Logo
>

Emiten Mobil Bekas ini Kian Kinclong, Raup Laba Fantastis

Ditulis oleh Yunila Wati
Emiten Mobil Bekas ini Kian Kinclong, Raup Laba Fantastis

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC), emiten konglomerat ternama yang dipimpin TP Rachmat, baru saja merilis laporan keuangan untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2024. Selama semester pertama tahun ini, perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan mobil bekas ini membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp24,36 miliar, melonjak 509 persen dibandingkan dengan Rp4 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

    Laba per saham perseroan juga mengalami peningkatan signifikan, menjadi Rp1,91 dari Rp0,31 pada akhir Juni 2023. Lonjakan laba bersih ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan yang mencapai Rp381,77 miliar pada Januari-Juni 2024, meningkat dari Rp288,94 miliar di paruh pertama tahun lalu.

    "Kenaikan laba bersih yang signifikan didukung oleh peningkatan pendapatan yang solid, menunjukkan bahwa strategi dan langkah bisnis perseroan telah berada di jalur yang benar," kata Jany Candra, Presiden Direktur Autopedia Sukses Lestari.

    Pertumbuhan pendapatan ASLC bertepatan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap mobil bekas, sebagai alternatif yang lebih terjangkau dibandingkan mobil baru yang harganya semakin tinggi. Meski demikian, beban pokok pendapatan ASLC juga meningkat menjadi Rp253,89 miliar dari Rp207,99 miliar. Namun, laba bruto melonjak menjadi Rp127,87 miliar, dibandingkan dengan Rp80,94 miliar pada semester I-2023.

    Per 30 Juni 2024, kas dan setara kas perusahaan tercatat sebesar Rp256,29 miliar, dengan total aset mencapai Rp919,10 miliar. Total liabilitas perusahaan adalah Rp192,53 miliar, sementara total ekuitasnya mencapai Rp726,56 miliar.

    Saham Autopedia Sukses Lestari mengalami kenaikan yang signifikan, dengan penutupan perdagangan pada 26 Juli 2024 menunjukkan penguatan sebesar 3,12 persen ke harga Rp99. Dalam satu minggu terakhir, saham ini naik 7,61 persen, dan dalam satu bulan terakhir melesat 35,62 persen.

    Pemicu Kenaikan Laba

    Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) melaporkan kinerja yang sangat positif pada paruh pertama tahun 2024. Berikut adalah beberapa poin penting dari laporan keuangan mereka:

    1. Laba Bersih: ASLC membukukan laba bersih sebesar Rp27,2 miliar, mengalami lonjakan 311 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp6,6 miliar.
    2. Pendapatan: Pendapatan perusahaan meningkat menjadi Rp381,8 miliar, naik 32 persen dari tahun lalu.
    3. Volume Penjualan dan Efisiensi: Kenaikan laba didorong oleh volume sales yang lebih tinggi dalam lelang dan penjualan mobil bekas, serta efisiensi operasional yang diimplementasikan sejak IPO.
    4. Kontribusi Unit Bisnis:

      • Retail Mobil Bekas (Caroline.id): Menyumbang Rp253,5 miliar, berkontribusi 66,4 persen dari total pendapatan. Ini adalah peningkatan 26 persen dari tahun lalu.
      • Unit Lelang (JBA): Meraih pendapatan Rp126,5 miliar, berkontribusi 33,1 persen dari total pendapatan, dengan pertumbuhan 43,7 persen.
      • MotoGadai: Berkontribusi Rp1,7 miliar.

    5. Ekspansi dan Rencana: Caroline.id berencana menambah beberapa showroom pada semester kedua tahun ini untuk mendorong pertumbuhan lebih lanjut.
    6. Optimisme: ASLC menargetkan pertumbuhan penjualan dua digit untuk JBA dan Caroline.id, dengan harapan dapat mempertahankan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih dua digit hingga akhir tahun 2024.

    Secara keseluruhan, kinerja positif ini menunjukkan bahwa strategi ekspansi dan efisiensi operasional yang diterapkan perusahaan membuahkan hasil yang baik.

    Partner Subaru di GIIAS 2024

    PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) berupaya mengejar pertumbuhan penjualan yang signifikan di semester kedua 2024 dengan beberapa langkah strategis. Di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), ASLC melalui Caroline.id menjalin kemitraan dengan Subaru sebagai trade-in partner, yang memberi kesempatan untuk memperkenalkan lini bisnis mereka dan memperluas pangsa pasar.

    Kemitraan ini juga menawarkan berbagai keuntungan bagi pelanggan, seperti apresiasi nilai tukar tambah, voucher BBM, inspeksi mobil gratis, penawaran harga langsung, dan pencairan dana penjualan mobil dalam satu jam. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan penjualan di semester kedua tahun ini.

    ASLC juga memperluas bisnisnya dengan mendapatkan izin usaha untuk perdagangan sepeda motor bekas pada Juni 2024, yang diharapkan menjadi tambahan pendorong pertumbuhan pendapatan. Selain itu, JBA, balai lelang kendaraan terbesar di Indonesia, memindahkan aktivitas lelang motor dari cabang Daan Mogot ke cabang Jakarta Raya. Langkah ini bertujuan untuk menampung lebih banyak unit motor bekas dan melayani lebih banyak pelanggan.

    Pada kuartal pertama 2024, ASLC membukukan laba bersih sebesar Rp16,9 miliar, melonjak 655,5 persen dibandingkan tahun lalu, dan pendapatan mencapai Rp183,3 miliar, tumbuh 37,4 persen YoY. Ekosistem bisnis ASLC yang terintegrasi melalui balai lelang (JBA), penjualan retail kendaraan bekas (Caroline.id), dan gadai mobil (MotoGadai) menegaskan posisi mereka sebagai perusahaan dengan ekosistem perdagangan otomotif terlengkap di Indonesia.

    Dengan langkah-langkah ini, ASLC berharap dapat mencapai pertumbuhan pendapatan dan laba bersih dua digit untuk tahun 2024 dan melanjutkan kinerja positif mereka di pasar otomotif.(*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Yunila Wati

    Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

    Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

    Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79