KABARBURSA.COM – PT Bank MNC Internasional Tbk (MNC Bank) mencatatkan pertumbuhan positif pada kuartal III 2025. Capaian ini didapatkan di tengah kondisi industri perbankan yang dibayangi lemahnya daya beli dan pertumbuhan kredit yang belum bergairah.
Anak usaha PT MNC Kapital Indonesia Tbk ini membukukan laba bersih sebesar Rp60,39 miliar. Capaian ini tumbuh sebesar 22,09 persen secara tahunan (YoY) dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp49,47 miliar. Sejalan dengan itu, total aset juga meningkat 6,17 persen menjadi Rp20,50 triliun.
Di sisi intermediasi, penyaluran kredit tetap tumbuh meski terbatas. MNC Bank mencatatkan kenaikan kredit sebesar 2,21 persen YoY menjadi Rp11,09 triliun.
Presiden Direktur MNC Bank, Rita Montagna menyebut, capaian tersebut tidak terlepas dari kinerja kredit yang masih terjaga di tengah tekanan industri.
Rita menuturkan, meskipun industri perbankan tengah dibayangi oleh isu daya beli dan laju pertumbuhan kredit yang kurang bergairah, MNC Bank mampu mencatatkan pertumbuhan pada penyaluran kredit sebesar 2,21 persen YoY menjadi Rp11,09 triliun.
Ia mengungkapkan, segmentasi kredit yang kami salurkan didominasi oleh wholesale business sebesar Rp7,48 triliun, diikuti konsumer sebesar Rp1,60 triliun, multifinance sebesar Rp1,57 triliun, dan SME sebesar Rp436 miliar.
“Selain itu, untuk optimalisasi likuiditas yang dimiliki MNC Bank juga memaksimalkan peran treasury melalui investasi pada surat berharga yang berkualitas. Dengan kenaikan penyaluran kredit serta optimalisasi investasi pada surat berharga tersebut dapat meningkatkan pendapatan bunga sebesar 11,98% YoY menjadi Rp1,15 triliun,” papar Rita dalam keterangannya, dikutip Kamis, 2 April 2026.
Pertumbuhan kredit yang terjadi juga diikuti dengan perbaikan kualitas aset. Rasio kredit bermasalah (NPL) gross tercatat turun dari 4,69 persen pada kuartal III-2024 menjadi 4,00 persen pada kuartal III-2025. Sementara NPL net membaik dari 3,32 persen menjadi 2,80 persen.
Dari sisi pendanaan, MNC Bank menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp13,66 triliun. Komposisi dana masih didominasi deposito sebesar Rp11,24 triliun, disusul giro Rp795,62 miliar dan tabungan Rp1,63 triliun.
Rita juga menegaskan bahwa kinerja tersebut didukung oleh kondisi permodalan yang tetap kuat. “Rasio kecukupan modal (CAR) MNC Bank saat ini berada di level 24,50%. Posisi yang merefleksikan permodalan yang solid, serta berada jauh di atas level minimum yang ditetapkan regulator,” ungkap Rita.
Selain mengandalkan penyaluran kredit, perseroan juga memperkuat sumber pendapatan lain melalui optimalisasi unit treasury dan layanan transaksi.
Langkah tersebut dilakukan melalui investasi pada surat berharga serta pengembangan layanan transactional bank seperti transaksi valuta asing. Strategi ini diarahkan untuk menjaga pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.
“Kami meyakini langkah ini akan semakin memperkuat posisi MNC Bank di industri, sehingga dapat melanjutkan tren positif untuk pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan,” tutup Rita.(*)