Logo
>

Laba Medco (MEDC) 2025 Turun ke USD101 Juta, Apa Penahannya?

Tekanan harga minyak dan gas serta kontribusi aset menjadi faktor penurunan laba di tengah kinerja operasional yang tetap terjaga.

Ditulis oleh Syahrianto
Laba Medco (MEDC) 2025 Turun ke USD101 Juta, Apa Penahannya?
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatatkan laba bersih sebesar USD101 juta pada 2025, turun dibandingkan USD367 juta pada tahun sebelumnya. (Foto: Dok. MedcoEnergi)

KABARBURSA.COM – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatatkan laba bersih sebesar USD101 juta pada 2025, turun dibandingkan USD367 juta pada tahun sebelumnya. Penurunan terjadi di tengah tekanan harga komoditas dan kontribusi yang lebih rendah dari sejumlah aset.

Direktur Utama MedcoEnergi, Hilmi Panigoro, menyampaikan kinerja 2025 tetap mencerminkan fondasi operasional yang terjaga. “Saya sangat puas dengan kinerja tahun 2025 dan tetap berkomitmen memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan,” ujarnya dalam siaran pers, dikutip Kamis, 2 April 2026.

CEO MedcoEnergi, Roberto Lorato, menambahkan bahwa kinerja operasional tetap sesuai target meski laba menurun. “Kami membukukan kinerja yang kuat dengan pencapaian produksi minyak dan gas sebesar 156 mboepd serta penjualan listrik 4.371 GWh,” kata dia.

Penurunan laba bersih dipengaruhi oleh kontribusi yang lebih rendah dari Amman Mineral Internasional, penurunan nilai aset non-kas, serta biaya pengeboran dry hole di PSC Beluga. Selain itu, pelemahan harga minyak dan gas juga menjadi faktor yang menekan kinerja.

Harga minyak rata-rata tercatat turun sekitar 15 persen menjadi USD67 per barel dari USD78 per barel pada 2024. Sementara harga gas melemah menjadi USD6,8 per mmbtu dari USD7,0 per mmbtu pada periode sebelumnya.

Di sisi lain, EBITDA tetap stabil di level USD1,26 miliar atau setara dengan capaian tahun sebelumnya. Stabilitas ini ditopang oleh kinerja operasional yang tetap terjaga di tengah tekanan harga energi global.

Produksi minyak dan gas MedcoEnergi meningkat menjadi 156 mboepd, didorong oleh produksi dari Lapangan Terubuk dan Forel di South Natuna Sea Block B serta kinerja aset di Oman. Perseroan juga mencatatkan produksi akhir tahun di atas 170 mboepd.

Dari segmen ketenagalistrikan, penjualan listrik mencapai 4.371 GWh dengan kontribusi energi terbarukan sebesar 25 persen. Kinerja ini mencerminkan ekspansi pembangkit berbasis energi bersih yang terus berjalan.

Dari sisi struktur keuangan, total utang konsolidasi meningkat menjadi USD3,65 miliar. Kenaikan ini terkait pembelian FPSO Marlin Natuna serta pembiayaan proyek energi baru dan pengembangan pembangkit listrik berbasis gas.

Rasio utang bersih terhadap EBITDA tercatat sebesar 2,0 kali, meningkat dari 1,8 kali pada 2024 namun masih dalam kisaran target perusahaan. Sementara itu, posisi kas tercatat sebesar USD633 juta pada akhir 2025.

Belanja modal sepanjang tahun mencapai USD437 juta, dengan mayoritas dialokasikan untuk pengembangan aset minyak dan gas serta proyek ketenagalistrikan. Biaya produksi minyak dan gas tercatat sebesar USD8,6 per barel setara minyak.

MedcoEnergi juga membagikan dividen sebesar USD80 juta atau sekitar Rp53,4 per saham, meningkat 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, perusahaan mencatat peningkatan peringkat ESG menjadi “AAA” dari MSCI dan kenaikan peringkat kredit menjadi Ba3 dari Moody’s.

Memasuki 2026, MedcoEnergi menargetkan produksi minyak dan gas sebesar 165 hingga 170 mboepd serta penjualan listrik sebesar 4.550 GWh. Perusahaan juga menetapkan belanja modal untuk minyak dan gas sebesar USD415 juta dan ketenagalistrikan USD15 juta.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.