Logo
>

Menyala, IPO Mixue Melejit 47 Persen dan Raup USD444 Juta

Mixue Group, jaringan minuman bubble tea terbesar di China, mencatat debut gemilang di Bursa Efek Hong Kong

Ditulis oleh Syahrianto
Menyala, IPO Mixue Melejit 47 Persen dan Raup USD444 Juta
Sebuah gerai Mixue di Supermall Karawaci, Tangerang. (Foto: Wikimedia Commons)

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - Mixue Group, jaringan minuman bubble tea terbesar di China, mencatat debut gemilang di Bursa Efek Hong Kong pada Senin, 3 Maret 2025. Saham perusahaan ini melonjak lebih dari 47 persen pada hari pertama perdagangan, menandai awal yang kuat untuk penawaran umum perdana (IPO) di Hong Kong sejak tahun 2021.

    Mixue, dikenal dengan minuman terjangkau dan maskot Snow King berbalut jubah merah, berhasil mengumpulkan USD444 juta melalui IPO dengan menjual 17 juta saham pada harga tetap HKD202,5 per saham. Pada hari pertama perdagangan, saham Mixue dibuka pada HKD262 dan mencapai puncak di HKD298, melampaui kenaikan 1 persen pada Indeks Hang Seng Hong Kong. 

    Harapan Baru untuk Pasar IPO Hong Kong

    Keberhasilan ini memperkuat harapan akan tahun yang kuat bagi penerbitan ekuitas baru oleh perusahaan China di Hong Kong. Pemerintah Beijing meningkatkan dukungan untuk perusahaan swasta guna menghidupkan kembali ekonomi yang melambat di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat. Sentimen positif dari investor ritel dan institusional sangat penting bagi pipeline listing di pusat keuangan ini, dengan perusahaan seperti CATL dan Chery Automobile berencana meluncurkan penawaran tahun ini. 

    Permintaan dari investor ritel sangat luar biasa, dengan langganan melebihi saham yang ditawarkan sebanyak 5.258 kali, menjadikannya salah satu IPO paling populer di Hong Kong. Antusiasme ini didorong oleh profil tinggi Mixue di kalangan konsumen China karena minuman yang dijual seharga CNY6 (USD0,82) dan kurangnya IPO di Hong Kong. Beberapa klien bahkan membawa seluruh keluarga mereka untuk membuka akun hanya untuk berpartisipasi dalam IPO ini. 

    Reformasi sistem IPO Hong Kong yang diperkenalkan pada November 2023 berkontribusi pada sambutan hangat terhadap penawaran Mixue. Sistem baru ini mempersingkat waktu tunggu antara aplikasi pembelian saham dan listing, serta memungkinkan investor hanya membayar sebagian dari total jumlah yang harus dibayar setelah langganan mencapai tingkat tertentu. Akibatnya, banyak broker Hong Kong menawarkan pinjaman margin dengan bunga nol untuk berlangganan saham baru, meningkatkan minat ritel dalam penawaran seperti Mixue. 

    Pertumbuhan Pesat Mixue

    Didirikan pada tahun 1997 sebagai toko es kecil di Zhengzhou, provinsi Henan, Mixue telah berkembang menjadi raksasa waralaba dengan lebih dari 45.000 toko secara global hingga September 2024, melampaui 40.576 toko Starbucks di seluruh dunia. Mixue sering dianggap sebagai jaringan minuman es, teh susu, dan es krim terbesar di China. Namun, perusahaan ini beroperasi lebih seperti pemasok bahan baku daripada merek minuman tradisional, menjual bahan makanan, kemasan, dan peralatan kepada ribuan franchisee. Hampir semua tokonya dijalankan oleh franchisee, berbeda dengan Starbucks yang mengoperasikan 53 persen tokonya secara langsung. 

    Dalam sembilan bulan pertama tahun 2024, Mixue melaporkan laba bersih sebesar CNY3,49 miliar, naik dari CNY3,19 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan utama perusahaan berasal dari penjualan barang dagangan dan peralatan kepada toko waralaba, yang diwajibkan membeli barang-barang ini dari Mixue. Biaya waralaba hanya menyumbang 2,4 persen dari total pendapatan dalam tiga kuartal pertama tahun 2024. 

    Mixue berencana menggunakan sekitar dua pertiga dari hasil IPO untuk memperluas jejak globalnya. Perusahaan ini telah membuka toko di negara-negara seperti Australia dan Jepang, dan melihat potensi pertumbuhan lebih lanjut di China, terutama di kota-kota tingkat ketiga dan wilayah pedesaan. Namun, ekspansi global membawa tantangan, termasuk adaptasi produk dengan selera lokal dan persaingan dengan merek minuman yang sudah mapan. 

    Keberhasilan Mixue sebagian besar didorong oleh model bisnisnya yang unik. Perusahaan ini berfungsi sebagai pemasok utama bahan baku, kemasan, dan peralatan untuk jaringan waralabanya, memastikan konsistensi produk dan efisiensi biaya. Pendekatan ini memungkinkan Mixue menawarkan produk berkualitas dengan harga terjangkau, menarik bagi konsumen yang sadar harga, terutama di tengah pertumbuhan ekonomi yang melambat. 

    Persaingan di Pasar Minuman China

    Pasar minuman di China sangat kompetitif, dengan banyak merek teh modern bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar. Namun, Mixue berhasil menonjol melalui strategi harga yang agresif dan jaringan distribusi yang luas. Keberhasilan IPO Mixue juga mencerminkan minat investor yang kuat terhadap sektor ini, meskipun ada tantangan ekonomi yang lebih luas. 

    Dengan dana segar dari IPO dan basis konsumen yang kuat, Mixue berada pada posisi yang baik untuk melanjutkan ekspansinya. Perusahaan ini berencana untuk memperkuat kehadirannya di pasar domestik dan internasional, sambil terus menawarkan produk inovatif yang memenuhi selera konsumen yang terus berkembang. Namun, Mixue harus tetap waspada terhadap tantangan seperti perubahan preferensi konsumen domestik China sekaligus mempercepat ekspansi globalnya ke pasar berkembang dan negara-negara dengan permintaan tinggi untuk minuman bubble tea. (*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Syahrianto

    Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

    Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

    Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

    Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.