Logo
>

Trump Siapkan Suksesor Powell, The Fed Makin Dekat ke Aset Kripto?

Dari nama-nama yang mencuat, tak sedikit yang membawa angin segar bagi dunia aset digital

Ditulis oleh Pramirvan Datu
Trump Siapkan Suksesor Powell, The Fed Makin Dekat ke Aset Kripto?
Masa jabatan Powell sebagai Ketua The Fed akan resmi berakhir pada Mei 2025

KABARBURSA.COM - Gedung Putih tengah bersiap menyambut pergantian penting di puncak otoritas moneter Amerika Serikat. Pemerintahan Presiden Donald Trump kini mempertimbangkan sedikitnya 11 sosok untuk menggantikan Jerome Powell sebagai Ketua Federal Reserve, jelang habisnya masa jabatan sang petahana pada Mei tahun depan.

Dari nama-nama yang mencuat, tak sedikit yang membawa angin segar bagi dunia aset digital. Setidaknya tiga di antaranya dikenal memiliki pendekatan lebih terbuka terhadap kripto—isu yang kian sentral dalam lanskap keuangan global.

Dilansir Fox News, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengungkapkan bahwa “11 kandidat yang sangat kuat” telah masuk dalam radar. Penyaringan dan penajaman daftar pendek akan dimulai bulan depan, menyusul evaluasi mendalam atas rekam jejak serta preferensi kebijakan masing-masing kandidat.

Ada sejumlah nama strategis mulai mengemuka. Antara lain, Presiden Fed Dallas Lorie Logan, eks Presiden Fed St. Louis James Bullard, Wakil Ketua Fed Philip Jefferson, Gubernur Christopher Waller, hingga Michelle Bowman selaku Wakil Ketua Pengawasan The Fed. Nama-nama lama dengan pengaruh kuat seperti Larry Lindsey, Marc Sumerlin, David Zervos, dan Rick Rieder juga tak luput dari pertimbangan.

Figur Pro-Kripto Kian Menonjol

Rick Rieder, Chief Investment Officer BlackRock untuk Global Fixed Income, menjadi salah satu figur yang menarik perhatian karena pandangannya yang vokal terhadap Bitcoin. Dalam wawancara dengan Wall Street Journal pada awal 2024, ia menyebut Bitcoin berpotensi menjadi “komponen utama dalam alokasi aset” masa depan, dan yakin adopsinya akan terus meluas.

Pandangan tersebut bukan hal baru. Sejak 2020, Rieder telah menyatakan keyakinan bahwa kripto akan tetap eksis—bahkan berkembang—seiring meningkatnya ketertarikan dari generasi milenial. Kini, BlackRock mengelola ETF Bitcoin dan Ether terbesar secara global, mempertegas posisi institusi tersebut dalam sektor aset digital.

Waller dan Bowman, dua nama lain dari internal The Fed, juga menunjukkan sinyal positif terhadap kripto. Bowman, dalam kapasitasnya sebagai pengawas utama bank sentral, baru-baru ini menyarankan agar staf The Fed diberi keleluasaan berinvestasi dalam jumlah kecil di aset digital, guna memperdalam pemahaman terhadap teknologi di baliknya.

Sehari setelahnya, Waller menyatakan bahwa perbankan tak perlu gentar menghadapi sistem pembayaran berbasis kripto, karena itu hanya “teknologi baru untuk pencatatan dan transfer dana.” Pesan ini menandai pergeseran sikap di tubuh The Fed yang selama ini cenderung konservatif.

Di sisi lain, Powell sendiri tak pernah menutup mata terhadap kripto. Namun, sikapnya selalu dibalut kewaspadaan. Ia mengakui kripto makin terintegrasi dalam sistem keuangan, namun berulang kali menekankan urgensi regulasi dan mitigasi risiko.

Dalam pidatonya bulan Juni, Powell menyebut kripto telah menjadi bagian dari arus utama. Namun pada Desember, ia menyatakan bahwa Bitcoin lebih menyerupai pesaing emas dibandingkan dolar AS—sebuah pernyataan yang mencerminkan ambiguitas posisinya terhadap peran kripto dalam kebijakan moneter.

Jefferies dan Jejak Finansial di Ekosistem Kripto

Nama David Zervos, Kepala Strategi Pasar di Jefferies, juga masuk daftar kandidat. Jefferies sendiri memiliki jejak panjang dalam mendukung sektor aset digital. Bank investasi ini terlibat dalam IPO sejumlah pemain besar seperti eToro, Circle (penerbit stablecoin), dan Bullish, serta mendanai platform pinjaman blockchain Figure.

Tak hanya itu, Jefferies dikenal sebagai pendukung awal strategi akumulasi Bitcoin oleh Michael Saylor, pendiri MicroStrategy, yang kini menjadi salah satu wajah paling dikenal dalam dunia kripto.

Sementara itu, masa jabatan Powell sebagai Ketua The Fed akan resmi berakhir pada Mei 2025. Namun, ia masih akan menjabat sebagai anggota Dewan Gubernur hingga 2028—jika tak ada pergantian mendadak.

Dalam pidato terakhirnya pada Jumat lalu, Powell memantik optimisme pasar. Komentarnya memberi sinyal potensi pemangkasan suku bunga, yang bisa saja terjadi dalam pertemuan kebijakan The Fed pertengahan September mendatang.

Investor pun kini mulai berspekulasi: apakah transisi pucuk pimpinan The Fed akan membawa arah baru bagi kebijakan moneter dan dunia kripto? Jawabannya tinggal menunggu waktu.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Pramirvan Datu

Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.