Logo
>

Pendanaan USD1 Miliar Chandra Asri Raih Pengakuan Global

Pembiayaan sustainability-linked loan senilai USD1 miliar milik Chandra Asri mendapat penghargaan internasional dan menyoroti akses perusahaan terhadap pendanaan global.

Ditulis oleh Syahrianto
Pendanaan USD1 Miliar Chandra Asri Raih Pengakuan Global
Fasilitas industri petrokimia Chandra Asri Group yang menjadi bagian dari pengembangan platform energi, kimia, dan infrastruktur perusahaan. (Foto: Dok. Chandra Asri)

KABARBURSA.COM – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) memperoleh pengakuan internasional atas struktur pembiayaan perusahaan setelah sustainability-linked term loan senilai USD1 miliar meraih penghargaan pada ajang The Asset Triple A Sustainable Finance Awards 2026. Penghargaan tersebut diberikan untuk kategori Best Sustainability-Linked Loan.

Group Chief Financial Officer Chandra Asri Group, Andre Khor, mengatakan penghargaan tersebut mencerminkan kepercayaan lembaga keuangan global terhadap strategi pembiayaan serta disiplin pengelolaan keuangan perusahaan.

“Kami merasa terhormat menerima pengakuan ini dari FinanceAsia dan The Asset. Penghargaan ini mencerminkan kerja kolektif seluruh tim serta dukungan berkelanjutan dari para mitra perbankan dan investor,” ujar Andre Khor dalam keterangan resmi perusahaan, Rabu, 11 Maret 2026.

Selain penghargaan untuk pembiayaan berkelanjutan, Chandra Asri Group juga memperoleh sejumlah pengakuan lain dalam ajang FinanceAsia Awards yang digelar di Hong Kong. Penghargaan tersebut mencakup kategori Best M&A, Best CFO, serta Highly Commended Syndicated Loan Deal untuk kategori Singapura.

Penghargaan tersebut menyoroti berbagai transaksi pembiayaan dan aktivitas pasar modal yang dijalankan perusahaan dalam beberapa waktu terakhir, termasuk struktur sindikasi pinjaman serta pengelolaan transaksi korporasi yang melibatkan sejumlah lembaga keuangan internasional.

Andre menjelaskan bahwa pengakuan tersebut juga mencerminkan kolaborasi perusahaan dengan berbagai mitra strategis dalam mendukung pengembangan bisnis di kawasan.

“Kami juga menghargai kekuatan kemitraan joint venture Aster dengan Glencore serta dukungan dari para mitra perbankan global yang terus mendukung berbagai inisiatif pertumbuhan kami,” katanya.

Sejumlah lembaga keuangan internasional terlibat dalam berbagai transaksi pembiayaan perusahaan, termasuk Morgan Stanley, OCBC, dan DBS. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya Chandra Asri Group dalam memperkuat akses terhadap pendanaan global.

Perusahaan menyatakan struktur pembiayaan tersebut mendukung strategi jangka panjang untuk membangun platform bisnis terintegrasi yang mencakup sektor energi, kimia, dan infrastruktur.

Chandra Asri Group juga menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan berbagai proyek strategis yang mendukung rantai pasok industri energi dan kimia di kawasan Asia Tenggara.

Selain memperluas portofolio bisnis, perusahaan menyebutkan bahwa pengembangan platform terintegrasi juga diarahkan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham sekaligus memperkuat peran industri kimia dan energi nasional.

Chandra Asri Group merupakan penyedia solusi energi, kimia, dan infrastruktur di Asia Tenggara dengan portofolio aset yang mencakup fasilitas kilang, cracker petrokimia, serta berbagai infrastruktur pendukung logistik dan energi.

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.