KABARBURSA.COM - PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp16 per saham atau setara Rp89,88 miliar, dengan rasio pembagian mencapai 50,09 persen dari laba bersih tahun buku 2025.
Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), dengan jadwal pembayaran pada 13 Mei 2026 kepada pemegang saham yang tercatat pada 1 Mei 2026. Selain itu, sebesar Rp200 juta dialokasikan sebagai cadangan wajib, sementara sekitar Rp89,35 miliar ditahan sebagai laba ditahan.
Besaran dividen tersebut berada di atas rasio payout historis berbasis data trailing twelve months yang tercatat sekitar 40,75 persen dengan dividen Rp13 per saham.
Dengan laba bersih 2025 sebesar Rp179,44 miliar, distribusi Rp89,88 miliar mencerminkan separuh dari laba yang dihasilkan dalam satu tahun buku. Pada sisi imbal hasil, dividend yield tercatat sekitar 2,34 persen berdasarkan data valuasi yang tersedia.
Pendapatan KEJU Naik 19,1 Persen
Dari sisi kinerja, KEJU mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,50 triliun atau meningkat 19,1 persen dibandingkan Rp1,26 triliun pada 2024. Laba bersih naik 22,1 persen menjadi Rp179,44 miliar dari Rp146,88 miliar pada periode sebelumnya.
Data income statement menunjukkan posisi net income TTM sebesar Rp179 miliar dengan EBITDA Rp238 miliar dan gross profit Rp455 miliar.
Struktur profitabilitas memperlihatkan margin laba kotor sebesar 28,44 persen, margin operasi 8,72 persen, dan margin laba bersih 7,56 persen pada periode kuartalan. Pertumbuhan pendapatan kuartalan tercatat 28,41 persen secara tahunan, sementara pertumbuhan laba kotor 24,39 persen.
Di sisi lain, pertumbuhan laba bersih kuartalan tercatat -5,36 persen, menunjukkan perbedaan dinamika antara pertumbuhan penjualan dan laba pada periode berjalan.
Dari sisi valuasi, rasio price to earnings (PE) berada di level 17,40 kali, dengan price to sales 2,07 kali dan price to book value 3,69 kali. Enterprise value to EBITDA tercatat 12 kali, sementara earnings yield berada di 5,75 persen.
Kapitalisasi pasar tercatat Rp3,12 triliun dengan jumlah saham beredar 5,62 miliar lembar dan free float sekitar 10,22 persen.
Pada neraca, total aset tercatat Rp1,25 triliun dengan ekuitas Rp845 miliar dan liabilitas Rp406 miliar. Struktur permodalan menunjukkan rasio liabilitas terhadap ekuitas sebesar 0,48 kali, sementara posisi kas mencapai Rp259 miliar.
Tidak terdapat utang jangka pendek, dengan total utang tercatat sekitar Rp2 miliar dan posisi net debt negatif Rp257 miliar.
Dari sisi arus kas, kas dari aktivitas operasi tercatat Rp215 miliar, sementara arus kas investasi dan pendanaan masing-masing negatif Rp171 miliar dan Rp73 miliar. Free cash flow berada di level Rp44 miliar, mencerminkan selisih antara arus kas operasional dan belanja modal sebesar Rp171 miliar.
Efisiensi operasional tercermin dari return on equity (ROE) sebesar 21,23 persen dan return on assets (ROA) 14,34 persen. Siklus kas tercatat 78,20 hari, dengan perputaran persediaan 3,95 kali dan perputaran aset 1,26 kali.
Data ini menggambarkan aktivitas operasional dan efisiensi penggunaan aset dalam menghasilkan pendapatan.
Pergerakan harga saham menunjukkan kenaikan harian 1,83 persen ke level 555, dengan penguatan mingguan 4,72 persen. Namun dalam jangka lebih panjang, harga saham tercatat melemah 8,99 persen dalam satu bulan, turun 22,38 persen dalam enam bulan, dan terkoreksi 18,38 persen secara year-to-date. Rentang pergerakan ini menunjukkan variasi performa harga dalam beberapa horizon waktu.
Secara keseluruhan, distribusi dividen sebesar Rp16 per saham berjalan beriringan dengan pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang 2025, serta didukung struktur neraca dan arus kas yang tercatat dalam laporan keuangan.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.