KABARBURSA.COM – Pengendali baru PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA), PT Triple Berkah Bersama, resmi membuka Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer/MTO) dengan menyiapkan dana sebesar Rp89,53 miliar untuk menyerap saham publik.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia, manajemen menyebutkan dana yang mencapai Rp89,53 miliar itu seluruhnya berasal dari kas internal.
Aksi korporasi ini dilakukan sebagai bagian dari kewajiban setelah pengambilalihan saham perseroan yang telah rampung pada akhir 2025.
Melalui tender wajib ini, PT Triple Berkah Bersama menargetkan pembelian sebanyak 1.356.656.942 saham atau setara 60,69 persen dari total saham beredar. Harga yang ditawarkan sebesar Rp66 per saham, lebih tinggi dibandingkan harga akuisisi sebelumnya di level Rp20 per saham.
Penetapan harga tersebut mengacu pada rata-rata harga tertinggi harian selama 90 hari sebelum pengumuman negosiasi, sesuai ketentuan regulator pasar modal.
“Tujuan tender wajib ini untuk memberikan kesempatan kepada pemegang saham publik menjual sahamnya kepada pengendali baru,” tulis manajemen Selasa, 31 Maret 2026.
Tender wajib ini merupakan kelanjutan dari transaksi akuisisi yang diselesaikan pada 4 Desember 2025, di mana PT Triple Berkah Bersama mengakuisisi sebanyak 878,84 juta saham atau sekitar 45,80 persen kepemilikan di MEJA.
Pasca perubahan pengendali, arah bisnis perseroan mulai diarahkan menjadi holding sekaligus platform investasi untuk mendukung ekspansi usaha grup. Meski demikian, manajemen menegaskan tidak ada rencana untuk delisting, likuidasi, maupun perubahan kebijakan dividen dalam waktu dekat.
Periode tender wajib berlangsung mulai 18 Maret 2026 hingga 16 April 2026, dengan jadwal pembayaran kepada investor pada 28 April 2026.
Sebagai catatan, apabila setelah pelaksanaan tender wajib kepemilikan pengendali baru melampaui 80 persen, maka perseroan wajib melakukan penyesuaian free float minimal 20 persen dalam waktu paling lama dua tahun sesuai ketentuan yang berlaku.
Berdasarkan data pemegang saham per 17 Maret 2026, struktur kepemilikan MEJA menunjukkan bahwa PT Triple Berkah Bersama menggenggam 878,85 juta saham atau setara 39,31 persen sebagai pengendali. Sementara itu, kepemilikan publik atau masyarakat non warkat tercatat sebesar 1,35 miliar saham atau sekitar 60,4 persen yang sekaligus menjadi porsi free float di pasar.
Adapun pemegang saham individu di atas 1 persen antara lain Donny Hartanto sebesar 87,32 juta saham atau 3,91 persen, RM Notosuryoprabowo sebanyak 34,60 juta saham atau 1,55 persen, Hendra Hasan Kustarjo sebesar 23,60 juta saham atau 1,06 persen, serta Evan Iskandar sebanyak 23,74 juta saham atau 1,06 persen. Selain itu, Direktur Richie Adrian Hartanto S juga tercatat memiliki 6,50 juta saham atau setara 0,29 persen.
Dengan struktur tersebut, porsi saham publik yang besar membuat aksi tender wajib ini berpotensi signifikan dalam mengubah komposisi kepemilikan, terutama jika mayoritas investor publik memutuskan untuk melepas sahamnya pada harga penawaran Rp66 per saham.(*)