KABARBURSA.COM - Harga Bitcoin hari ini kembali mencuri perhatian setelah berhasil menguat di tengah volatilitas pasar kripto global. Pada perdagangan Jumat pagi, 29 Agustus 2025, harga sang raja aset digital tersebut berada di kisaran USD112.434 per koin atau setara Rp1,83 miliar dengan kurs Rp16.354.
Kenaikan 0,97 persen dalam 24 jam terakhir ini turut mendongkrak kapitalisasi pasar kripto global yang naik 0,93 persen menjadi USD3,89 triliun, menurut data Coinmarketcap. Meski fluktuasi harian terlihat wajar, penguatan Bitcoin kali ini mengandung sentimen fundamental yang semakin menegaskan peran kripto di kancah keuangan global.
Salah satu motor penggerak utama datang dari kabar yang dilansir Cryptonews, bahwa Departemen Perdagangan Amerika Serikat akan bekerja sama dengan dua proyek blockchain besar, Chainlink (LINK) dan Pyth (PYTH).
Kedua jaringan ini dipercaya untuk menghadirkan data ekonomi resmi AS, mulai dari GDP hingga indeks harga PCE, secara langsung onchain. Pyth bahkan akan menyediakan data GDP historis lima tahun terakhir, sedangkan Chainlink menghadirkan enam indikator makroekonomi lintas blockchain seperti Ethereum dan Avalanche.
Inovasi ini membuka jalan baru bagi pasar kripto: data ekonomi yang selama ini hanya bisa diakses lewat laporan lembaga resmi kini tersedia secara transparan, real-time, dan bisa dipakai untuk manajemen risiko, pinjaman, hingga prediction markets di sektor DeFi.
Pasar menilai langkah ini sebagai sinyal kuat bahwa adopsi blockchain oleh institusi keuangan tradisional tidak lagi sekadar wacana, tetapi memasuki tahap implementasi nyata.
Kabar lain yang menambah bahan bakar optimisme datang dari El Salvador. Presiden Nayib Bukele kembali menegaskan bahwa negaranya tetap berkomitmen pada strategi akumulasi Bitcoin meski menghadapi sorotan internasional dan pinjaman IMF senilai USD1,4 miliar.
Saat ini, El Salvador memegang 6.282 BTC dengan valuasi sekitar USD709 juta. Pasar prediksi di platform Kalshi menilai peluang nilai kepemilikan tersebut menembus USD1 miliar pada akhir 2025 naik tajam dari 20 persen menjadi 38 persen sebelum stabil di 27 persen.
Sementara, Polymarket menunjukkan probabilitas lebih tinggi, yakni 43 persen hingga Desember. Sinyal ini memperkuat persepsi bahwa investor institusional maupun ritel semakin percaya pada prospek jangka panjang Bitcoin, sekaligus melihat El Salvador sebagai laboratorium nyata penerapan BTC di level negara.
Pasar Kripto Berwarna: Solona Melesat Lima Persen
Meski demikian, dinamika pasar kripto tetap bercampur warna. Beberapa altcoin besar justru bergerak bervariasi. Binance Coin (BNB) naik 2,02 persen ke USD875, Solana melesat hampir 5 persen ke USD214, dan Dogecoin menguat 1,83 persen ke USD0,22.
Sebaliknya, Ethereum terkoreksi tipis 0,4 persen ke USD4.499, sementara XRP melemah 0,25 persen ke USD2,96.
Pola ini mencerminkan bahwa investor masih selektif, mengalihkan modal ke aset yang dipersepsikan memiliki katalis positif jangka pendek, sekaligus melakukan profit taking di koin yang sebelumnya sudah menguat signifikan.
Secara teknikal, penguatan Bitcoin ke atas USD112.000 menandai area psikologis penting, terutama setelah sempat terkoreksi tajam bulan lalu. Namun, tren jangka menengah masih menunjukkan kehati-hatian.
