KABARBURSA.COM – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat laba bersih USD1,448 miliar sepanjang 2025, berbalik dari rugi USD56,5 juta pada tahun sebelumnya. Pendapatan juga melonjak menjadi USD7,02 miliar atau naik 293,2 persen secara tahunan.
Group Chief Financial Officer Chandra Asri Group, Andre Khor, menyampaikan capaian ini ditopang profitabilitas yang solid dan likuiditas yang tetap kuat. Ia menyebut perusahaan menjaga posisi kas dan setara kas lebih dari USD3 miliar.
“Kami memasuki 2026 dengan momentum kuat, didukung kinerja operasional yang solid serta kontribusi awal dari berbagai inisiatif strategis,” ujar Andre.
Kinerja 2025 menunjukkan lonjakan pada seluruh lini usaha. Berdasarkan tabel pada halaman 2, segmen energi menyumbang USD3,66 miliar, segmen kimia USD3,23 miliar, dan infrastruktur USD121,2 juta.
EBITDA meningkat menjadi USD1,657 miliar dari USD76,1 juta pada 2024. Arus kas operasi tercatat USD349,9 juta, sementara belanja modal mencapai USD736,4 juta.
Dari sisi neraca, total aset meningkat menjadi USD12,32 miliar dari USD5,66 miliar pada 2024. Total liabilitas mencapai USD7,66 miliar dan ekuitas USD4,65 miliar, dengan utang jangka panjang berbunga sebesar USD4,45 miliar.
Ekspansi bisnis menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan. Di sektor energi, perusahaan mengintegrasikan Aster Chemicals and Energy (ACE) yang sebelumnya merupakan Shell Energy & Chemicals Park, serta mengakuisisi jaringan SPBU Esso milik ExxonMobil di Singapura. Akuisisi tersebut didukung pembiayaan khusus senilai USD750 juta dari KKR.
Pada segmen kimia, Chandra Asri mengakuisisi Chevron Phillips Singapore Chemicals yang kini menjadi Aster Polymer Solutions. Fasilitas ini memiliki kapasitas High-Density Polyethylene sebesar 400 KTA dan memperluas jaringan pemasaran di Asia Tenggara, Tiongkok, dan Australia.
Di dalam negeri, proyek Chlor-Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) senilai sekitar USD800 juta telah mencapai progres lebih dari 50 persen dan ditargetkan beroperasi pada kuartal I 2027. Proyek ini juga mendapat dukungan investasi USD200 juta dari Danantara dan INA.
Penguatan bisnis juga dilakukan melalui pilar infrastruktur lewat Chandra Daya Investasi. Perusahaan mengembangkan layanan kepelabuhanan dan penyimpanan dengan izin konsesi dari Kementerian Perhubungan, serta memperluas armada menjadi 14 kapal gas dan kimia dan lebih dari 200 truk logistik.
Selain ekspansi bisnis, perusahaan juga mencatat berbagai inisiatif strategis. Chandra Asri meluncurkan Graduate Development Program untuk mencetak talenta baru, serta menjalankan program ekonomi sirkular termasuk pengolahan 144,8 juta kantong plastik menjadi 120,8 kilometer jalan.
Perusahaan juga meraih sejumlah penghargaan internasional, antara lain Best M&A Deal dan Best CFO, serta penghargaan keberlanjutan seperti The Asset Triple A Awards dan Indonesia Circular Economy Awards.
Kinerja 2025 memperlihatkan peningkatan skala bisnis dan integrasi lintas sektor energi, kimia, dan infrastruktur. Ekspansi regional dan penguatan portofolio menjadi bagian dari pengembangan bisnis Chandra Asri ke depan.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.