483 juta, terutama karena turunnya volume penjualan dan harga jual rata-rata (ASP) batu bara. 

Meski demikian, secara tahunan (year on year/yoy), pendapatan hanya turun tipis 1,4 persen dan laba bersih naik 5,5 persen.

Margin laba kotor (GPM) tercatat sebesar 28,1 persen, lebih rendah dibandingkan 33,9 persen pada kuartal sebelumnya, namun masih menunjukkan ketahanan di tengah tekanan harga. 

Margin laba operasi (OPM) dan margin laba bersih (NPM) pun masing-masing berada di 16,7 persen dan 13,5 persen, cukup stabil untuk industri batubara yang sangat siklikal. 

Sementara itu, biaya operasional seperti freight cost dan loading demurrage turut menurun, namun belum mampu menutupi penurunan pendapatan yang tajam.

Di sisi operasional, volume produksi meningkat menjadi 5,3 juta ton (1,9 persen qoq), meskipun volume penjualan menurun menjadi 5,9 juta ton (14,5 persen qoq). Penurunan ini menyebabkan stripping ratio ITMG juga mengalami penurunan dari 9,9x menjadi 8,8x.

Namun yang paling menonjol dari ITMG adalah kekuatan fundamentalnya dalam aspek solvabilitas dan efektivitas manajemen. Rasio lancar (current ratio) berada di level 4,59 dan quick ratio sebesar 4,21, menunjukkan likuiditas perusahaan sangat tinggi. 

Selain itu, struktur permodalan ITMG tergolong konservatif, dengan debt-to-equity ratio hanya 0,04 dan total debt-to-assets ratio sebesar 0,03. Ini mencerminkan bahwa perusahaan hampir tidak memiliki utang berbunga, sesuatu yang jarang ditemui dalam sektor tambang. 

Interest coverage ratio yang mencapai 119,10 kali juga menjadi bukti kekuatan arus kas perusahaan dalam menanggung beban bunga.

Dari sisi profitabilitas, return on assets (ROA) sebesar 14,88 persen dan return on equity (ROE) 18,36 persen menunjukkan efektivitas tinggi dalam mengelola aset dan modal. Return on capital employed (ROCE) bahkan menyentuh 23,96 persen, serta return on invested capital (ROIC) di angka 18,86 persen, indikator efisiensi perusahaan dalam menciptakan nilai tambah dari investasi.

Efisiensi operasional ITMG juga terlihat dari cash conversion cycle yang sangat singkat, yakni hanya 13,38 hari, dengan perputaran piutang (receivables turnover) sebesar 3,68 kali dan inventory turnover mencapai 17,92 kali per tahun. Hal ini menandakan kemampuan ITMG dalam mengelola modal kerja secara efisien.

Dengan Altman Z-score di level 5,62, ITMG masuk dalam kategori perusahaan yang sangat sehat dari sisi risiko kebangkrutan. 

Tak hanya itu, perusahaan juga mencatatkan arus kas bebas (free cash flow) sebesar USD1,27 miliar pada kuartal ini, sinyal kuat bahwa perusahaan memiliki fleksibilitas keuangan yang tinggi untuk mendanai ekspansi atau membagikan dividen kepada pemegang saham.

Secara keseluruhan, meski kinerja kuartalan ITMG tertekan oleh faktor musiman dan harga komoditas, fundamental perusahaan tetap terjaga sangat solid. Kinerja ini berpotensi membaik seiring membaiknya volume penjualan dan harga batubara pada kuartal-kuartal berikutnya. 

Investor jangka panjang dapat melihat ITMG sebagai entitas batubara dengan likuiditas prima, utang minimal, dan profitabilitas tinggi. (*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.