Logo
>

Laba Turun Dividen Dipertaruhkan, UNTR Masih Layak Dilirik

RUPST April jadi penentu arah pembagian laba di tengah penurunan kinerja, sementara harga saham menguji area krusial.

Ditulis oleh Yunila Wati
Laba Turun Dividen Dipertaruhkan, UNTR Masih Layak Dilirik
Laba UNTR menyusut, namun rencana pembagian dividen masih berlanjut. (Foto: dok United Tractors)

KABARBURSA.COM – Di tengah penurunan laba dan mendekatnya agenda pembagian dividen, perhatian pasar mulai tertuju pada satu hal, apakah UNTR masih cukup menarik untuk dipertahankan. 

Pergerakan harga yang terkoreksi tipis ke level 30.600 justru muncul saat ekspektasi terhadap dividen mulai dihitung ulang oleh pelaku pasar. Di fase ini, kombinasi antara kinerja keuangan dan potensi imbal hasil menjadi penentu arah berikutnya.

Direksi United Tractors telah memanggil pemegang saham untuk menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 16 April 2026 di Menara Astra Jakarta. Salah satu agenda utama dalam rapat tersebut adalah penetapan penggunaan laba bersih tahun buku 2025, termasuk keputusan pembagian dividen. 

Momentum ini menjadi titik perhatian, karena akan menentukan arah distribusi kas kepada pemegang saham di tengah penurunan kinerja laba.

Sepanjang 2025, UNTR membukukan laba bersih sebesar Rp14,81 triliun, turun sekitar 24 persen dibandingkan Rp19,53 triliun pada tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi seiring dengan pelemahan pendapatan yang turun tipis 2 persen menjadi Rp131,3 triliun. 

Laba per saham juga ikut terkoreksi menjadi Rp4.082 dari sebelumnya Rp5.378. Penurunan ini mencerminkan tekanan yang merata pada kinerja keuangan.

BRI Danareksa Sekuritas mencatat bahwa penurunan laba tersebut dipengaruhi oleh melemahnya kontribusi segmen kontraktor penambangan akibat curah hujan yang tinggi. Selain itu, segmen batu bara termal dan metalurgi juga mengalami tekanan dari sisi harga jual yang lebih rendah. 

Kombinasi faktor operasional dan harga komoditas ini membentuk penurunan profitabilitas sepanjang tahun berjalan.

Proyeksi Dividen

Di tengah kondisi tersebut, UNTR sebelumnya telah membagikan dividen interim sebesar Rp2,05 triliun atau Rp567 per saham pada Oktober 2025. Jika mengacu pada pola pembagian dividen tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 40 persen dari laba bersih, maka potensi total dividen tahun buku 2025 diperkirakan berada di kisaran Rp5,9 triliun. 

Dengan demikian, sisa dividen final yang berpotensi dibagikan mencapai Rp3,86 triliun atau sekitar Rp1.000 per saham.

Proyeksi dividen ini menjadi salah satu faktor yang mulai diperhitungkan pasar, terutama dalam konteks daya tarik yield di tengah tekanan laba. Dengan laba yang menurun, ruang pembagian dividen menjadi lebih terbatas secara nominal, namun tetap berada dalam kerangka payout ratio historis.

Kondisi ini menempatkan saham UNTR dalam posisi yang sensitif terhadap keputusan final dalam RUPST.

Analisis Teknikal

Dari sisi teknikal, MNC Sekuritas melihat posisi UNTR saat ini berada dalam bagian dari wave (iii) dari wave [v], yang mencerminkan fase lanjutan dalam struktur pergerakan harga. Koreksi yang terjadi ke level 30.600 disertai tekanan jual menunjukkan adanya distribusi jangka pendek, meskipun belum mengubah struktur tren secara keseluruhan. 

Area 29.475 hingga 30.350 menjadi zona yang diperhatikan sebagai titik buy on weakness.

Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, ruang penguatan menuju target 31.300 hingga 32.000 tetap terbuka. Namun, batas bawah di level 29.075 menjadi titik penting yang akan menentukan perubahan arah pergerakan apabila tekanan jual meningkat. 

Dalam kondisi ini, pergerakan harga akan sangat bergantung pada keseimbangan antara tekanan distribusi dan minat beli yang muncul di area support.

Dengan kombinasi antara penurunan laba, ekspektasi dividen, serta struktur teknikal yang masih dalam fase lanjutan, pergerakan UNTR menjelang RUPST berada dalam posisi yang dinamis. Pasar akan terus mencermati bagaimana keputusan terkait pembagian laba diambil, sembari menguji kekuatan harga di area-area krusial yang menjadi penentu arah berikutnya.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79