KABARBURSA.COM – Langkah PT Bukit Asam Tbk (PTBA) di awal 2026 bergerak lebih agresif dari sisi hulu, ketika perusahaan mulai menggenjot kembali aktivitas eksplorasi batu bara di tengah dinamika kinerja yang sempat tertekan sepanjang tahun sebelumnya.
Pada Triwulan I 2026, dana sebesar Rp25,8 miliar telah dialokasikan untuk kegiatan eksplorasi yang terpusat di Tanjung Enim Mining Site (TEMS). Lokasi tersebut merupakan salah satu area inti operasional PTBA.
Corporate Secretary PTBA Eko Prayitno, menyampaikan bahwa kegiatan eksplorasi ini mencakup serangkaian pekerjaan teknis, mulai dari pemetaan geologi, pengeboran coring dan open hole, hingga logging geofisika dan pengujian sampel batu bara serta batuan.
“Kegiatan dilakukan di Tanjung Enim Mining Site dengan melibatkan tim internal dan kontraktor jasa pengeboran,” ujar Eko.
Rangkaian aktivitas tersebut menunjukkan bahwa eksplorasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi masuk ke tahap teknis yang berkaitan langsung dengan identifikasi cadangan dan kualitas lapisan batu bara.
Pengukuran TOC (Top of Coal) dan BOC (Bottom of Coal) juga dilakukan untuk memantau ketebalan dan kontinuitas lapisan, yang menjadi dasar dalam perencanaan produksi ke depan.
Kinerja Keuangan Mulai Pulih
Langkah eksplorasi ini muncul setelah PTBA menutup tahun buku 2025 dengan kinerja yang memperlihatkan dinamika antara tekanan dan pemulihan. Pada kuartal IV 2025, perusahaan mencatatkan laba bersih Rp1,5 triliun, melonjak 174 persen secara kuartalan dibandingkan kuartal III.
Namun secara tahunan, laba tersebut masih turun 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, laba bersih sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp2,9 triliun atau turun 43 persen secara tahunan. Meskipun demikian, capaian ini berada di atas ekspektasi pasar, dengan realisasi mencapai 128 persen dari estimasi konsensus.
Angka ini menunjukkan bahwa kinerja pada paruh akhir tahun memberikan dorongan yang cukup signifikan terhadap hasil tahunan.
Perbaikan kinerja terlihat lebih jelas pada sisi margin. Pada kuartal IV 2025, margin laba kotor naik menjadi 23,8 persen dari 12,1 persen pada kuartal sebelumnya.
Ini menjadi pertama kalinya sepanjang 2025, di mana margin kuartalan mampu menembus level di atas 20 persen, setelah sebelumnya bergerak di kisaran 11 hingga 12 persen pada tiga kuartal awal.
Secara tahunan, margin laba kotor berada di level 14,7 persen, lebih rendah dibandingkan 19,2 persen pada 2024. Angka ini mencerminkan tekanan yang terjadi di sebagian besar periode 2025, sebelum akhirnya terjadi perbaikan pada kuartal terakhir.
Cash Cost Turun Delapan Persen
Dari sisi biaya, perusahaan mencatat penurunan cash cost per ton sebesar 8 persen secara kuartalan pada kuartal IV 2025 dan turun 1 persen secara tahunan. Penurunan ini didorong oleh efisiensi pada biaya jasa penambangan yang turun 13 persen secara kuartalan.
Biaya angkutan juga turun 21 persen, meskipun stripping ratio meningkat menjadi 6,3 kali dari 5,7 kali pada kuartal sebelumnya.
Di sisi pendapatan, kinerja relatif datar. Pada kuartal IV 2025, pendapatan naik 4 persen secara kuartalan, sementara secara tahunan sepanjang 2025 tercatat stabil di Rp42,7 triliun, sejalan dengan estimasi pasar.
Pergerakan ini terjadi di tengah kombinasi antara kenaikan volume penjualan sebesar 6 persen secara tahunan dan penurunan harga jual rata-rata sebesar 6 persen.
Pada kuartal IV, harga jual rata-rata sempat naik 8 persen secara kuartalan dan menjadi faktor yang menahan tekanan dari penurunan volume penjualan sebesar 3 persen. Kombinasi ini mencerminkan adanya pergeseran dinamika pasar batu bara yang memengaruhi struktur pendapatan perusahaan.
Dalam konteks tersebut, aktivitas eksplorasi yang kembali ditingkatkan pada awal 2026 memperlihatkan arah penguatan di sisi cadangan dan keberlanjutan produksi. Dengan dana puluhan miliar rupiah yang mulai dialokasikan, PTBA bergerak di jalur penguatan fundamental hulu setelah melalui periode penyesuaian pada sisi margin dan harga sepanjang 2025.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.