KABARBURSA.COM - Momen mudik Idulfitri dinilai menjadi angin segar bagi PT Astra Otoparts Tbk (AUTO). Hal ini dikarenakan proyeksi kenaikan penjualan suku cadang.
Pengamat pasar modal, Wahyu Tri Laksono mengatakan penjualan suku cadang diproyeksikan dapat meningkat hingga 20 persen selama periode mudik.
"Hal ini didorong oleh kebutuhan masyarakat untuk memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum perjalanan jauh, di mana produk seperti aki, pelumas (oli), ban, hingga komponen rem menjadi barang yang paling banyak dicari," ujar dia kepada Kabarbursa.com dikutip, Minggu, 22 Maret 2026.
Wahyu memandang kondisi pasar otomotif di awal 2026 menunjukkan tren di mana konsumen cenderung lebih banyak merawat kendaraan lama dibandingkan membeli kendaraan baru karena harga unit baru yang masih relatif tinggi.
Fenomena ini, kata dia, justru menguntungkan AUTO melalui jaringan ritelnya yang luas seperti Shop & Drive dan Astra Otoservice.
"Yang memungkinkan perusahaan menangkap potensi lonjakan permintaan servis dan penggantian komponen secara maksimal di kuartal pertama dan kedua tahun ini," katanya.
Jika berbicara prospek saham pasca lebaran, secara historis, Wahyu menyebut saham AUTO seringkali mengalami pergerakan positif menjelang Lebaran karena pelaku pasar mengantisipasi laporan kinerja yang solid.
"Pasca Lebaran, prospek saham AUTO diperkirakan tetap terjaga dengan sentimen positif yang berkelanjutan," jelasnya.
Wahyu menyampaikan AUTO memiliki kondisi keuangan yang sangat sehat (kas bersih mencapai Rp4,53 triliun dengan utang yang sangat rendah), yang memberikan rasa aman bagi investor jangka panjang.
Meskipun indeks saham secara umum sering mengalami volatilitas menjelang libur panjang, lanjut Wahyu, saham AUTO diprediksi akan menjadi pilihan defensif yang menarik. Setelah libur usai, fokus investor akan beralih pada realisasi kinerja kuartalan.
Lebih jauh ia membeberkan, joka kenaikan penjualan suku cadang benar-benar terealisasi sebesar 20 persen, harga saham berpotensi melanjutkan penguatan menuju target harga yang dipatok sejumlah analis di kisaran Rp2.700 hingga Rp3.200.
"Sentimen dividen juga menjadi daya tarik tambahan, mengingat rasio pembayaran dividen AUTO yang konsisten di kisaran 41-45 persen dengan tingkat imbal hasil (yield) yang cukup tinggi," pungkasnya.
Adapun pada tahun 2025, AUTO membukukan pendapatan sebesar Rp19,90 triliun atau naik 4,36 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp19,07 persen.
Sementara itu laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk adalah Rp2,20 triliun. Angka ini meningkat 8,42 persen dari periode serupa tahun 2024 sebesar Rp2,48 triliun. (*)