Penurunan lebih dari 20 persen dalam setahun terakhir masih membayangi, sehingga reli saat ini lebih tepat dipandang sebagai respons positif terhadap katalis fundamental baru, bukan pergeseran tren permanen.
Investor cenderung menunggu apakah penguatan dapat bertahan di atas level kunci tersebut atau justru kembali kehilangan momentum.
Dengan kombinasi kabar positif dari adopsi blockchain institusional dan konsistensi akumulasi Bitcoin oleh El Salvador, sentimen pasar tampak lebih konstruktif.
Meski jalan menuju pemulihan penuh masih panjang, penguatan Bitcoin hari ini menunjukkan bahwa aset digital tersebut tetap menjadi barometer utama kepercayaan investor di tengah gejolak global.
Bitcoin Direkomendasikan Sangat Jual
Sementara, teknikal harian Bitcoin pada perdagangan hari ini memperlihatkan kecenderungan yang cukup berat ke arah bearish. Rangkuman indikator utama menunjukkan sinyal “Sangat Jual”, baik dari osilator maupun tren rata-rata pergerakan harga.
Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun harga sempat menguat ke level USD112.434, tekanan teknikal di baliknya belum memberi ruang cukup bagi reli yang solid.
Relative Strength Index (RSI) berada di level 43,1, mendekati zona oversold, yang menandakan tekanan jual lebih dominan ketimbang minat beli. Stochastic dan Williams %R bahkan sudah menunjukkan kondisi jenuh beli, sebuah anomali teknikal yang sering kali menjadi tanda potensi koreksi setelah kenaikan singkat.
Indikator MACD yang mencatatkan nilai negatif besar, ditambah ADX yang berada di atas 35, memperlihatkan bahwa tren penurunan masih cukup kuat dan belum kehilangan momentumnya. Indikator lain seperti CCI, Rate of Change (ROC), hingga Bull/Bear Power juga kompak memberi sinyal jual, menegaskan konsistensi tekanan dari sisi momentum maupun kekuatan tren.
Dari sisi moving average, tren jangka pendek dan menengah masih memberikan tekanan tambahan. MA10, MA20, hingga MA50 mayoritas berada di zona jual, menandakan bahwa harga Bitcoin kesulitan menembus level resistensi yang semakin kokoh.
Memang ada sedikit napas dari MA100 dan MA200 yang masih memberi sinyal beli, tetapi keduanya lebih menggambarkan tren jangka panjang yang cenderung stabil dan belum sepenuhnya merespons gejolak jangka pendek.
Dengan pivot harian di kisaran Rp1,84 miliar, Bitcoin masih berada dalam rentang teknikal yang rawan koreksi jika tidak mampu bertahan di atas area support Rp1,82 miliar.
Kondisi ini semakin menegaskan bahwa penguatan Bitcoin dalam 24 jam terakhir lebih didorong sentimen fundamental, seperti kabar positif dari adopsi data onchain oleh pemerintah AS dan konsistensi akumulasi El Salvador, ketimbang dorongan teknikal murni.
Artinya, optimisme pasar saat ini masih bersifat rapuh dan bergantung pada katalis eksternal, sementara dari sisi chart, tren pelemahan belum benar-benar berbalik arah.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Secara teknikal, Bitcoin masih berada dalam tekanan jual yang dominan. Meskipun sentimen fundamental memberi dukungan, indikator harian menunjukkan reli belum didukung momentum yang solid.
Untuk investor jangka pendek, strategi terbaik saat ini adalah bersikap hati-hati, menahan diri dari posisi agresif, dan menunggu konfirmasi apakah harga mampu bertahan konsisten di atas pivot Rp1,84 miliar.
Bagi investor jangka panjang, tren besar Bitcoin masih positif dengan dukungan fundamental yang kuat, sehingga koreksi yang terjadi dapat dilihat sebagai peluang akumulasi bertahap, asalkan disiplin pada manajemen risiko.
Dengan kata lain, Bitcoin saat ini masih layak dipegang oleh mereka yang sabar, tetapi kurang bersahabat bagi mereka yang mencari keuntungan cepat.(*)