KABARBURSA.COM - Bursa Amerika Serikat (AS) atau Wall Street mencatat kinerja positif pada perdagangan Senin, 12 Januari 2026. Hal ini terjadi setelah investor mengabaikan ketegangan antara Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan Ketua The Fed, Jerome Powell.
Merujuk laporan Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average berada di level 49.590,20 naik 86,13 poin, atau 0,17 persen. S&P 500 turut naik 10,99 poin, atau 0,16 persenpersen menjadi 6.977,27, sementara Nasdaq Composite turut meningkat 62,56 poin, atau 0,26 persen, ke level 23.733,90.
Meski begitu, saham-saham perusahaan pemberi pinjaman dan kartu kredit mengalami tekanan setelah Trump menyerukan pembatasan suku bunga kartu kredit selama satu tahun di angka 10 persen mulai 20 Januari 2026. Sektor keuangan turun 0,8 persen pada hari itu dan memimpin penurunan sektor di S&P 500.
Saham Citigroup anjlok 3 persen, sementara perusahaan kartu kredit American Express juga turun 4,3 persen. Perusahaan pembiayaan konsumen ikut menyusut, termasuk Capital One, yang berakhir turun 6,4 persen. Saham Affirm Holdings, perusahaan penyedia layanan beli sekarang, bayar nanti juga sebesar turun 6,6 persen.
Volume perdagangan di bursa AS mencapai 17,29 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 16,40 miliar saham untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.
Jumlah saham yang naik melebihi jumlah saham yang turun dengan rasio 1,68 banding 1 di NYSE. Terdapat 725 saham yang mencapai harga tertinggi baru dan 48 saham yang menyentuh harga terendah baru di NYSE.
Di Nasdaq, 2.613 saham naik dan 2.144 saham turun, dengan jumlah saham yang naik melebihi jumlah saham yang turun dengan rasio 1,22 banding 1.
Data LSEG membeberkan, para analis memperkirakan sektor teknologi akan memimpin pertumbuhan pendapatan S&P 500 untuk kuartal I tahun ini, dengan kenaikan 26,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Mereka memprediksi pendapatan keseluruhan perusahaan S&P 500 untuk kuartal I naik 8,8 persen dibandingkan tahun lalu. Periode pelaporan secara tidak resmi dimulai pada hari Selasa dengan hasil dari JPMorgan Chase dan bank-bank besar lainnya.
Sebenarnya, saham AS dibuka lebih rendah menyusul ancaman dakwaan Powell terkait proyeksi renovasi gedung The Fed. Hal ini meningkatkan kekhawatiran independensi bank sentral AS tersebut.
Powell menyebut langkah itu sebagai "dalih" guna mendapatkan pengaruh suku bunga yang didesak Trump untuk dipangkas sejak ia menjabat sebagai Presiden AS pada awal tahun 2025.
Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities mengatakan kabar bahwa Powell sedang diselidiki oleh Departemen Kehakiman pada dasarnya telah diisyaratkan oleh Trump. Ia menilai untuk saat ini pasar menerima dengan tenang.
"Fakta bahwa mantan gubernur Fed memberikan dukungan kepada Powell juga memberikan rasa nyaman bagi pasar. Investor juga menantikan musim laporan keuangan kuartal keempat AS," kata dia. (*)