KABARBURSA.COM - Saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) diprediksi masih akan bergerak melemah dalam beberapa waktu mendatang.
Mengutip data Stockbit, Rabu, 27 Agustus 2025, saham MEDC mengawali sesi I dengan penguatan sebesar 0,41 persen atau naik 5 poin ke level 1.230.
Meski dibuka menguat, saham emiten minyak dan gas ini mengalami pelemahan 1,22 persen ke level 1.210 pada penutupan perdagangan sesi I.
Pengamat pasar modal sekaligus Founder WH Project, William Hartanto mengatakan MEDC saat ini tengah begerak melemah dengan support 1165 dan resistanc 1295.
"Indikator MACD membentuk bearish divergence," ujar dia kepada Kabarbursa.com, Selasa, 26 Agustus 2025.
Berkaca dari analisa teknikal yang dipaparkan tersebut, William merekomendasikan wait and see untuk saham MEDC.
Mengenai kinerja perusahaan, pada semester I 2025 MEDC membukukan laba bersih sebesar USD37 juta. Angka ini menurun 81,52 persen Year on Year dibanding periode yang sama tahun lalu.
EBITDA perusahaan pada paruh pertama 2025 sebesar USD623 juta, turun 4 persen dari USD650 juta pada semester I 2024, meskipun rata-rata harga realisasi minyak turun 14 persen dari USD81 per barel menjadi USD70 per barel.
Selain itu, MEDC berhasil menurunkan utang bersih menjadi USS2,1 miliar dengan rasio utang bersih terhadap EBITDA tetap stabil di angka 1,8x.
Jangka Panjang Medco (MEDC) Diramal Cerah
Sebelumnya, MEDC diproyeksikan memiliki kinerja gemilang setelah mengakuisisi Fortuna International (Barbados), Inc.
Diketahui pada Senin, 28 Juli 2025, MEDC telah mengumumkan kesepakatan dengan Repsol E&P, S.à.r.l. untuk mengakuisisi Fortuna International (Barbados), Inc, yang memegang hak kepemilikan tidak langsung sebesar 24 persen di PSC Corridor.
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta mengatakan, akusisi tersebut bisa menjadi katalis positif untuk peningkatan kinerja fundamental MEDC dalam jangka panjang.
Nafan menilai PSC Corridor sangat potensial karena bisa meningkatkan kapabilitas produksi serta cadangan minyak dan gas (migas) dari MEDC.
"Yang jelas proses akuisisi ini terhadap kinerja (MEDC) harus dilihatbagaimana prosesnya. Semestinya lebih cenderung dirasakan pada peningkatan produksi dan cadangan migas yang bisa mengalami kemajuan signifikan," jelas dia kepada KabarBursa.com, Selasa, 12 Agustus 2025.
Nafan menyatakan peningkatan produksi dan cadangan migas itu bisa membawa MEDCO memiliki kinerja positif pada semester II 2025.
Kendati demikian, lanjut dia, sentimen positif dari akusisi Fortuna International bisa saja dirasakan MEDC di tahun-tahun berikutnya (jangka panjang).
"Semoga saja penyesuaian bisa dilakukan secepatnya. Jika tidak, malah efek katalis positifnya dirasakan di tahun-tahun berikutnya," pungkasnya.(*)