Logo

2026 Investasi Lebih Cerdas.
Dengan Data. Bukan Insting.

KabarBursa Investor Pro membantu investor mengambil keputusan berbasis data.

Headline Hari Ini

Infografis

Berita Terbaru

Krisis Hormuz Picu Lonjakan Energi Terbarukan

Krisis energi akibat konflik Iran mempercepat peralihan global ke energi terbarukan, sementara Indonesia masih menghadapi tantangan investasi.

Balik Cuan Tipis di Kuartal I, Saham MPPA Masih Belum Bergerak

Transformasi mulai berdampak pada kinerja keuangan, namun saham masih bergerak fluktuatif di tengah tekanan pasar.

Transaksi Contactless BRI Melejit, Tumbuh 1.195 Persen

Adopsi kartu debit contactless BRI melonjak signifikan, dorong nilai transaksi Rp15,9 triliun dan perkuat strategi digital serta funding murah.

Barclays Revisi Harga Minyak 2026, ini Alasannya

Barclays menaikkan proyeksi harga minyak Brent akibat gangguan Selat Hormuz, dengan risiko kenaikan hingga USD110 per barel.

Prajogo Pangestu Lepas Jutaan Saham CUAN demi Tambah Free Float

Merujuk data keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah saham Prajogo di PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk berkurang dari 92,56 miliar saham menjadi 91,78 miliar saham.

Gaikindo: Keterbatasan Infrastruktur Hambat Adopsi Mobil Listrik

Gaikindo menilai ekosistem mobil listrik, dari infrastruktur hingga nilai jual kembali, masih belum siap mendorong adopsi luas di Indonesia.

Laba CINT Naik 21 Persen, Strategi Baru Mulai Terlihat?

CINT mencatat pertumbuhan laba dan penjualan di kuartal I 2026, didukung strategi diversifikasi dan ekspansi ke segmen healthcare.

Pengamat: Logam Mulia Pekan Depan Uji Support, Kuartal II 2026 Bisa Tembus Rp3,3 Juta

Ibrahim menilai harga emas dunia masih berpotensi menurun pada pekan depan

Penjualan EV Masih Terhambat, Gaikindo Soroti Daya Beli

Minat kendaraan listrik meningkat, namun daya beli dan kebijakan pajak masih menjadi hambatan utama adopsi EV di Indonesia.

HYGN Bukukan Laba Naik 80 Persen di Kuartal I, Saham Tersendat

Kinerja keuangan tumbuh solid di awal tahun, tetapi pergerakan harga saham belum sepenuhnya mengikuti arah fundamental.