Logo
>

Buyback Disetujui, ASLC Kejar Pertumbuhan Kinerja Dua Digit pada 2026

ASLC menargetkan pertumbuhan dua digit pada 2026 dengan ekspansi Caroline.id, dukungan buyback saham, dan capex hingga Rp20 miliar.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
Buyback Disetujui, ASLC Kejar Pertumbuhan Kinerja Dua Digit pada 2026
RUPST PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC). Foto: dok ASLC.

KABARBURSA.COM - PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) membidik pertumbuhan kinerja dua digit pada 2026 seiring kuatnya kontribusi bisnis penjualan mobil bekas melalui Caroline.id terhadap pendapatan perseroan.

Perusahaan menilai pertumbuhan segmen retail mobil bekas menjadi pendorong utama optimisme kinerja tahun ini.

Presiden Direktur PT Autopedia Sukses Lestari Tbk Jany Candra mengatakan performa Caroline.id pada awal tahun menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dan menjadi fondasi utama target pertumbuhan ASLC pada 2026.

“Pendapatan Caroline.id pada kuartal pertama tahun ini tumbuh 51 persen YoY. Mengingat kontribusi Caroline.id yang sangat besar terhadap total pendapatan Perseroan, kinerja segmen penjualan mobil bekas yang sangat mengesankan ini memberi landasan yang sangat kuat bagi optimisme kami dalam melihat prospek kinerja tahun ini,” kata Jany Candra.

Untuk mendukung target tersebut, ASLC menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp15-20 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi jaringan showroom Caroline.id di wilayah Jakarta dan Jawa Barat.

Perseroan berencana membuka dua hingga tiga cabang baru Caroline.id sepanjang tahun ini. Namun, manajemen menyebut penentuan lokasi ekspansi masih mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk kondisi ekonomi dan situasi geopolitik.

“Untuk penentuan lokasi dan pelaksanaan ekspansi ini, kami masih mempertimbangkan berbagai hal, termasuk di dalamnya kondisi ekonomi dan perkembangan geopolitik,” ujar Jany.

Selain agenda ekspansi, pemegang saham ASLC dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) juga menyetujui rencana pembelian kembali saham atau buyback saham hingga maksimal 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Manajemen menyebut salah satu tujuan buyback tersebut adalah untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham ASLC di pasar.

Dari sisi kinerja keuangan, ASLC mencatat pendapatan sebesar Rp283,6 miliar pada kuartal I 2026 atau naik 27,5 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perseroan juga membukukan laba bersih sebesar Rp7,4 miliar.

Kontribusi Caroline.id terhadap pendapatan ASLC terus meningkat dalam dua tahun terakhir. Pada 2025, unit bisnis retail mobil bekas tersebut menyumbang 72,8 persen terhadap total pendapatan perseroan. Sementara pada kuartal pertama 2026, kontribusinya meningkat menjadi 82,7 persen.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Citra Dara Vresti Trisna

Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.