Logo
>

Meski Ramai Pemain, Saham Bank Digital Belum Menarik

Ditulis oleh KabarBursa.com
Meski Ramai Pemain, Saham Bank Digital Belum Menarik

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - Industri perbankan digital semakin ramai dengan pertambahan jumlah pemain, namun, mengoleksi saham bank digital belum menjadi rekomendasi yang menarik.

    Sebagai contoh, PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI), yang baru-baru ini meluncurkan layanan perbankan digital setelah diakuisisi oleh Kredivo Group pada 2022 lalu, tidak langsung menarik minat kolektor saham.

    Research Analyst Infovesta Kapital Advisori, Arjun Ajwani, menyatakan bahwa saham BBSI memiliki volume transaksi yang sangat rendah dan rentan terhadap fluktuasi harga yang tidak wajar sejak IPO.

    "Kondisi ini berlangsung sejak IPO," ujar Arjun pada 27 Februari 2024.

    Meskipun demikian, Arjun mencatat bahwa harga saham BBSI mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa minggu terakhir akibat spekulasi terkait peluncuran bank digital tersebut, mencapai level resistensi sebesar Rp 4.500 per saham.

    Secara keseluruhan, BBSI masih mencatat tren kenaikan sejak awal tahun, dengan pertumbuhan harga saham sebesar 22,68 persen Year-to-Date (YtD) hingga pukul 14.00 pada 28 Februari 2024, berada di level Rp 4.490 per saham.

    Meski demikian, kinerja ini sedikit berbeda jika dibandingkan dengan beberapa emiten bank digital lainnya. Saham-saham bank digital lainnya umumnya mengalami tren penurunan sejak awal tahun.

    Sebagai contoh, PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) telah mengalami penurunan sebesar 42,66 persen YtD. Hingga pukul 14.00 pada Rabu 28 Februari 2024, BBYB mengalami penguatan 1,63 persen menjadi Rp 250 per saham.

    PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) juga mengalami penurunan sebesar 20,63 persen YtD. Namun, sejak awal pekan ini, saham AMAR terus menguat.

    PT Bank Jago Tbk (ARTO) tercatat mengalami koreksi sebesar 12,76 persen sejak awal tahun, dengan penurunan lebih lanjut mencapai 25,88 persen dalam sebulan terakhir.

    Arjun menilai bahwa tren bank digital saat ini masih kurang stabil dan valuasinya masih terlalu tinggi untuk beberapa emiten perbankan. Selain itu, beberapa emiten bank digital masih mengalami kerugian keuangan, membuatnya kurang menarik bagi investor dibandingkan dengan bank konvensional.

    Head of Research RHB Sekuritas, Andrey Wijaya, mengungkapkan bahwa bank digital mungkin akan menjadi lebih menarik di paruh kedua tahun ini, terutama jika The Fed mulai menurunkan suku bunga.

    Andrey menjelaskan bahwa likuiditas pasar diharapkan akan membaik jika The Fed benar-benar menurunkan suku bunga, meskipun valuasi bank digital saat ini lebih menarik karena harga sahamnya sudah turun.

    Namun, bank digital perlu memiliki katalis fundamental yang kuat untuk mendorong kenaikan harga sahamnya, termasuk perbaikan kualitas kredit seperti rasio NPL dan rasio LAR.

    "Sebagian besar bank digital masih memiliki NPL yang tinggi dibandingkan dengan bank konvensional," ujarnya.

    Andrey menyatakan bahwa emiten bank digital yang bisa menjadi perhatian adalah BBYB dan ARTO karena harga sahamnya sudah cukup turun dan sudah mulai terjadi perbaikan penghasilan bulanan pada Oktober dan November 2023.

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    KabarBursa.com

    Redaksi