Logo
>

Kanada ikut Naikan Cukai Mobil Listrik, Upaya Jegal China?

Ditulis oleh Yunila Wati
Kanada ikut Naikan Cukai Mobil Listrik, Upaya Jegal China?

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Setelah Amerika dan Uni Eropa menerapkan tarif baru bagi kendaraan listrik buatan China, Kanada sepertinya akan melakukan hal yang sama. Perdana Menteri Justin Trudeau, terdengar hendak mempersiapkan potensi tarif cukai baru, yang tentunya jauh lebih tinggi dari penentuan tarif sebelumnya.

    Menurut seorang pejabat, pemerintah sedang memikirkan langkah terakhir untuk tindak lanjutnya. Namun, kemungkinan pemerintah akan mengumumkannya usai berkonsultasi dengan publik. Tarif baru ini tentunya untuk memukul ekspor kendaraan listri China ke Kanada.

    Trudeau mengaku ia sedang berada di bawah tekanan lantaran banyak negara di AS dan Eropa yang mengikuti jejak Presiden Joe Biden. Kala itu, Presiden AS ini mengumumkan sebuah rencana untuk melipatgandakan tarif hampir empat kali lipat untuk kendaraan listrik buatan China. Kenaikannya hingga 102,5 persen.

    Begitu pula dengan Uni Eropa. Minggu lalu mereka juga berencana meningkatkan tarif pada EV China. Dikatakan, pungutan akan mencapai 48 persen pada beberapa kendaraan.

    Kenaikan tarif itu sendiri sebenarnya merupakan bentuk kekhawatiran negara-negara demokrasi barat akan membludaknya produksi barang-barang penting mulik China. Sejauh ini, mereka melihat ada upaya untuk mendominasi rantai pasokan dan melemahkan industri dalam negeri.

    Diketahui, kendaraan Listrik bertenaga baterai telah menjadi target utama, karena perusahaan-perusahaan China seperti BYD Co bergerak secara agresif ke pasar global.

    Kamis, 20 Juni 2024, Perdana Menteri Ontario Doug Ford bahkan menuduh China memanfaatkan standar tenaga kerja yang rendah dan energi kotor untuk memproduksi mobil listrik murah.

    Dia kemudian meminta pemerintah Trudeau untuk setidaknya menyamai tarif yang diberlakukan oleh Biden. "Kecuali kita bertindak cepat, kita mempertaruhkan pekerjaan di Ontario dan Kanada," katanya di platform media sosial X.

    Nilai kendaraan listrik China yang diimpor oleh Kanada melonjak menjadi CD2,2 miliar (USD1,6 miliar) tahun lalu, dari kurang dari CD100 juta pada 2022, menurut data dari Statistik Kanada.

    Jumlah mobil yang tiba dari China di pelabuhan Vancouver meningkat lebih dari lima kali lipat setelah Tesla Inc mulai mengirimkan kendaraan Model Y dari pabriknya di Shanghai.

    Namun, kekhawatiran utama pemerintah Kanada bukanlah Tesla, melainkan prospek mobil murah yang diproduksi oleh produsen mobil China yang pada akhirnya bisa membanjiri pasar.

    Secara terbuka, Trudeau dan para menteri kabinetnya mengatakan bahwa mereka memantau tindakan negara-negara lain, tetapi belum berkomitmen untuk menerapkan tarif baru.

    Perdana Menteri mengatakan bahwa ia melakukan "pembicaraan yang signifikan" tentang produksi China pada pertemuan puncak para pemimpin G7 di Italia minggu lalu.

    Juru bicara Menteri Keuangan Chrystia Freeland mengatakan bahwa Kanada secara aktif mempertimbangkan langkah selanjutnya untuk melawan kelebihan pasokan dari China, tapi tidak menyebutkan apakah tarif sedang dipersiapkan.

    "China memiliki kebijakan kelebihan kapasitas yang disengaja dan diarahkan oleh negara. Melindungi pekerjaan, manufaktur, dan hubungan perdagangan bebas Kanada sangatlah penting,” ujar Katherine Cuplinskas, sekretaris pers Freeland, dalam sebuah email.

    Kelompok-kelompok industri otomotif Kanada telah meminta pemerintah untuk memberlakukan tarif yang ketat. Mereka memperingatkan bahwa Kanada tidak boleh berada di sisi yang berbeda dengan AS dalam masalah ini, mengingat peninjauan kembali perjanjian perdagangan bebas Amerika Serikat-Meksiko-Kanada yang akan datang.

    AS dan Kanada memiliki rantai pasokan mobil yang terintegrasi erat, dengan suku cadang dan kendaraan jadi yang mengalir melintasi perbatasan dalam jumlah besar. Sebagian besar produksi mobil Kanada diekspor ke AS.

    Namun, Trudeau bergerak dengan hati-hati, mengingat kemungkinan pembalasan perdagangan dari China. Beberapa kelompok lingkungan berpendapat bahwa yang paling penting adalah menjaga biaya kendaraan listrik tetap rendah untuk mendorong adopsi konsumen yang lebih tinggi.

    Pemerintahan Trudeau dan pemerintahan Doug Ford di Ontario telah berjanji untuk menggelontorkan miliaran dolar untuk membangun industri kendaraan listrik dalam negeri, mulai dari menambang mineral penting untuk baterai hingga merakit mobil dan truk ringan.

    Hal ini termasuk subsidi miliaran dolar untuk pabrik-pabrik baru yang diusulkan oleh Volkswagen AG, pemilik Chrysler, Stellantis NV, dan Honda Motor Co.

    Mengapa Produk China Dijual Murah?

    China dikenal sebagai ‘pabrik dunia’. Mereka memiliki kapasitas produksi yang sangat besar. Skala ini memingkinkan efisiensi dan ekonomi skala. Dengan kata lain, biaya per unit produk menjadi lebih murah ketika diproduksi dalam jumlah besar. Misalnya, jika sebuah pabrik memproduksi satu juta unit produk, biaya per unit akan jauh lebih rendah dibandingkan jika pabrik tersebut hanya memproduksi seribu unit.

    Pemerintah China juga memberikan berbagai bentuk subsidi kepada produsen. Subsidi ini bisa berupa bantuan finansial, akses ke sumber daya dengan harga yang lebih rendah, atau insentif pajak. Dengan bantuan ini, produsen dapat menurunkan biaya produksi mereka, yang pada akhirnya membuat barang yang diproduksi menjadi lebih murah.(*)

    Disclaimer:
    Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Yunila Wati

    Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

    Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

    Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79