Logo
>

Volatilitas AIMS Masih Tinggi, Lanjut Naik atau Turun?

Lonjakan AIMS pasca-suspensi dibarengi tekanan jual besar di trade book, memperlihatkan fase uji keseimbangan harga di tengah tarik-menarik antara euforia beli dan distribusi aktif.

Ditulis oleh Yunila Wati
Volatilitas AIMS Masih Tinggi, Lanjut Naik atau Turun?
Ilustrasi pertambangan batu bara. Foto: AI untuk KabarBursa.

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Saham PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) langsung menunjukkan respons agresif begitu kembali diperdagangkan usai suspensi. Pada sesi pertama perdagangan Senin, 26 Januari 2026, AIMS melonjak lebih dari 9 persen dan sempat menyentuh area 1.015 sebelum bertahan di kisaran 890–895. 

    Lonjakan ini terjadi bersamaan dengan lonjakan aktivitas transaksi yang jauh di atas rata-rata harian sebelum suspensi.

    Namun, di balik penguatan harga tersebut, struktur perdagangannya tidak sepenuhnya searah. Data trade book memperlihatkan ketimpangan yang jelas antara tekanan beli dan jual. 

    Akumulasi transaksi jual terlihat dominan sejak awal sesi. Hal ini tercermin dari kurva sell volume yang menanjak lebih curam dibanding buy volume. Artinya, meskipun harga terdorong naik, suplai saham yang dilepas ke pasar juga sangat besar dan aktif menyerap permintaan.

    Orderbook mengonfirmasi kondisi tersebut. Di sisi bid, antrean beli relatif tersebar dengan konsentrasi terbesar berada di area 880–890. Sementara di sisi offer, suplai terlihat menebal berlapis dari 895 hingga 950, bahkan masih berlanjut ke 960. 

    Kepadatan antrian jual di level atas ini menjadi sinyal bahwa setiap kenaikan cepat langsung direspons dengan distribusi, bukan dibiarkan mengalir bebas.

    Pergerakan harga intraday juga memperlihatkan karakter khas saham yang baru keluar dari suspensi. Pembukaan yang tinggi diikuti fluktuasi lebar, dengan rentang high–low mencapai lebih dari 20 persen, menunjukkan tarik-menarik kepentingan yang intens. 

    Volume yang membengkak—mendekati puluhan juta saham hanya dalam satu sesi—menegaskan bahwa fase ini lebih menyerupai proses penyesuaian ulang harga oleh pasar ketimbang pembentukan tren yang stabil.

    Jika ditarik ke grafik harian, lonjakan hari ini memang mematahkan fase datar yang berlangsung berbulan-bulan. Namun, candle yang terbentuk memperlihatkan bayangan atas yang panjang, di mana tekanan jual aktif di area tinggi. 

    Pola ini biasanya muncul ketika pelaku yang telah lama memegang saham memanfaatkan momentum pembukaan suspensi untuk melepas kepemilikan, sementara pembeli baru masuk dengan euforia jangka pendek.

    Dengan struktur seperti ini, pergerakan AIMS ke depan sangat bergantung pada bagaimana pasar menyerap suplai di area 880–900. Selama tekanan jual masih konsisten muncul setiap kali harga mendekati 900 ke atas, ruang kenaikan akan cenderung tersendat dan pergerakan berpotensi beralih ke fase konsolidasi dengan volatilitas tinggi. 

    Sebaliknya, jika suplai di lapisan offer mulai menipis dan frekuensi jual menurun, barulah ruang bagi harga untuk melanjutkan penguatan terbuka lebih lebar.

    Untuk sementara, sinyal utama dari data trade book dan orderbook menunjukkan bahwa AIMS masih berada dalam fase “uji keseimbangan” pasca-suspensi. Harga sudah bergerak cepat, tetapi pasar belum sepenuhnya sepakat ke arah mana saham ini akan distabilkan. 

    Dalam kondisi seperti ini, dinamika jangka pendek akan lebih ditentukan oleh arus keluar-masuk saham di level kunci, bukan oleh dorongan satu arah yang bersih.(*)

    Disclaimer:
    Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Yunila Wati

    Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

    Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

    Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79