KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup menguat pada perdagangan Senin, 14 Juli 2025, sebesar 49,71 poin atau naik 0,71 persen ke level 7.097,15. Sepanjang hari, IHSG bergerak di rentang 7.071,34 hingga 7.136,30, setelah dibuka pada level 7.130,54.
Volume transaksi di seluruh pasar mencapai 242,37 juta lot dengan nilai perdagangan sebesar Rp19,03 triliun dari 1,79 juta kali transaksi. Di pasar reguler, volume tercatat sebesar 208,74 juta lot dengan nilai Rp18,19 triliun.
Investor asing membukukan beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp399 miliar di pasar reguler dengan total pembelian Rp4,36 triliun dan penjualan Rp3,96 triliun. Kontribusi transaksi masih didominasi investor domestik sebesar 61,84 persen, sedangkan asing berkontribusi 38,16 persen.
Saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), emiten infrastruktur milik Prajogo Pangestu yang baru saja melantai di Bursa Efek Indonesia, mencatatkan kenaikan maksimal 25 persen ke harga Rp500. Lonjakan ini mencerminkan tingginya antusiasme investor terhadap perusahaan yang baru IPO tersebut.
Kinerja impresif juga ditunjukkan oleh saham PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI) dari sektor barang konsumen siklikal yang naik 25 persen ke Rp290. PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) dari sektor properti dan real estat naik 24,93 persen ke Rp2.330. PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) dari sektor infrastruktur dan konstruksi naik 24,85 persen ke Rp422. Sementara itu, saham PT Petrosea Tbk (PTRO) dari sektor energi menguat 24,76 persen ke Rp3.980.
Di sisi lain, saham PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY) dari sektor properti turun 14,97 persen ke Rp710. PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) dari sektor keuangan turun 14,79 persen ke Rp1.210. Saham PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) dari sektor teknologi melemah 14,41 persen ke Rp101. PT Argha Karya Prima Industry Tbk (AKPI) dari sektor industri dasar turun 13,97 persen ke Rp585. PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) dari sektor non-siklikal terkoreksi 12,50 persen ke Rp1.015.
Secara sektoral, penguatan terbesar dicatatkan oleh sektor infrastruktur yang naik 4,22 persen, disusul energi naik 3,57 persen, industri dasar naik 2,19 persen, kesehatan naik 0,70 persen, serta teknologi yang bergerak tipis turun 0,08 persen. Sementara itu, sektor barang konsumen siklikal melemah 1,78 persen, keuangan turun 1,56 persen, transportasi terkoreksi 0,45 persen, industri turun 0,28 persen, properti turun 0,17 persen, dan barang konsumen non-siklikal melemah 0,37 persen.
MNC Sekuritas memprediksi IHSG menguat sebesar 0,6o persen ke level 7,047 didominasi oleh volume pembelian. “Pada skenario terbaiknya, posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave c dari wave (b) dari wave [b]. Hal tersebut berarti, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya untuk menguji 7,064-7,134,” kata tim analis MNC Sekuritas, Senin, 14 Juli 2025.
MNC Sekuritas memprakirakan, dalam jangka pendek, IHSG akan menguji 6,971, 6,907, namun demikian waspadai akan adanya lanjutan koreksi yang cukup dalam pada rentang area 7,085, 7,117.
Sementara itu tim riset PT Reliance Sekuritas Tbk memproyeksikan IHSG hari ini akan bergerak di kisaran support pada level 6,933 dan resistance pada level 7,046 dengan kecenderungan menguat. Menurut Reliance Sekuritas, secara teknikal candle IHSG berbentuk white spinning top, masih di atas MA5 dan MA20, indikator Stochastic golden cross pada area overbought.(*)