KABARBURSA.COM - PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) resmi bekerja sama dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI (BRIS) guna memperkuat posisi di pasar logam mulia.
Kerja sama tersebut juga melibatkan PT Gadai Cahaya Dana Abadi (GCDA), yang merupakan anak perusahaan dari PT Gemilang Hartadinata Abadi (GHA), perusahaan yang 99 persen sahamnya dimiliki HRTA.
Corporate Secretary HRTA, Ong Deny menyampaikan kesepakatan ini mencakup kerja sama dalam penyediaan emas batangan BSI Gold.
Selain itu, kolaborasi ini juga akan menyertakan penyediaan jasa penitipan emas batangan (Vaulting), yang tersedia dalam berbagai gramasi yaitu 1 gram, 2 gram, 5 gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram, 100 gram, 250 gram, 500 gram, dan 1.000 gram.
"Dalam kerja sama ini, Perseroan bertindak sebagai penyedia emas batangan BSI Gold/penjual, BSI sebagai pembeli, dan GCDA sebagai penyedia jasa penitipan emas(Vaulting)," ujar dia dalam keterbukaan informasi, Senin, 7 Juli 2025.
Deny menyatakan tujuan dari kerja sama ini adalah untuk mendukung dan mengembangkan kegiatan usaha masing-masing perusahaan.
Lebih lanjut ia berharap, kerja sama ini dapat meningkatkan daya tarik produk, memperkuat posisi di pasar logam mulia, serta mendorong peningkatan kinerja operasional.
Harga Emas Naik
Sebelumnya diberitakan, harga emas memangkas pelemahan pada perdagangan Senin setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif sebesar 25 persen atas barang-barang impor dari Jepang dan Korea Selatan mulai 1 Agustus 2025.
Ketegangan dagang ini memicu minat terhadap aset safe haven seperti emas, meskipun penguatan dolar AS masih menjadi tekanan utama bagi logam mulia tersebut.
Setelah sempat anjlok lebih dari 1 persen akibat penguatan dolar, harga emas spot berhasil pulih dan tercatat turun tipis 0,1 persen menjadi USD3.332,62 per ons troi. Sementara itu, emas berjangka AS nyaris tak bergerak dan ditutup di level USD3.342,80 per ons.
Penguatan indeks dolar AS sebesar 0,4 persen terhadap sejumlah mata uang utama membuat harga emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli dari luar negeri. “Emas mulai bergerak naik sebagai respons atas tarif 25 persen dari Trump terhadap Korea dan Jepang,” kata Tai Wong, trader logam mulia independen.
Namun, sentimen tersebut tidak serta-merta menular ke instrumen lainnya. “Komoditas lain justru menunjukkan reaksi sebaliknya, sementara indeks saham tertekan setelah pengumuman tarif baru dari Trump,” lanjut Wong.
Para pelaku pasar kini menantikan pernyataan lanjutan dari Gedung Putih mengenai negosiasi dagang, serta notulen pertemuan kebijakan terbaru The Fed dan sejumlah pidato pejabat bank sentral AS yang dijadwalkan pekan ini, guna mencari petunjuk arah suku bunga ke depan.
Di sisi lain, bank sentral China kembali menambah cadangan emasnya pada Juni 2025, menandai bulan kedelapan berturut-turut penambahan logam mulia tersebut. Data resmi dari People's Bank of China (PBOC) menunjukkan tren diversifikasi cadangan devisa tengah berlangsung di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik.
“PBOC secara aktif mendiversifikasi cadangan devisa dan meningkatnya ketidakpastian global bisa mempercepat proses ini,” ujar Zain Vawda, analis dari MarketPulse by OANDA. Bank of America juga mencatat bahwa bank sentral global, termasuk China, membeli emas untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS serta sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan risiko ekonomi. Tren ini diperkirakan masih akan berlanjut.
Untuk logam mulia lainnya, harga perak turun 0,5 persen menjadi USD36,72 per ons, platinum melemah 1,9 persen ke USD1.365,56, dan palladium terkoreksi 2,5 persen menjadi USD1.106,96 per ons.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.