Logo
>

Saham JSMR Turun 1,44 Persen, Imbas Kecelakaan Maut?

Ditulis oleh Syahrianto
Saham JSMR Turun 1,44 Persen, Imbas Kecelakaan Maut?

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - Saham PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mengalami penurunan signifikan sebesar 1,44 persen pada perdagangan sesi I, Kamis, 6 Februari 2025. Saham JSMR ditutup di harga Rp4.110, turun Rp60 dari harga pembukaan di Rp4.170.

    Total volume perdagangan saham perusahaan infrastruktur ini mencapai 134.400 lot, dengan rata-rata volume perdagangannya sekitar 3,22 juta saham. Dengan nilai transaksi sebesar Rp554,6 juta, harga saham ini masih berada dalam rentang yang relatif stabil di atas harga tertinggi yang ditetapkan, yaitu Rp5.200 dan terendah Rp3.130.

    Meskipun terjadi penurunan harian, dalam periode satu minggu terakhir, harga saham Jasa Marga juga mengalami penurunan sebesar 3,07 persen, dengan harga yang bergerak di kisaran Rp4.110. Pada perdagangan sebelumnya, harga saham JSMR berada di level Rp4.170.

    Penurunan harga saham ini terjadi setelah insiden kecelakaan beruntun yang terjadi di Gerbang Tol (GT) Ciawi 2 pada Selasa, 4 Februari 2025 malam, yang mengakibatkan delapan orang tewas dan sejumlah kendaraan terbakar, termasuk mobil milik Jasa Marga.

    Tim gabungan dari Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT), Jasamarga Tollroad Operator (JMTO), dan Kepolisian langsung bergerak mengamankan lokasi serta mengatur arus lalu lintas guna mencegah kemacetan lebih parah. Seperti dalam keterangan di Jakarta, Rabu 5 Februari 2025.

    Selama proses evakuasi, lalu lintas menuju GT Ciawi 2 dialihkan ke GT Bogor. Dua gardu tol kembali dibuka pada pukul 02.00 WIB, diikuti dengan pembukaan satu Gardu Tol Otomatis (GTO) dan dua Gardu Tol Multi sejak pukul 05.15 WIB. Untuk mempercepat transaksi, petugas juga mengaktifkan mobile reader guna meningkatkan kapasitas layanan di GT Ciawi 2.

    Jasa Marga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat insiden ini.

    Berdasarkan laporan di lokasi, kecelakaan melibatkan enam kendaraan, yakni satu truk dan lima minibus. Dugaan sementara, truk bermuatan galon air mineral mengalami kendala rem, sehingga pengemudi kehilangan kendali saat mendekati GT Ciawi 2 dan menabrak kendaraan di depannya.

    Benturan keras mengakibatkan tiga gardu tol mengalami kerusakan. Satu truk dan dua unit Avanza terbakar, sementara dua Avanza lainnya serta satu Innova mengalami rusak berat.

    Tragisnya, insiden ini merenggut delapan nyawa. Empat orang mengalami luka berat dan tujuh lainnya luka ringan. Di antara korban, terdapat petugas Customer Service Jasa Marga yang saat itu tengah bertugas di lapangan. Seluruh korban telah dievakuasi ke RSUD Ciawi untuk penanganan medis lebih lanjut.

    Jasa Marga menyerahkan penyelidikan lebih lanjut kepada pihak Kepolisian dan mengimbau pengguna jalan untuk lebih waspada, menyesuaikan waktu perjalanan guna menghindari kepadatan, serta memastikan kendaraan dalam kondisi optimal.

    Kecelakaan  Tragis, Delapan Orang Tewas

    Kapolresta Bogor Kota Kombes Eko Prasetyo mengungkapkan kecelakaan maut di Gerbang Tol Ciawi 2 sekitar pukul 23.30 WIB bermula saat sebuah truk bermuatan galon air melaju dari arah Ciawi menuju Jakarta. Tanpa kendali, truk tersebut menghantam deretan kendaraan yang tengah mengantre transaksi di pintu tol.

    Dugaan sementara, truk mengalami kegagalan sistem pengereman alias rem blong. Akibatnya, laju kendaraan tak terkendali dan menghantam enam kendaraan di depannya. Tiga di antaranya hangus terbakar, sementara tiga lainnya ringsek parah.

    “Truk yang mengalami rem blong menabrak antrean kendaraan di gerbang tol. Tiga unit mobil terbakar, tiga lainnya mengalami kerusakan berat,” ujar Kombes Eko kepada wartawan.

    Adapun kendaraan yang terbakar meliputi truk pengangkut galon serta dua mobil Avanza. Insiden tragis ini mengakibatkan delapan orang meninggal dunia dan 11 lainnya mengalami luka-luka.

    Kemenhub Buka Suara soal Kecelakaan Maut

    Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat merespons kecelakaan beruntun di Gerbang Tol Ciawi 2, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang melibatkan satu truk bermuatan galon dengan nomor polisi B 9235 PYW serta lima minibus pada Selasa malam. Koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan telah dilakukan guna menindaklanjuti insiden tersebut.

    Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Ahmad Yani, menegaskan bahwa pihaknya tengah mengumpulkan data dan menyusun kronologi kejadian bersama kepolisian setempat. Langkah ini bertujuan untuk pembinaan lebih lanjut, termasuk mengundang seluruh pihak terkait guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

    “Kami terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk menggali data dan merumuskan langkah pembinaan. Semua pemangku kepentingan akan kami libatkan agar kejadian ini tidak terulang,” ujar Yani di Jakarta, Rabu 5 Februari 2025.

    Sebagai tindak lanjut, Kemenhub akan memanggil pimpinan perusahaan air minum dan operator angkutan barang yang terlibat. Selain itu, inspeksi keselamatan serta sosialisasi manajemen keselamatan akan diterapkan kepada seluruh perusahaan pengangkut air minum yang beroperasi di jalur Sukabumi-Jakarta.

    “Kami juga terus meningkatkan pembinaan terhadap pengemudi melalui pelatihan khusus. Materi akan mencakup teknik mengemudi yang benar serta prosedur pengecekan rem sebelum perjalanan,” tambah Yani.

    Berdasarkan data dari Mitra Darat, truk dengan nomor polisi B 9235 PYW tersebut masih memiliki uji berkala yang berlaku hingga 11 Mei 2025. (*)

    Disclaimer:
    Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Syahrianto

    Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

    Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

    Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

    Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.