KABARBURSA.COM — PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) membuka tahun 2026 dengan performa yang impresif. Dalam laporan kuartal pertama yang belum diaudit, perseroan membukukan pendapatan konsolidasian sebesar USD165 juta. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 9,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di level USD150 juta.
Laju kenaikan tersebut ditopang oleh stabilitas produksi listrik panas bumi. Selain itu, segmen energi angin turut memberikan kontribusi yang signifikan.
Kinerja operasional yang efisien menjadi fondasi utama. EBITDA BREN tercatat meningkat 11,4 persen menjadi USD145 juta, naik dari USD130 juta pada kuartal I 2025. Margin EBITDA pun terdorong naik ke level 87,6 persen—sebuah indikator kuat atas disiplin biaya dan optimalisasi operasional yang dijalankan perusahaan. Tak berhenti di situ. Laba bersih setelah pajak melonjak 24 persen secara tahunan menjadi USD53 juta, dibandingkan USD42 juta pada periode sebelumnya, didorong oleh menurunnya beban pendanaan.
“Kami mengawali 2026 dengan capaian yang solid,” ujar CEO Barito Renewables, Hendra Soetjipto Tan, dalam pernyataan di kutip, Jumat 1 Mei 2026. Ia menekankan bahwa performa stabil dari portofolio panas bumi, dikombinasikan dengan akselerasi dari segmen angin, menjadi katalis utama pertumbuhan.
Dari sisi neraca, total aset perusahaan meningkat menjadi US$3,94 miliar. Sementara itu, liabilitas tercatat naik tipis ke posisi USD3,01 miliar. Struktur permodalan tetap terjaga dalam kondisi sehat. Rasio utang terhadap ekuitas (debt-to-equity ratio) membaik ke level 2,23 kali, sedangkan rasio utang bersih terhadap ekuitas (net debt-to-equity ratio) berada di angka 1,77 kali—menggambarkan keseimbangan finansial yang relatif terkontrol.
Ekspansi kapasitas juga terus berjalan. BREN berhasil meningkatkan kapasitas panas bumi menjadi 926 MW, didorong oleh rampungnya proyek retrofit Wayang Windu. Momentum ini tidak berhenti di sana. Perseroan menargetkan kapasitas terpasang melampaui 1.000 MW pada akhir 2026 melalui sejumlah proyek strategis, termasuk pengembangan Salak Unit 7, Wayang Windu Unit 3, serta retrofit Darajat Unit 3.
“Penyelesaian retrofit Wayang Windu pada kuartal pertama tahun ini menjadi tonggak penting yang memperkuat fondasi operasional kami ke depan,” kata Hendra.
Dengan kombinasi antara efisiensi, ekspansi terukur, dan diversifikasi sumber energi, BREN menapaki jalur pertumbuhan yang semakin kokoh. Sebuah langkah yang tidak hanya mempertegas posisi perusahaan di sektor energi terbarukan, tetapi juga memperluas relevansinya dalam lanskap transisi energi global.(*)