Logo
>

Emiten Bioskop XXI Tambah Layar, Pakai Capex Rp775 Miliar

Ditulis oleh Syahrianto
Emiten Bioskop XXI Tambah Layar, Pakai Capex Rp775 Miliar

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) atau Cinema XXI menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp775 miliar untuk menambah 100 layar baru pada 2024. Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan pengalaman menonton bagi para penonton setia Cinema XXI.

    "Sesuai dengan hasil keputusan RUPST pada April 2024, tahun ini dana capex yang disiapkan Cinema XXI yaitu sebesar Rp775 miliar untuk penambahan sekitar kurang lebih 100 layar," kata Indah Tri Wahyuni, Head of Corporate Legal Cinema XXI.

    Penambahan 100 layar baru ini tidak hanya akan meningkatkan kapasitas penonton tetapi juga mencakup pembaruan teknologi pada layar-layar yang sudah ada, termasuk peningkatan sistem suara dan kualitas gambar. Dengan investasi ini, Cinema XXI bertujuan mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar dalam industri bioskop di Indonesia.

    "Dengan rencana ekspansi ini, kami menargetkan tingkat pertumbuhan yang moderat untuk tahun 2024," pungkasnya.

    Secara lebih rinci, anggaran sebesar Rp775 miliar ini akan digunakan secara efektif untuk sebagai berikut. Pembukaan bioskop baru di kota-kota besar dan daerah berkembang di Indonesia, yang diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap hiburan berkualitas.

    Selain itu, CNMA akan melakukan pembaruan fasilitas seperti meningkatkan fasilitas yang ada dengan teknologi terkini, seperti proyektor laser, sistem suara Dolby Atmos, dan kursi-kursi yang lebih nyaman untuk meningkatkan pengalaman menonton. Selanjunya adalah pengembangan konten dan program seperti mengadakan berbagai acara khusus dan pemutaran film-film eksklusif untuk menarik lebih banyak penonton, termasuk film-film lokal yang berkualitas serta film internasional.

    Informasi tambahan, sebagai jaringan bioskop terbesar di Indonesia, sampai dengan 31 Desember 2023, Cinema XXI telah menghadirkan 240 lokasi bioskop dengan total 1.280 layar di 60 kota/kabupaten yang tersebar di seluruh Indonesia. Hal ini turut mendorong peningkatan penjualan tiket bioskop sebesar 84,3 juta penonton pada tahun 2023. Angka tersebut menghasilkan gross box office (GBO) senilai Rp3,5 triliun.

    Sepanjang tahun 2023, Cinema XXI membukukan pendapatan sebesar Rp5,2 triliun dengan perolehan EBITDA sebesar Rp1,7 triliun. Adapun total pendapatan Cinema XXI sepanjang 2023 terutama berasal dari kontribusi penjualan tiket bioskop sebesar 60 persen dan produk makanan dan minuman sebesar 35,4 persen.

    Perseroan juga meraih perolehan laba bersih setelah pajak mencapai Rp742,3 miliar, tumbuh 47,1 persen dibandingkan tahun 2022. Sedangkan, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 687,76 miliar pada 2023, naik 49,38 persen dari Rp 460,38 miliar di 2022.

    Direktur Utama Cinema XXI (CNMA) Hans Gunadi mengatakan, sebagai jejaring bioskop terbesar di Indonesia dengan pengalaman lebih dari 35 tahun di industri pertunjukan film, Cinema XXI senantiasa berkomitmen dan konsisten dalam menjaga pertumbuhan kinerja melalui penguatan fundamental bisnis.

    “Peningkatan kinerja tersebut diperoleh dengan fokus pada penjualan tiket bioskop, pengembangan produk makanan dan minuman, platform digital, serta iklan. Adapun total pendapatan Cinema XXI sepanjang 2023 berasal dari kontribusi penjualan tiket bioskop sebesar 60 persen, produk makanan dan minuman sebesar 35,4 persen, platform digital sebesar 2 persen, dan iklan sebesar 1,9 persen,” kata Hans.

    CNMA Bagikan Dividen

    CNMA membagikan dividen Rp666,76 miliar atau sebesar Rp8 per saham. Nilai dividen tersebut setara dengan 97 persen dari laba bersih Cinema XXI tahun 2023 sebesar Rp687,8 miliar. Pembayaran dividen ini telah mengantongi persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2023.

    Dengan harga saham CNMA yang ada di Rp 240 per saham, yield dividen Nusantara Sejahtera Raya sebesar 3,33 persen. "Pembagian dividen tahun buku 2023 ini merupakan bagian dari komitmen kami kepada para pemegang saham setelah Nusantara Sejahtera Raya sukses melaksanakan initial public offering (IPO) di tahun 2023 lalu," ujar Sekretaris Perusahaan sekaligus Direktur Keuangan Cinema XXI Tri Rudy Anitio.

    Tri menambahkan, kinerja CNMA sepanjang tahun 2023 juga menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengoptimalkan potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk memperkuat fundamental dan menjaga keberlanjutan bisnis Cinema XXI dalam jangka panjang.

    RUPST juga melaporkan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) Nusantara Sejahtera Raya yang dilaksanakan berdasarkan pernyataan efektif pendaftaran dari Otoritas Jasa Keuangan pada 25 Juli 2023.

    Melalui penawaran umum tersebut, Cinema XXI memperoleh dana sebesar Rp 2,25 triliun dengan hasil bersih sebesar Rp 2,17 triliun setelah dikurangi biaya penawaran umum. Hingga akhir Desember 2023, Cinema XXI telah merealisasikan penggunaan dana hasil IPO sebesar Rp 1,13 triliun. Dengan demikian, Cinema XXI masih memiliki sisa dana hasil IPO sebesar Rp 1,05 triliun. (*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Syahrianto

    Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

    Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

    Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

    Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.