KABARBURSA.COM – Robinhood Markets, Inc., perusahaan layanan keuangan terkemuka asal Amerika Serikat, menjajaki langkah ekspansinya ke pasar modal Indonesia.
Perusahaan yang dikenal sebagai pelopor perdagangan saham tanpa komisi ini sepakat mengakuisisi PT Buana Capital dan PT Pedagang Aset Kripto, dua entitas keuangan berlisensi di Indonesia.
Robinhood adalah perusahaan jasa keuangan asal Amerika Serikat yang menyediakan platform investasi digital dan dikenal karena mempopulerkan perdagangan saham tanpa komisi dengan aplikasi yang mudah digunakan oleh investor ritel.
Perusahaan tersebut beroperasi dengan nama Robinhood Markets, Inc. dan sahamnya diperdagangkan di bursa saham Amerika Serikat, tepatnya di NASDAQ, dengan kode saham HOOD.
Kedua akuisisi tersebut akan menjadi pintu masuk resmi Robinhood ke Indonesia, sekaligus mempercepat ekspansi perusahaan di kawasan Asia Tenggara dan pasar global lainnya. Transaksi ini masih menunggu persetujuan regulator dan ditargetkan rampung pada paruh pertama tahun 2026.
Masuknya Robinhood terjadi di tengah pesatnya pertumbuhan pasar modal dan aset digital Indonesia. Hingga akhir Oktober 2025, jumlah investor pasar modal telah mencapai lebih dari 19 juta, sementara investor kripto menembus 17 juta. Pada periode tahun berjalan (YTD), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kenaikan 21,5 persen, menjadikannya kinerja terbaik ketiga di kawasan ASEAN dan ketujuh di Asia Pasifik.
Dalam periode yang sama, terdapat penambahan 4,28 juta investor baru atau tumbuh 58,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh minat generasi muda yang cepat mengadopsi layanan investasi berbasis teknologi. Dari total investor pasar modal, sekitar 54,25 persen berusia di bawah 30 tahun, 26,42 persen berusia 30 hingga 41 tahun, dan sisanya berusia di atas 41 tahun.
Aktivitas perdagangan aset kripto juga menunjukkan tren positif. Nilai transaksi kripto pada periode YTD mencapai Rp409,56 triliun hingga akhir Oktober 2025. Khusus pada Oktober 2025, nilai transaksi tercatat Rp49,28 triliun atau naik 27,6 persen secara bulanan.
Kepala Asia Robinhood Patrick Chan mengatakan, Indonesia merupakan pasar yang menarik untuk ekspansi Robinhood karena pertumbuhannya yang sangat cepat.
“Indonesia adalah pasar yang berkembang pesat untuk perdagangan. Kami menantikan untuk menghadirkan layanan inovatif Robinhood kepada masyarakat Indonesia,” kata Patrick dalam acara Corporate Action Launch di Bursa Efek Indonesia, Senin, 8 Desember 2025.
Ia menambahkan, Robinhood ingin melanjutkan misinya dalam mendemokratisasi akses keuangan dan menghadirkan pengalaman investasi yang telah dipercaya jutaan pengguna di berbagai negara.
Dalam struktur pasca-akuisisi, Pieter Tanuri dari Buana Capital dan PT Pedagang Aset Kripto tetap akan terlibat sebagai penasihat strategis bagi Robinhood.
Presiden Direktur Buana Capital Benny Hardiman Setiabrata menyebut akuisisi ini sebagai langkah besar yang akan memperkuat ekosistem pasar modal Indonesia.
“Sinergi ini membuka akses investasi global yang lebih mudah, terjangkau, dan efisien bagi masyarakat Indonesia,” ujar Benny.
Ia menilai, pengalaman Robinhood dalam melayani puluhan juta investor ritel global akan membawa dampak positif bagi peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Tanah Air.
Setelah akuisisi, Robinhood akan tetap melayani nasabah brokerage Buana Capital dengan produk keuangan domestik. Dalam jangka panjang, dan dengan persetujuan regulator, perusahaan berencana memperkenalkan layanan perdagangan langsung, termasuk akses ke saham Amerika Serikat, aset kripto global, dan instrumen internasional lainnya.
Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Efek OJK Edi Broto mengatakan, kehadiran pemain global dapat meningkatkan persaingan dan kualitas layanan di industri jasa keuangan.
“Jika Robinhood memutuskan untuk masuk ke pasar Indonesia, kami mengharapkan kepatuhan penuh terhadap perizinan lokal, perlindungan investor, serta standar keamanan data. Termasuk komunikasi yang transparan dan pemasaran yang bertanggung jawab,” kata Edi.
Ia meminta nantinya, pengguna di Indonesia mendapat dukungan dan perlindungan hukum yang jelas sesuai dengan peraturan keamanan siber dan perlindungan data di Indonesia.
Sementara itu, Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan Masyita Crystallin menilai kehadiran Robinhood datang pada waktu yang tepat.
“Kami ingin pasar semakin terbuka terhadap teknologi dan inovasi agar investor merasa aman dan nyaman,” ujar Masyita.
Dari sisi bursa, Direktur Bursa Efek Indonesia Risa E Rustam menilai kolaborasi Robinhood dan Buana Capital sebagai sinergi yang kuat antara teknologi global dan pemahaman lokal.
“Kemitraan ini akan mempercepat inklusi dan literasi keuangan, sekaligus mendorong persaingan sehat di pasar modal,” kata Risa.
Ia berharap Robinhood diharapkan dapat menjadi katalis baru bagi pengembangan ekosistem pasar modal dan aset digital Indonesia, sekaligus memperluas akses investor domestik ke peluang investasi global.(*)