Logo
>

Risiko Global Meningkat, Nikkei Turun dan Emas Naik Tajam

Bursa Asia bergerak campuran di tengah meningkatnya risiko geopolitik dan ancaman perang dagang baru. Nikkei turun, Kospi dan SSE menguat tipis.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
Risiko Global Meningkat, Nikkei Turun dan Emas Naik Tajam
Ilustrasi peningkatan risiko global yang menjadi sentimen negatif bursa saham Asia. Foto: dok KabarBursa.com.

KABARBURSA.COM – Pergerakan bursa Asia hari ini ditentukan oleh sentimen risiko global yang kembali meningkat akibat eskalasi ketegangan perdagangan dan prospek arah kebijakan moneter. Ketegangan ini memicu tekanan di beberapa pasar utama kawasan.

Di Tokyo, Nikkei 225 ditutup pada 52.720,28, turun 270,82 poin atau 0,51 persen dari sesi sebelumnya. Penurunan ini berlangsung di tengah kekhawatiran investor atas potensi ketidakpastian kebijakan perdagangan global yang memicu arus modal ke aset aman, serta tekanan pada pasar saham global.

“Risiko geopolitik yang telah lama kita bicarakan kembali muncul dan mengubah persepsi pasar terhadap aliansi umum antar sekutu di Eropa,” kata Chief Investment Officer di Sarmaya Partners, Wasif Latif, dilansir dari Reuters, 20 Januari 2026. 

Korea Selatan: Kospi Menguat Tipis

Berbeda dengan di Seoul, Kospi menguat 13,45 poin atau naik 0,28 persen ke level 4.899,20. Kenaikan moderat ini mencerminkan arus beli selektif investor yang melihat peluang jangka menengah di saham berkapitalisasi besar, meskipun tekanan geopolitik global masih membayangi sentimen risiko.

Sementara itu di Shanghai, SSE Composite sedikit menguat 7,81 poin  atau naik 0,19 persen ke level 4.121,46. Pergerakan yang relatif datar ini menunjukkan bahwa meskipun tekanan risiko global ada, indeks China daratan masih mendapat dukungan dari dinamika domestik yang lebih stabil.

Sementara untuk Indeks Hang Seng di Hong Kong berada di 26.480,93, turun 6,58 poin atau turun 0,025 persen. Penurunan minimal ini mencerminkan kehati-hatian investor di tengah ketidakpastian global dan pasar keuangan internasional yang mengalami volatilitas.

Pasar global mengalami selloff yang meluas setelah ancaman tarif baru dari Presiden AS terhadap negara-negara Eropa muncul kembali, memicu kekhawatiran tentang eskalasi perang dagang dan volatilitas di pasar keuangan. Dalam perkembangan yang terkait, harga emas dan perak mencatat rekor tertinggi karena permintaan safe haven meningkat.

“Emas telah melonjak lebih dalam ke wilayah yang belum pernah terjadi sebelumnya karena investor melakukan lindung nilai terhadap risiko politik yang meningkat,” kata analis pasar City Index dan Forex, Fawad Razaqzada, dilansir dari Reuters, 20 Januari 2026.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Citra Dara Vresti Trisna

Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.