Logo
>

Pendapatan Naik, Harga Saham Tinggi: SSIA Patut Dikoleksi?

Ditulis oleh Yunila Wati
Pendapatan Naik, Harga Saham Tinggi: SSIA Patut Dikoleksi?

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - PT Surya Semesta Internusa Tbk atau SSIA sedang dalam performa yang bagus. Pendapatan tercatat naik, harga saham pun berada di zona hijau.

    Berdasarkan analisis teknikal terhadap pergerakan saham PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), senin, 9 Desember 2024, terlihat bahwa saham ini telah menyelesaikan fase koreksi wave (C) dari wave [4] pada level 50 persen Fibonacci Retracement (FR) di 920.

    Kondisi ini mengindikasikan bahwa SSIA telah mencapai titik support yang cukup kuat dan memberikan potensi pembalikan arah menuju tren bullish selanjutnya. Proyeksi ini memperkirakan saham SSIA akan melanjutkan penguatan untuk membentuk wave [5] dari wave I dengan target teoritis pada kisaran harga 1.680 hingga 2.150.

    Tren ini didukung oleh struktur Elliott Wave yang terlihat jelas, di mana pola penguatan dan koreksi sebelumnya membentuk dasar yang kuat untuk kenaikan selanjutnya. Dengan demikian, investor dapat memanfaatkan peluang ini untuk melakukan akumulasi saham di sekitar level saat ini, terutama mengingat potensi kenaikan yang signifikan hingga dua kali lipat dari level harga terkini.

    Namun, penting bagi investor untuk tetap menerapkan manajemen risiko yang baik. Level stop loss disarankan berada di bawah 900, yang merupakan area kritis jika terjadi penurunan harga lebih lanjut. Dengan pendekatan ini, investor dapat membatasi potensi kerugian sembari tetap memanfaatkan peluang keuntungan dari tren bullish yang diproyeksikan.

    Dengan kata lain, SSIA sedang berada pada tahap awal dari fase penguatan signifikan, yang dapat menjadi momen menarik untuk masuk bagi para pelaku pasar yang berorientasi pada investasi jangka pendek hingga menengah.

    Pendapatan Naik dan Harga Saham Menghijau

    PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) melaporkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp3,861,7 miliar untuk periode 9 bulan pertama tahun 2024 (9M24). Pendapatan tersebut meningkat 27,9 persen dari Rp3,020,4 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya (9M23).

    Pertumbuhan ini terutama didorong oleh kenaikan pendapatan konstruksi sebesar 26,7 persen (Rp532,9 miliar), sementara pendapatan dari segmen properti dan perhotelan SSIA masing-masing tumbuh sebesar 63,4 persen dan 23,3 persen.

    Sepanjang 9M24, EBITDA SSIA naik 94,3 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp660,0 miliar dari Rp339,7 miliar di 9M23. Peningkatan ini didorong oleh lonjakan EBITDA properti sebesar 235,7 persen (Rp196,7 miliar). Seperti keterangan resmi di Jakarta, Senin 4 November 2024.

    SSIA berhasil mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp228,4 miliar di 9M24, setelah sebelumnya mengalami kerugian bersih sebesar Rp23,7 miliar pada 9M23. Kenaikan signifikan ini terutama disebabkan oleh pertumbuhan laba bersih dari sektor properti sekitar 949,9 persen (Rp266,6 miliar).

    Sementara, mengutip Stockbit hari ini, pergerakan saham SSIA mencatatkan penguatan yang signifikan dengan kenaikan sebesar 20 poin atau setara 2,05 persen. Pagi ini, SSIA ditutup pada level harga Rp995.

    Kinerja ini menunjukkan antusiasme pelaku pasar terhadap saham, terutama setelah pembukaan di Rp980, yang juga merupakan level harga terendah hari ini.

    Pada sesi perdagangan, SSIA sempat menyentuh level tertinggi di Rp1.015, mencerminkan adanya dorongan beli yang kuat sebelum akhirnya terkoreksi kembali ke level penutupan. Dengan volume transaksi mencapai 123 ribu lot dan nilai transaksi sebesar Rp12,2 miliar, saham ini menunjukkan likuiditas yang cukup tinggi, sejalan dengan minat investor yang terus meningkat.

    Rata-rata harga perdagangan harian berada di Rp1.000, memberikan gambaran bahwa aktivitas beli dan jual berlangsung di rentang harga yang cukup stabil.

    Level auto reject atas (ARA) yang berada di Rp1.215 dan auto reject bawah (ARB) di Rp735 menjadi acuan penting bagi para pelaku pasar dalam mengantisipasi volatilitas lanjutan.

    Kenaikan hari ini menunjukkan bahwa saham SSIA masih memiliki ruang penguatan, didukung oleh sentimen teknikal yang positif. Penguatan harga ini juga semakin menegaskan level Rp980 sebagai support kuat, yang berhasil menjaga pergerakan saham tetap berada di zona hijau.

    Dalam konteks teknikal, penguatan ini juga bisa menjadi awal dari tren bullish yang lebih besar, sebagaimana proyeksi gelombang Elliott Wave yang telah memetakan potensi penguatan hingga level Rp1.680 atau lebih tinggi.

    Para investor dapat melihat momentum hari ini sebagai peluang untuk masuk, terutama jika saham berhasil bertahan di atas level psikologis Rp1.000 pada sesi-sesi berikutnya.

    Dengan aktivitas perdagangan yang dinamis dan potensi penguatan lanjutan, saham SSIA menjadi salah satu emiten yang patut diperhatikan dalam beberapa hari mendatang, baik oleh investor jangka pendek maupun jangka panjang.

    Namun, tetap disarankan untuk memperhatikan sentimen pasar dan dinamika sektor properti yang dapat memengaruhi pergerakan harga saham ini.

    Rekomendasi Saham

    Bagi investor jangka pendek, jika harga berhasil menembus Rp1.000 dengan volume yang besar, ini bisa menjadi konfirmasi awal tren bullish. Investor bisa mengambil posisi beli lebih agresif dengan target pertama di Rp1.480.

    Sementara, untuk investor jangka menengah/panjang, jika harga tetap stabil di atas Rp920, investor dapat mempertahankan posisi untuk mencapai target yang lebih tinggi di Rp1.680 hingga Rp2.150.

    Yang perlu menjadi catatan penting adalah pergerakan saham SSIA sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar, proyek infrastruktur yang sedang berjalan, dan prospek sektor properti di Indonesia.

    Pastikan untuk memantau perkembangan fundamental perusahaan dan berita terkini terkait sektor tersebut untuk mendukung keputusan investasi.(*)

    Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak, membeli, atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analisis atau sekuritas yang bersangkutan, dan  Kabarbursa.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian investasi yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.
    Disclaimer:
    Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Yunila Wati

    Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

    Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

    Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79