Logo
>

IHSG Bergejolak bukan karena Danantara, tapi Ketidakjelasan Aturan Ekspor

Stockbit menilai volatilitas IHSG dipicu ketidakjelasan aturan ekspor komoditas dan beda suara pejabat.

Ditulis oleh Moh. Alpin Pulungan
IHSG Bergejolak bukan karena Danantara, tapi Ketidakjelasan Aturan Ekspor
IHSG swung sharply as investors reacted to conflicting statements on Indonesia’s export centralization policy. Foto: Desty Luthfiani/KabarBursa

KABARBURSA.COM — Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 1,1 persen pada penutupan perdagangan Jumat, 22 Mei 2026, menyisakan cerita berbeda di balik layar. Sebelum ditutup menghijau, IHSG sempat terperosok hingga sekitar 2,1 persen pada awal sesi.

Pergerakan ekstrem dalam satu hari itu menunjukkan pasar sedang bereaksi bukan semata terhadap sentimen global atau fundamental emiten, melainkan terhadap ketidakpastian kebijakan baru pemerintah terkait sentralisasi ekspor komoditas strategis melalui BUMN.

Riset Stockbit Sekuritas menilai volatilitas yang terjadi beberapa hari terakhir berakar pada belum seragamnya penjelasan antarpejabat mengenai mekanisme hingga jadwal implementasi kebijakan ekspor lewat PT Danantara Sumberdaya Indonesia.

“Banyaknya pernyataan sejumlah pejabat negara terkait mekanisme dan rincian sentralisasi ekspor komoditas strategis menunjukan belum adanya kesepakatan dan pemahaman yang bersifat final mengenai mekanisme dan penerapan aturan tersebut,” tulis Stockbit dalam risetnya yang dirilis Jumat, 22 Mei 2026.

Menurut Stockbit, kondisi ini menciptakan ruang ketidakpastian yang membuat investor kesulitan membaca arah kebijakan pemerintah ke depan. Akibatnya, saham-saham berbasis komoditas menjadi lebih sensitif terhadap perubahan informasi yang muncul hampir setiap hari.

Pasar Dibuat Bingung dalam Waktu 48 Jam

Kebingungan pasar terlihat dari cepatnya perubahan narasi mengenai implementasi sentralisasi ekspor. Pada Rabu, 20 Mei 2026, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan kebijakan baru tata kelola ekspor komoditas strategis. Tahap awal kebijakan direncanakan mulai berjalan pada 1 Juni 2026, sementara implementasi penuh ditargetkan berlangsung 1 September 2026.

Dalam presentasi tersebut, BUMN yang ditunjuk disebut akan mengendalikan proses ekspor, termasuk transaksi dan kontrak komoditas. Pada hari yang sama, pemerintah melalui Danantara juga mengonfirmasi pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia sebagai entitas pelaksana pengelolaan ekspor. Namun rincian teknis belum tersedia.

CEO Danantara Rosan Roeslani saat itu mengatakan mekanisme lebih detail, termasuk apakah badan baru tersebut akan membeli putus komoditas dari eksportir, masih akan dibahas lebih lanjut dengan pelaku usaha. Situasi berubah sehari kemudian.

Menteri Perdagangan Budi Santoso pun berencana akan menerbitkan aturan pelaksana perihal sentralisasi ekspor. Di saat hampir bersamaan, Airlangga Hartarto menyebut beberapa komoditas bakal dikecualikan dari skema tersebut.

Narasi kembali bergeser ketika Airlangga mengatakan implementasi penuh sentralisasi ekspor kemungkinan baru dilakukan paling lambat 1 Januari 2027. Pernyataan itu kembali berubah pada Jumat.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir menyampaikan kepada bahwa operasional penuh diperkirakan berjalan Januari 2027 dan pemerintah akan “mendengarkan pasar”.nTak lama kemudian, Airlangga membantah adanya penundaan implementasi hingga 2027.

Menurutnya, kebijakan tetap mulai berlaku 1 Juni 2026 secara bertahap. Dalam rentang kurang dari tiga hari, pasar menerima beberapa versi jadwal dan mekanisme yang berbeda.

Mengapa Saham Komoditas Langsung Bergejolak?

Ketidakjelasan aturan menjadi persoalan utama karena sektor yang terdampak bukan industri kecil. Komoditas awal yang masuk skema sentralisasi ekspor mencakup batu bara, minyak sawit mentah (CPO), hingga ferroalloy, tiga sektor dengan bobot besar terhadap ekspor Indonesia dan kapitalisasi pasar emiten di Bursa Efek Indonesia.

Perubahan kebijakan ekspor dapat memengaruhi:

  • Struktur harga jual komoditas,
  • Arus kas eksportir,
  • Kepastian kontrak jangka panjang,
  • hingga margin keuntungan perusahaan.

Ketika aturan belum final, investor cenderung mengurangi eksposur lebih dulu sambil menunggu kepastian.nFenomena tersebut kerap memicu aksi jual cepat yang kemudian diikuti pembelian kembali setelah klarifikasi muncul.

Pola inilah yang tampak pada pergerakan IHSG Jumat, ketika indeks sempat turun tajam sebelum akhirnya ditutup menguat.

Volatilitas Berpotensi Berlanjut

Menurut Stockbit, gejolak di sektor komoditas belum tentu selesai dalam waktu dekat. Pasar dinilai masih membutuhkan jawaban mengenai sejumlah pertanyaan mendasar, kapan implementasi dimulai? komoditas mana yang masuk skema? serta bagaimana PT Danantara Sumberdaya Indonesia akan menjalankan fungsi ekspor?

“Hal ini menyebabkan volatilitas yang cukup tinggi pada sektor komoditas seperti yang terjadi dalam beberapa hari ini, di mana volatilitas kemungkinan akan terus berlanjut hingga pemerintah merilis rincian final aturan pelaksana dan market melihat hasil dari penerapan aturan tersebut,” tulis Stockbit.

Karena itu, Stockbit menyarankan investor tetap memperhatikan perkembangan terbaru terkait jadwal implementasi, daftar komoditas yang terdampak, hingga mekanisme operasional badan baru bentukan pemerintah tersebut.

Pada akhirnya, pasar tampaknya tidak hanya menunggu arah kebijakan ekspor nasional. Yang lebih penting bagi investor adalah kepastian aturan mana yang benar-benar berlaku, siapa pelaksananya, dan kapan kebijakan tersebut mulai dijalankan secara penuh.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Moh. Alpin Pulungan

Asisten Redaktur KabarBursa.com. Jurnalis yang telah berkecimpung di dunia media sejak 2020. Pengalamannya mencakup peliputan isu-isu politik di DPR RI, dinamika hukum dan kriminal di Polda Metro Jaya, hingga kebijakan ekonomi di berbagai instansi pemerintah. Pernah bekerja di sejumlah media nasional dan turut terlibat dalam liputan khusus Ada TNI di Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto di Desk Ekonomi Majalah Tempo.

Lulusan Sarjana Hukum Universitas Pamulang. Memiliki minat mendalam pada isu Energi Baru Terbarukan dan aktif dalam diskusi komunitas saham Mikirduit. Selain itu, ia juga merupakan alumni Jurnalisme Sastrawi Yayasan Pantau (2022).