KABARBURSA.COM – PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) atau mencatat margin laba bersih sebesar 18,9 persen pada 2025, meningkat dari 16,8 persen pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini terjadi seiring pertumbuhan laba bersih yang mencapai Rp2,03 triliun.
Manajemen emiten pengelola Cimory ini menyampaikan peningkatan kinerja terjadi sejalan dengan penguatan operasional dan pertumbuhan penjualan. Laporan tahunan mencatat laba usaha meningkat 35,76 persen menjadi Rp2,27 triliun.
“Penjualan bersih mencapai Rp10,72 triliun, meningkat 18,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” sebagaimana disampaikan dalam laporan tahunan CMRY 2025.
Sepanjang 2025, CMRY membukukan penjualan bersih Rp10,72 triliun, naik dari Rp9,03 triliun pada 2024. Laba bruto tercatat Rp4,85 triliun atau meningkat 18,89 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Pertumbuhan laba bersih tercatat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan penjualan. Laba bersih mencapai Rp2,03 triliun atau naik 33,80 persen dibandingkan Rp1,52 triliun pada 2024.
Kenaikan margin laba bersih menjadi 18,9 persen terjadi bersamaan dengan peningkatan margin laba bruto yang berada di level 45,3 persen pada 2025. Pada tahun sebelumnya, margin laba bruto tercatat 45,2 persen.
Dari sisi struktur pendapatan, segmen makanan olahan menjadi kontributor terbesar dengan nilai penjualan Rp6,65 triliun atau setara 62 persen dari total penjualan. Segmen produk olahan susu mencatat penjualan Rp4,07 triliun atau berkontribusi 38 persen.
Distribusi penjualan menunjukkan ritel modern menyumbang 39 persen dari total penjualan. Sementara perdagangan umum berkontribusi 36 persen dan jaringan Miss Cimory sebesar 21 persen.
Jumlah agen Miss Cimory meningkat 42 persen menjadi 10.099 agen. Sementara jumlah mitra peternak susu lokal meningkat 17 persen menjadi 18.458 orang pada 2025.
Dari sisi ekspansi pasar, penjualan ekspor meningkat 50,62 persen dengan distribusi ke sejumlah negara seperti Filipina, Kamboja, dan Vietnam. Kontribusi ekspor tercatat sekitar 1 persen dari total penjualan.
Kinerja keuangan menunjukkan total aset meningkat 6,71 persen menjadi Rp8,74 triliun. Total ekuitas tercatat Rp6,78 triliun, sementara total liabilitas meningkat 35,92 persen menjadi Rp1,96 triliun.
Arus kas bersih dari aktivitas operasi tercatat Rp1,91 triliun atau meningkat 10,32 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh penerimaan kas dari pelanggan yang naik 17,56 persen menjadi Rp10,58 triliun.
Sepanjang 2025, CMRY mencatat kondisi pasar yang dipengaruhi tekanan daya beli dan volatilitas ekonomi. Pemulihan mulai terlihat pada paruh kedua tahun seiring meningkatnya minat konsumen terhadap produk susu olahan.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.