KABARBURSA.COM - Rupiah ditutup melemah pada perdagangan Selasa, 24 Februari 2026. Pelemahan rupiah ini terjadi di tengah penguatan indeks dolar Amerika Serikat.
"Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemaht 27 point sebelumnya sempat melemah 45 point di level Rp16.829 dari penutupan sebelumnya di level Rp16.802,” kata Pengamat Ekonomi, Pasar Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi dalam keterangan tertulis, Senin, 24 Februari 2026.
Ia menjelaskan penguatan indeks dolar AS menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini. Menurutnya, penguatan dolar AS terjadi di tengah meningkatnya dinamika eksternal, termasuk perkembangan geopolitik dan kebijakan perdagangan Amerika Serikat.
Iran dan Amerika Serikat akan mengadakan putaran ketiga pembicaraan nuklir pada hari Kamis di Jenewa, menurut Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi.
Amerika Serikat menginginkan Iran menghentikan program nuklirnya, tetapi Iran menolak dan membantah sedang mengembangkan senjata atom.
Di tengah perkembangan tersebut, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menarik personel pemerintah yang tidak penting dan keluarga mereka dari kedutaan AS di Beirut karena meningkatnya kekhawatiran terhadap risiko konflik militer dengan Iran.
Dalam paparannya, Ibrahim juga menyampaikan, Presiden Amerika Serikat juga menyampaikan dalam unggahan media sosial bahwa itu akan menjadi "hari yang sangat buruk" bagi Iran jika tidak mencapai kesepakatan.
Selain itu, Washington dilaporkan sedang mempertimbangkan serangan terarah terhadap Iran yang dapat diikuti oleh serangan yang lebih besar.
Di bidang perdagangan, Amerika Serikat memperingatkan negara-negara agar tidak menarik diri dari kesepakatan perdagangan yang baru saja dinegosiasikan setelah Mahkamah Agung membatalkan tarif darurat.
Amerika Serikat juga berencana menaikkan tarif sementara dari 10 persen menjadi 15 persen untuk impor dari semua negara sesuai batas maksimum yang diizinkan berdasarkan hukum.
"Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp. 16.830- Rp.16.860," ujar Ibrahim.(*)