KABARBURSA.COM — Setiap Januari, kota kecil di pegunungan Swiss bernama Davos berubah wajah. Dari yang biasanya sunyi dan dingin, tempat ini menjadi magnet elite global. Politikus, kapten industri, ekonom hingga jurnalis bergerak menuju kota Alpine itu untuk forum tahunan yang disebut World Economic Forum (WEF), yaini sebuah pertemuan ekonomi dunia yang sejak dulu selalu mengundang sorotan.
Dilansir dari AP, Selasa, 20 Januari 2026, forum yang digagas pada 1971 ini sejatinya bukan sekadar acara eksklusif untuk berdiskusi. Forum ini merupakan panggung lintas sektor yang menyatukan pemimpin bisnis, pemerintahan, akademisi, dan masyarakat sipil untuk berbicara tentang masa depan ekonomi, teknologi, dan kemitraan global. Topik yang dibahas pun melebar dari ketimpangan ekonomi, perubahan iklim, hingga kerjasama lintas negara.
Tahun ini, WEF Davos 2026 kembali digelar dengan tema “A Spirit of Dialogue” alias semangat dialog di tengah dinamika global yang kompleks. Pertemuan berlangsung dari 19 hingga 23 Januari dan dijadwalkan menampilkan lebih dari 200 sesi diskusi yang merentang pada isu-isu utama dunia.
Siapa yang Hadir?
Uniknya, jumlah peserta hampir mendekati 3.000 orang dari seluruh penjuru dunia, termasuk pejabat pemerintah, CEO perusahaan besar, hingga pemimpin organisasi internasional. Catatan resmi mengatakan ada lebih dari 60 kepala negara dan pemerintahan, serta 850 lebih pemimpin perusahaan global yang hadir di forum ini, rekor kehadiran tertinggi dalam sejarah pertemuan Davos.
Sorotan kali ini tentu tak lepas dari kehadiran tokoh-tokoh besar dunia. Di antara yang hadir adalah Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang dijadwalkan menyampaikan pidato penting, serta para pemimpin negara dan kepala lembaga besar seperti Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, hingga pejabat tinggi seperti Ketua NATO dan Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia.
Apa yang Berbeda di Tahun ini?
Tahun ini suasana forum terasa berbeda. Geopolitik global yang rumit, terutama kebijakan luar negeri dan ekonomi Amerika Serikat belakangan ini, memberi warna baru pada percakapan di Davos. Dari isu Venezuela sampai kebijakan tarif dagang, dinamika dunia berubah cepat dan menuntut pendekatan baru dalam kerjasama internasional.
Tidak hanya soal geostrategi, aplikasi teknologi juga menjadi sorotan utama. Diskusi tentang kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu topik panas. Para eksekutif bisnis fokus pada bagaimana AI bisa meningkatkan efisiensi dan profit, sementara serikat pekerja dan advokat ketenagakerjaan mengingatkan risiko penggantian pekerjaan oleh teknologi.
Pemerintah dan pembuat kebijakan pun dihadapkan pada tugas berat, yakni bagaimana menyeimbangkan kebutuhan untuk berinovasi tanpa menempatkan tenaga kerja dalam risiko besar.
Kritik dan Tantangan
Meski menghadirkan para pemikir dan pembuat kebijakan terkemuka dunia, Davos selalu menghadapi kritik. Banyak yang menilai forum ini lebih banyak berbicara daripada bertindak, terutama soal masalah-masalah besar seperti ketimpangan ekonomi global dan perubahan iklim yang terus menjadi tantangan nyata.
Lembaga advokasi seperti Oxfam bahkan memperingatkan bahwa kekayaan kolektif para miliarder dunia terus melonjak, yang memperlebar jurang antara mereka yang punya akses terhadap kekayaan dan mereka yang tidak. Mereka menilai kehadiran elite ekonomi global di Davos harus diikuti dengan komitmen nyata terhadap aksi sosial dan redistribusi yang adil.
Kenapa Davos Penting?
Pertemuan di Davos bukan sekadar forum retorika elite. Diskusi dan jaringan yang terbangun sering kali menjadi rumah ide untuk kebijakan bisnis dan pemerintahan di berbagai belahan dunia, termasuk isu investasi, regulasi teknologi, hingga strategi ekonomi global masa depan.
Bagi banyak negara, termasuk Indonesia, kehadiran di WEF menjadi cara memperkuat posisi di peta ekonomi global dan menarik peluang investasi strategis. Namun di balik kata-kata besar itu, kritik selalu hadir mengingat keseimbangan antara aspirasi elite dan kebutuhan rakyat biasa masih terus diperjuangkan.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.