Logo
>

Produsen Prochiz (KEJU) Siapkan Buyback Saham, ini yang Dibidik

KEJU menyiapkan buyback hingga Rp28,12 miliar atau sekitar 50,67 juta saham untuk menjaga stabilitas harga. Aksi ini diproyeksikan meningkatkan EPS dan ROE seiring kinerja pendapatan yang stabil sepanjang 2025.

Ditulis oleh Yunila Wati
Produsen Prochiz (KEJU) Siapkan Buyback Saham, ini yang Dibidik
Harga saham saat ini belum menunjukkan fundamental, KEJU rencanakan buyback saham. (Foto: Dok Mulia Boga Raya)

KABARBURSA.COM - PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU), produsen keju merek Prochiz yang merupakan bagian dari grup Garudafood, menyiapkan aksi korporasi berupa pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai maksimal Rp28,12 miliar. 

Langkah ini dirancang untuk menjaga stabilitas harga saham yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kinerja fundamental perusahaan.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dipublikasikan di laman Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 13 Maret 2026, perseroan berencana membeli kembali sekitar 50,67 juta lembar saham atau setara 0,90 persen dari total saham beredar. 

Dana yang digunakan untuk pelaksanaan aksi tersebut seluruhnya berasal dari kas internal perusahaan tanpa melibatkan pinjaman maupun hasil penawaran umum.

Rencana buyback ini akan melalui tahapan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Perseroan menjadwalkan penetapan daftar pemegang saham yang berhak hadir pada 27 Maret 2026, pemanggilan RUPSLB pada 30 Maret 2026, serta pelaksanaan RUPSLB pada 21 April 2026. 

Setelah itu, ringkasan hasil rapat akan diumumkan pada 23 April 2026, sementara periode pelaksanaan buyback dapat berlangsung hingga maksimal 12 bulan setelah persetujuan pemegang saham diperoleh.

Dari sisi operasional, manajemen menyatakan aksi pembelian kembali saham tersebut tidak akan memberikan dampak material terhadap kegiatan usaha maupun pendapatan perusahaan. Namun demikian, langkah ini diproyeksikan mempengaruhi sejumlah indikator keuangan utama.

Perseroan memperkirakan laba per saham atau earnings per share (EPS) akan meningkat dari sekitar Rp31,90 menjadi Rp32,19 setelah buyback dilakukan. Selain itu, rasio pengembalian ekuitas atau return on equity (ROE) diproyeksikan naik dari sekitar 21,23 persen menjadi 21,97 persen. 

Dampak yang muncul pada struktur keuangan adalah penurunan kas internal perusahaan sebesar Rp28,12 miliar yang digunakan untuk mendanai pembelian kembali saham tersebut.

Pendapatan KEJU Rp418 Miliar

Kemampuan perseroan untuk menjalankan buyback tersebut tercermin dari kinerja keuangan yang relatif stabil sepanjang 2025. Berdasarkan laporan keuangan kuartalan, KEJU mencatat pendapatan sebesar Rp418 miliar pada kuartal IV 2025, meningkat dibandingkan Rp407 miliar pada kuartal sebelumnya. 

Sepanjang 2025, pendapatan perusahaan juga menunjukkan tren yang relatif konsisten, dengan realisasi Rp369 miliar pada kuartal I, Rp313 miliar pada kuartal II, Rp407 miliar pada kuartal III, dan Rp418 miliar pada kuartal IV.

Di sisi profitabilitas, laba bersih KEJU pada kuartal IV 2025 tercatat sebesar Rp32 miliar. Pada kuartal sebelumnya, laba bersih tercatat Rp56 miliar, sementara pada kuartal II sebesar Rp36 miliar dan pada kuartal I sebesar Rp56 miliar. 

Pola ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu mempertahankan tingkat laba yang relatif stabil sepanjang tahun.

Struktur biaya perusahaan juga memperlihatkan konsistensi margin operasional. Pada kuartal IV 2025, total beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp299 miliar dari pendapatan Rp418 miliar, menghasilkan laba kotor sekitar Rp119 miliar. Laba usaha pada periode yang sama tercatat sebesar Rp36 miliar setelah memperhitungkan total beban usaha sebesar Rp82 miliar.

Secara keseluruhan, perusahaan mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp40 miliar pada kuartal IV 2025. Setelah memperhitungkan beban pajak sebesar Rp8 miliar, laba bersih yang dihasilkan mencapai Rp32 miliar. Angka ini relatif sejalan dengan capaian pada periode sebelumnya, mencerminkan kestabilan kinerja operasional perusahaan.

Dari sisi rasio keuangan, indikator profitabilitas KEJU menunjukkan tingkat pengembalian yang masih positif. Return on equity pada kuartal IV 2025 tercatat sekitar 3,74 persen, sementara return on assets berada di kisaran 2,52 persen. 

Rasio kemampuan pembayaran bunga atau interest coverage juga berada pada level tinggi, mencapai sekitar 300 kali, yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangan dari laba operasional.

Selain itu, rasio price to sales tercatat sekitar 9,16 kali pada kuartal IV 2025, sementara rasio harga terhadap laba kuartalan berada di kisaran 121 kali. Angka tersebut mencerminkan valuasi saham yang relatif tinggi jika dilihat dari rasio laba jangka pendek.

Dengan struktur laba yang relatif stabil serta posisi rasio keuangan yang masih positif, penggunaan kas internal sebesar Rp28,12 miliar untuk buyback saham berada dalam proporsi yang relatif kecil dibandingkan kinerja laba perusahaan sepanjang tahun. 

Dalam simulasi yang disampaikan manajemen, pengurangan jumlah saham beredar melalui buyback tersebut diharapkan memberikan fleksibilitas bagi perusahaan dalam menjaga stabilitas harga saham di pasar.

Langkah ini sekaligus menunjukkan upaya perseroan untuk menyesuaikan struktur permodalan dengan kondisi pasar, sekaligus mempertahankan indikator keuangan seperti EPS dan ROE agar tetap berada pada level yang kompetitif.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79