Logo
>

Intiland Lunasi Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2022

Menjaga kepercayaan investor dan para pemegang Sukuk Ijarah kepada Intiland. Langkah ini kembali menegaskan komitmen

Ditulis oleh Hutama Prayoga
Intiland Lunasi Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2022
Hall Bursa Efek Indonesia. Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Emiten pengembang properti, PT Intiland Development Tbk (DILD) melakukan pelunasan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Intiland Development Tahap II Tahun 2022 (Sukuk Ijarah) senilai Rp250 miliar.

Direktur Utama Intiland, Archied Noto Pradono mengungkapkan bahwa pembayaran Sukuk Ijarah dilakukan sesuai jadwal jatuh tempo pada 25 Agustus 2025. Sumber dana untuk pelunasan Sukuk Ijarah tersebut berasal dari internal. 

“Kami selalu menjaga kepercayaan investor dan para pemegang Sukuk Ijarah kepada Intiland. Langkah ini kembali menegaskan komitmen kami dalam memberikan nilai tambah kepada para investor dan memenuhi kewajiban pembayaran kepada para pemegang Sukuk Ijarah tepat waktu,” ungkap dia dalam keterangannya, Rabu, 27 Agustus 2025.

Pelunasan Sukuk Ijarah, menurut Archied, menjadi bagian dari strategi utama Perseroan dalam menurunkan jumlah utang. Langkah ini sekaligus menjadi upaya dalam menerapkan prinsip kehati-hatian serta menjaga tata kelola keuangan yang sehat.  

Penerbitan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Intiland Development Tahap II Tahun 2022 sebagai salah satu alternatif sumber pendanaan yang ditempuh Perseroan. Pelunasan ini menjadi langkah sukses Perseroan berikutnya, setelah pada bulan Desember tahun 2024 juga telah melunasi Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Intiland Development Tahap III Tahun 2022 Seri A, senilai Rp125 miliar. 

Selain kedua Sukuk Ijarah yang telah dilunasi tersebut, Perseroan saat ini masih memiliki Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Intiland Development Tahap III Tahun 2022 Seri B senilai Rp125 miliar yang jatuh tempo pada 2 Desember 2025. 

Seiring pelunasan Sukuk Ijarah Seri B ini, maka posisi utang Perseroan akan berkurang menjadi sekitar Rp4 triliun. Perseroan menargetkan jumlah utang akan turun menjadi Rp3,5 triliun di akhir tahun 2025.

Dari sisi fundamental keuangan, Intiland berhasil mencatatkan pencapaian positif melalui penerapan strategi deleveraging selama tiga tahun terakhir. 

Seiring dengan menurunnya jumlah utang dan beban bunga, Archied menyebut ini mencerminkan keberhasilan Perseroan dalam menjaga stabilitas finansial. 

"Efisiensi pembiayaan dilakukan melalui pelunasan, pengurangan, dan refinancing pinjaman berbunga tinggi, serta divestasi aset non-core," pungkasnya. 

Pangkas Utang 14 Persen di Semester I 2025

Sebelumnya diberitakan, Intiland mencatat penurunan utang signifikan pada semester I 2025 seiring penerapan strategi deleveraging yang konsisten dalam tiga tahun terakhir. Per 30 Juni 2025, total utang perseroan tercatat Rp4,38 triliun, turun Rp687 miliar atau 14 persen dibandingkan posisi 31 Desember 2022 yang mencapai Rp5,06 triliun.

Archied menjelaskan, strategi deleveraging menjadi prioritas untuk efisiensi pembiayaan dan penguatan fundamental keuangan. Upaya ini dijalankan disiplin melalui pelunasan, pengurangan, refinancing pinjaman berbunga tinggi, serta divestasi aset non-core. 

“Langkah ini akan memberikan dampak signifikan terhadap penurunan beban bunga dan penguatan struktur permodalan,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat, 8 Agustus 2025.

Penurunan utang diikuti penurunan beban bunga sebesar 16,7 persen dalam tiga tahun terakhir. Beban bunga yang pada 2022 mencapai Rp518,1 miliar turun menjadi Rp489,9 miliar pada 2023, lalu Rp431,8 miliar pada 2024. Per semester I 2025, beban bunga tercatat Rp176,3 milia.

Archied menegaskan, efisiensi biaya dan peningkatan penjualan, terutama dari segmen kawasan industri yang mencatat permintaan tinggi, menjadi faktor penting perbaikan kinerja keuangan dan rasio keuangan tetap sehat.

Rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio/DER) juga membaik dari 61,1 persen pada 2022 menjadi 58,5 persen di 2023, kemudian 50,3 persen di 2024, dan kembali turun menjadi 47 persen pada semester I 2025. 

Selain itu, margin laba semester I 2025 meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Margin laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) naik dari 22 persen menjadi 28 persen.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Hutama Prayoga

Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.