KABARBURSA.COM – Tekanan jual mewarnai perdagangan sepekan terakhir dengan sejumlah saham mencatat koreksi tajam.
PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE) menjadi yang paling dalam setelah harga terpangkas 40,19 persen ke level 128. Penurunan ini menempatkan SPRE di posisi teratas daftar saham dengan pelemahan mingguan terdalam.
Di bawahnya, tekanan juga terlihat pada PT Hillcon Tbk (HILL) yang melemah 33,33 persen ke level 80. Kapitalisasi pasar emiten ini berada di kisaran Rp1,17 triliun. Koreksi tersebut memperlebar jarak harga dibanding posisi pekan sebelumnya.
Pelemahan dua digit kemudian berlanjut pada PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) dan PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS). DPUM turun 26,81 persen ke level 202, sementara IBOS terkoreksi 24,50 persen ke posisi 114. Keduanya kehilangan lebih dari seperempat nilai harga dalam rentang satu minggu perdagangan.
Sementara itu, PT Olympus Strategic Indonesia Tbk (NATO) ikut terseret dengan penurunan 24,44 persen dan ditutup di level 680. Koreksi mingguan ini terjadi di tengah posisi year to date (ytd) yang masih mencatat kenaikan tiga digit. Pergerakan tersebut menjadikan NATO sebagai salah satu saham dengan volatilitas tinggi dalam periode sepekan.
Tekanan juga terasa pada PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) yang melemah 20,16 persen ke level 1.940. Emiten ini memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp1,94 triliun. Penurunan tersebut memperpanjang daftar saham dengan koreksi dua digit selama periode yang sama.
Pada kelompok berikutnya, pelemahan lebih moderat terjadi pada PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) yang turun 17,74 persen ke level 204. PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk (ENZO) terkoreksi 15,04 persen ke posisi 96, disusul PT Lion Metal Works Tbk (LION) yang turun 14,05 persen ke level 520. Ketiganya tetap masuk daftar saham dengan tekanan signifikan sepekan.
Daftar ini ditutup oleh PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) yang melemah 14,44 persen ke level 160. (*)