KABARBURSA.COM - PT Bangun Kosambi Sukses (CBDK) dan PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) tengah mempersiapkan diri untuk memasuki pasar modal dengan melaksanakan proses book building sebagai bagian dari rencana penawaran umum perdana saham (IPO). Proses book building ini menjadi salah satu langkah strategis perusahaan untuk menentukan harga saham perdana berdasarkan minat investor.
PT Bangun Kosambi Sukses, yang dikenal dengan kode saham CBDK, menetapkan rentang harga book building antara Rp3.000 hingga Rp4.060 per saham. Perusahaan ini menawarkan 5.668.945 lot saham kepada publik. Proses book building berlangsung dari 13 Desember hingga 20 Desember 2024. Rentang harga yang relatif tinggi mencerminkan ekspektasi perusahaan terhadap valuasi pasar dan prospek pertumbuhan bisnisnya.
Sementara itu, PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk, atau dengan kode saham OBAT, menetapkan harga book building di kisaran Rp330 hingga Rp350 per saham. Perusahaan ini menawarkan 1.700.000 lot saham selama masa book building yang berlangsung dari 18 Desember hingga 23 Desember 2024. Harga yang ditawarkan relatif terjangkau, menargetkan minat dari berbagai kategori investor, termasuk investor ritel.
Kedua perusahaan ini menunjukkan karakteristik yang berbeda dalam strategi mereka untuk menarik minat investor. CBDK, dengan volume saham yang lebih besar dan harga yang lebih tinggi, cenderung menyasar investor institusional yang memiliki kapasitas investasi besar. Sebaliknya, OBAT menawarkan saham dengan harga lebih rendah, yang kemungkinan lebih menarik bagi investor ritel maupun investor institusional dengan fokus pada sektor teknologi biofarmaka.
Keputusan untuk menentukan rentang harga pada proses book building ini akan menjadi dasar bagi pembentukan harga final saham pada tahap IPO. Minat investor yang tinggi dalam periode book building akan memberikan indikasi kuat terhadap potensi keberhasilan IPO kedua perusahaan tersebut. Proses ini juga menjadi indikator bagi investor untuk menilai daya tarik fundamental perusahaan berdasarkan sektor bisnis, pertumbuhan pasar, serta potensi keuntungan di masa mendatang.
Bagi investor, analisis fundamental kedua perusahaan, termasuk kinerja keuangan, model bisnis, serta prospek industri masing-masing, menjadi kunci dalam menentukan keputusan investasi.
Dengan memasuki pasar modal pada akhir tahun 2024, baik CBDK maupun OBAT diharapkan dapat memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi dan kepercayaan investor untuk meningkatkan nilai perusahaan sekaligus memperluas akses terhadap sumber pendanaan baru.
CBDK Tawarkan Diskon Besar
CBDK bersiap IPO dengan menawarkan hingga 566,89 juta saham atau 10 persen dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Kisaran harga IPO ditetapkan pada Rp3.000 hingga Rp4.060 per saham, dengan target perolehan dana berkisar antara Rp1,7 triliun hingga Rp2,3 triliun. Dengan estimasi tersebut, nilai kapitalisasi pasar yang diincar berada dalam rentang Rp17 triliun hingga Rp23 triliun.
Dalam dokumen prospektus yang dipublikasikan Jumat, 13 Desember 2024, Periode bookbuilding IPO dijadwalkan pada 13-20 Desember 2024, dilanjutkan dengan masa penawaran umum pada 3-9 Januari 2025, sebelum akhirnya saham perusahaan dicatatkan di bursa pada 13 Januari 2025.
Menariknya, valuasi IPO CBDK menawarkan diskon besar jika dibandingkan dengan Net Asset Value (NAV) yang telah diproyeksikan. Menurut analisis yang dilakukan sebelumnya, NAV CBDK untuk 100 persen kepemilikan diperkirakan berada di angka Rp37,4 triliun.
Dengan kisaran valuasi IPO saat ini, pasar akan mendapatkan diskon sebesar 45 persen hingga 61 persen dari estimasi NAV tersebut. Hal ini mencerminkan posisi CBDK sebagai entitas dengan valuasi lebih murah dibandingkan induknya, PANI, yang sebelumnya sudah dihargai lebih premium dari NAV estimasinya.
Diskon ini dinilai wajar, mengingat CBDK mengelola landbank premium di kawasan CBD Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2), yang memiliki prospek strategis dan potensi pengembangan jangka panjang.
Target Besar OBAT
Brigit Biofarmaka menargetkan dana sebesar Rp59,5 miliar dari hasil IPO-nya nanti.
OBAT adalah perusahaan yang bergerak di bidang maklon herbal, kosmetik, minuman fungsional, dan botanikal. Emiten farmasi ini siap melaksanakan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Dalam aksi korporasi ini, OBAT akan melepas sebanyak 170 juta lembar saham baru atau setara dengan 28,33 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Mengutip prospektus yang telah diterbitkan di Jakarta, Rabu, 18 Desember 2024, harga nominal saham ditetapkan sebesar Rp50 per lembar, sementara harga penawaran berada di kisaran Rp330 hingga Rp350 per saham. Dengan demikian, perusahaan berpotensi meraih dana hingga Rp59,5 miliar melalui penawaran umum ini.
Selain saham baru, OBAT juga akan menerbitkan 85 juta Waran Seri I yang menyertai saham baru, setara dengan 19,77 persen dari total saham ditempatkan dan disetor penuh. Waran Seri I ini diberikan secara gratis dengan rasio setiap dua saham baru berhak atas satu Waran Seri I.
Harga pelaksanaan waran ditetapkan sebesar Rp350 per lembar, memberikan peluang bagi perusahaan untuk mendapatkan tambahan dana hingga Rp29,75 miliar jika seluruh waran dilaksanakan. Dana yang terkumpul dari penerbitan saham maupun pelaksanaan waran akan sepenuhnya dialokasikan untuk kebutuhan modal kerja, seperti pembelian bahan baku, peningkatan kapasitas produksi, dan pengembangan pemasaran.
Sebagai penjamin pelaksana emisi adalah PT Oso Sekuritas Indonesia mendukung kesuksesan IPO ini. Rangkaian proses IPO dimulai dengan masa penawaran awal (bookbuilding) yang berlangsung dari 18 hingga 23 Desember 2024.(*)
Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak, membeli, atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analisis atau sekuritas yang bersangkutan, dan Kabarbursa.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian investasi yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.